Tuesday, October 8, 2013

Tips Bisnis Online Kelas Dunia


Pebisnis online kelas dunia tidak segan-segan membeberkan rahasia kesuksesan mereka agar rahasia keberhasilannya diikuti oleh para pebisnis pemula.

Apa saja yang mengantarkan kesuksesan mereka? Di sini kami berikan beberapa jawaban berdasarkan study kasus yang banyak dilakukan orang dalam meraih kesuksesan di antaranya adalah:

Focus.
Focus dalam satu bidang pekerjaan dan bekerja secara professional merupakan prinsip yang tidak bisa diabaikan karena dengan modal focus ini semua jenis pekerjaan akan terselesaikan tanpa mempedulikan gangguan yang selalu menyertainya.

Kerja keras.
Kerja keras merupakan prinsip semua orang yang telah mencapai kesuksesan karena untuk mencapai sebuah keberhasilan tidak bisa dilakukan dengan santai, sambil tidur, grumpi dan hal-hal yang membuang waktu. Demikian juga rejeki itu tidak datang sendirinya tanpa ada upaya dan kerja keras.

Berani berkorban.
Setiap jenis usaha membutuhkan sebuah pengorbanan berupa harta dan jiwa, sering melakukan lemur hanya sekedar untuk membuat artikel misalnya, itu adalah sebuah pengorbanan karena ketika orang-orang disekitar anda sedang tertidur anda berusaha menyisihkan sedikit waktu yang seharusnya anda gunakan untuk istirahat guna meraih masa depan yang menjadi impian.

Waktu dan kesempatan.
Hidup itu hanya satu kali sehingga setiap waktu dan kesempatan tidak akan terulang kembali, dan hanya orang-orang yang bisa memanfaatkan waktu dan kesempatanlah yang bisa meraih sukses lebih awal. Seperti contohnya anda mendapatkan penawaran untuk mendapatkan produk yang langka atau harganya murah dan hanya sekali saja, jika anda berpikir seribu kali maka kesempatan itu akan hilang dari diri anda, demikian juga jika anda menunda kegiatan bisnis anda hanya karena modal belum terkumpul lalu sampai kapan usaha anda akan berhasil.

Modal.
Setiap usaha membutuhkan modal dan anda jangan berpikir bahwa modal yang dimaksud di sini berupa harta, dikalangan para pebisnis online mereka bahkan tidak membutuhkan modal dalam bentuk harta akan tetapi yang saya maksudkan adalah sumberdaya berupa panca indera yang bisa dimaksimalkan untuk menyerap dan menuangkan semua informasi yang didapatkan dalam bentuk tulisan, ide, dan usaha.

Siap dikritik.
Kritikan memang terkadang membuat kita panas hati jika orang yang mendapatkan kritikan memiliki sifat kenak-kanakan artinya selalu bangga dengan kemampuan yang dimiliki dan merasa semua yang dia miliki tidak ada bandingannya, sehingga ketika ada kritika dia merasa diremehkan. 

Tetap semangat belajar.
Belajar itu tidak kenal waktu, demikian juga kewajiban belajar tidak hanya sebatas dibangku sekolah saja karena banyak dan luasnya ilmu pengetahuan yang belum kita kuasai dan tidak akan cukup dipelajari dibangku sekolah, seperti sebuah contoh apabila kita mengetahui perkara baru yang tidak pernah terpikir atau tidak pernah kita ketahui sebelumnya, di situlah kita menyadari bahwa kita ini merasa bodoh tentang ilmu yang baru saja kita ketahui. 

Belajar kepada yang lebih senior.
Orang-orang yang lebih senior merekalah tempat kita belajar karena mereka telah memiliki banyak pengalaman dan janganlah anda mencukupkan diri belajar kepada satu orang saja, dengan cara seperti ini kita telah menghemat waktu dan biaya untuk melakukan serangkaian riset ilmiyah hanya sekedar untuk menguasai bidang ilmu tertentu, belajar kepada para senior akan memudahkan memahami setiap pemasalahan yang anda hadapi karena mereka telah memiliki banyak pengalaman dengan segudang permasalahan yang telah terjadi dan memiliki solusinya.

Belajar kepada orang yang lebih rendah ilmunya.
Belajar kepada orang yang memiliki tingkat keilmuan yang lebih rendah atau terkadang kita anggap bodoh tidak bisa dilakukan setiap orang karena mereka beranggapan akan merendahkan kewibawaan diri dimata orang lain.


Sumber: http://suksestungdesemwaringin.blogspot.com

Monday, October 7, 2013

Chairul Tanjung


Chairul Tanjung dilahirkan di Jakarta. Ia anak A.G. Tanjung, seorang wartawan di zaman orde lama yang pernah menerbitkan lima surat kabar beroplah kecil. Chairul dan keenam saudaranya hidup berkecukupan. 

Setamat SMA, Chairul masuk Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia pada tahun 1981. Chairul menghadapi masalah pada biaya kuliahnya. 

Ia pun mulai berbisnis dari dasar sekali, berjualan buku kuliah stensilan, kaos, dan lainnya di kampusnya. Selanjutnya, ia membuka sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen Raya, Jakarta Pusat tapi bangkrut. 

Setelah itu ia mencoba membuka usaha kontraktor tetapi kurang berhasil sehingga ia bekerja di perusahaan baja. Lalu, ia pindah ke perusahaan rotan di mana ia bertemu dengan tiga orang rekan dan mendirikan PT. Pariarti Shindutama. 

Perusahaan ini memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor, dan CT beruntung usahanya kali ini menuai untung besar karena perusahaannya mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu anak-anak dari Italia. 

Seiring berjalannya waktu, akhirnya CT memutuskan untuk berkarya sendiri karena terjadi perbedaan paham dengan rekan-rekannya.

Mengarahkan usahanya ke konglomerasi, Chairul mereposisikan dirinya ke tiga bisnis inti : keuangan, properti, dan multi media. 

Di bidang keuangan, ia mengambil alih Bank Tugu yang sekarang menjadi Bank Mega yang kini merangkak naik menjadi bank kelas atas. Ia juga merambah ke bisnis sekuritas, asuransi jiwa, dan asuransi kerugian. 

Pada sektor properti, CT memiliki perusahaan real estate dan membangun Bandung Supermall pada 1999.

Di bisnis multimedia, Chairul mendirikan Trans TV, di samping menangani stasion radio dan media on line atau satelit.

Saat ini, CT berkecimpung di bisnis pertelevisian dengan mendirikan Trans Corp yang membawahi Trans TV dan Trans 7. 

Walaupun persaingan di industri pertelevisian semakin ketat, namun CT yakin Trans TV bisa terus berkembang melihat bahwa belanja TV nasional telah mencapai angka 6 triliun setahun dan 70% di antaranya akan diambil oleh televisi.

Jumlah perusahaan Chairul, yaitu Para Group mempunyai Para Inti Holdindo sebagai father holding company, yang membawahi beberapa sub holding seperti : Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi) dan Para Inti Propertindo (properti) dan jumlah karyawan yang dipekerjakan kurang lebih mencapai 5.000 orang.

Chairul Tanjung melalui kelompok usahanya yaitu Para Group mengakuisisi 40% saham PT Carrefour Indonesia senilai lebih dari Rp 3 triliun. Akuisisi itu dilakukan Trans Corp melalui PT Trans Ritel, sebuah anak perusahaan Trans Corp.

Setelah memiliki 40% saham Carrefour, ia kini menjadi komisaris utama PT Carrefour Indonesia didampingi oleh AM Hendropriyono (mantan Kepala BIN) dan S.Bimantoro (mantan petinggi Polri) sebagai komisaris.

Setelah akuisisi oleh Trans Corp ini, maka komposisi pemegang saham PT Carrefour Indonesia adalah Trans Ritel (40%), Carrefour SA 39%, Carrefour Netherland BV 9,5%, dan Onesia BV 11,5%.

Dengan gurita bisnis seperti ini, CT menduduki posisi ke-13 dari total 40 orang terkaya di Indonesia pada tahun 2009 versi majalah Forbes. Dan namanya berada di urutan 937 dari 1000 orang terkaya di dunia versi majalah Forbes dengan total kekayaan senilai USD 1 miliar. 

CT mengaku lebih suka mengakuisisi dibandingkan membangun bisnis karena akusisi perusahaan membuat sinergi memperluas ladang usaha. Waktu saya memulai banyak waktu tapi enggak punya uang. Mulai dari nol. Lama-lama jadi besar punya uang, tidak punya waktu. Maka yang dilakukan tidak perlu bangun tapi mengakusisi.

Berikut selengkapnya latar belakang pendidikan seorang Chairul Tanjung.
SD Van Lith, Jakarta (1975)
SMP Van Lith, Jakarta (1978)
SMA Negeri I Boedi oetomo, Jakarta (1981)
Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia (1987)
Executive IPPM (MBA; 1993)


Sumber :
http://info-biografi.blogspot.com
http://id.wikipedia.org
http://profil.merdeka.com

Sunday, October 6, 2013

Ippho Santosa


Menurut Ippho Santosa pondasi untuk menuju kekayaan adalah mindset alias pola pikir yang benar, passion yang kuat, value yang besar, dan model yang dekat. Dan tiang-tiangnya adalah bisnis, investasi, properti, dan emas.

Ippho lahir dari keluarga sederhana. Sejak SMA Ippho mulai berbisnis kecil-kecilan jualan ikat pinggang, menerima jasa terjemah, hingga menekuni bisnis musik. Tahun 2007, Ippho mendirikan TK Khalifah dengan menggandeng satu mitra dan satu pemodal. Namun di tengah jalan, pemodal dan mitra usahanya mundur karena tidak sabar dan meminta uangnya kembali. 

Seiring berjalannya waktu, TK Khalifah berkembang pesat. Tahun 2011, jumlah cabangnya mencapai sekitar 70-an cabang. Majalah Franchise pun menobatkan TK Khalifah sebagai The Fastest Growing 2011 untuk kategori pendidikan. Beberapa artis dan pengusaha kondang, di antaranya Shireen Sungkar dan Mas Mono (Ayam Bakar Mas Mono), menjadi mitranya.

Selain sukses mengelola bisnis pendidikan, Ippho juga sukses mengelola bisnis lainnya, yakni Kadija Sliming (pelangsing), Kaia Clothing (busana), Rock Theory Clothing (kaos), dan Omaro Chocolate, dengan total ratusan cabang se-Indonesia.

Ippho memberikan rahasia suksesnya dengan rumus “Sukses Besar = Pembeda Abadi x Daya Ungkit x Kesesuaian Momentum”. 

Ketika disebut kata sedekah, maka yang terbayang adalah nama Ustad Yusuf Mansur. Ketika disebut kata zikir, maka yang terbayang adalah nama Ustad Arifin Ilham. Ketika disebut kata entrepreneur, maka yang terbayang adalah nama Purdi E. Chandra. Ketika disebut kata marketing, maka yang terbayang adalah nama Hermawan Kartajaya. Ketika menyebut kata bisnis, maka yang terbayang adalah nama Rhenald Kasali. Begitu seterusnya. Itulah yang disebut Pembeda Abadi.

Otak kanan menjadi Pembeda Abadinya. Tulisan-tulisan Ippho hampir semua (untuk tidak mengatakan semua) bertopik otak kanan. Buku Ippho yang pertama terbit tahun 2005 oleh Gramedia Pustaka Utama. Disusul buku-buku lainnya. Titik baliknya adalah buku-buku karya Ippho yang diterbitkan Elex Media Komputindo seperti 10 Jurus Terlarang, 7 Keajaiban Rezeki, dan Percepatan Rezeki yang sukses besar. 

Terlihat jelas bagaimana Ippho sukses merumuskan Pembeda Abadinya (otak kanan).

Sumber : http://media.kompasiana.com

Friday, October 4, 2013

Tips Sukses Ala CEO Twitter


Find your individual superpower, whatever that is, and leverage that and be successful in your own way.

Ben Silbermann to Dick Castolo.

Dengan lebih dari 500 juta pengguna, Twitter telah berkembang pesat menjadi perusahaan teknologi terbesar di dunia. Pengaruh twitter dalam dunia teknologi sangatlah besar. 

Dalam acara TechCrunch Disrupt, salah satu acara hacking teknologi terbesar di dunia, CEO Twitter Dick Costolo sempat memberikan sharing ke peserta tentang bagaimana cara menjadi pemimpin bisnis yang sukses. 

Secara singkat, Dick Costolo memberikan dua tips sederhana yang bisa kita lakukan, apapun jenis bisnis kita.

Jadilah Pemimpin yang Peduli Dengan Karyawan, Bukan Peduli Dengan Apa yang Karyawan Pikirkan Tentang Kita

Kebanyakan pemimpin pemula terlalu berfokus untuk melakukan hal yang membuat mereka disukai karyawan. Kalau Anda melakukan hal tersebut, maka bersiaplah menuju kegagalan. 

Anda harus memberi perintah yang akan menguntungkan perusahaan, bukan agar Anda disukai oleh karyawan tertentu. Berilah arahan yang jelas sejak hari pertama, demi kepentingan perusahaan, bukan karyawan. 

Pedulilah dengan kemampuan karyawan, dan beri mereka tugas yang sesuai dengan kemampuannya, jangan sampai memberikan tugas dengan alasan agar mereka berpikir positif tentang Anda.

Ada Banyak Cara Untuk Menjadi Sukses, Temukan Cara Anda Sendiri

Dengan majunya dunia media dan teknologi saat ini, ketika ada seorang pebisnis yang sukses, maka dengan cepat beritanya akan menyebar ke seluruh dunia. 

Media akan dengan senang hati meliput rahasia sukses orang tersebut. Lalu, pebisnis pemula seperti kita, biasanya akan meniru orang tersebut dan ternyata malah gagal. Anda harus tahu bahwa ada banyak cara untuk sukses. 

Bisa saja cara sukses mereka hanya berjalan untuk mereka, yang ketika Anda tiru, tidak memberi hal yang positif untuk Anda. Cobalah membangun perusahaan, cara kerja, dan budaya sesuai dengan diri Anda sendiri, bukan orang lain.

Dick Costolo juga menceritakan dia sempat berbincang dengan Ben Silbermann, CEO Pinterest. Ben mengagumi banyaknya pemimpin bisnis dunia yang berhasil, dan mereka semua mempunyai superpower khas masing-masing. 

Dick mempunyai pemikiran yang sama dengan Ben Silbermann. Kalau Anda ingin sukses, temukan kekuatan super Anda sendiri, dan terus tingkatkan kekuatan tersebut, dan jadilah sukses dengan cara Anda sendiri.

Sumber : http://studentpreneur.co

Thursday, October 3, 2013

Tips Bekerja Di Rumah Untuk Ibu




Ladies, bagi seorang ibu keluarga adalah segalanya. Ibu merawat keluarga dengan penuh kasih sayang dan cinta. Beberapa ibu memang memilih bekerja untuk menambah penghasilan keluarga. Dengan tingginya biaya hidup sekarang ini, maka faktor ekonomi kadang menjadi alasan utama mengapa seorang ibu memilih menjadi wanita karir.
Namun walaupun begitu, seorang wanita tidak boleh melupakan pekerjaannya. Sebagai seorang istri dan ibu, pekerjaan utamanya adalah mengurus keluarga. Sesibuk apapun seorang wanita karir, dia dituntut untuk selalu siap sedia dalam merawat dan mengurus keluarganya.

Banyak sekali jenis pekerjaan untuk seorang ibu. Dan akhir-akhir ini muncul tren bekerja di rumah yang populer di kalangan wanita. Tren bekerja di rumah ini memang sangat pas bagi seorang ibu. Sebagai seorang ibu yang sangat sibuk mengurus anak dan keluarga, waktu menjadi sangat berharga. Dengan bekerja di rumah maka seorang ibu bisa melakukan dua hal sekaligus di rumah. Dia bisa mengawasi anak dan sekaligus bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Keuntungan bekerja di rumah ini tentu saja banyak ladies. Anda bisa tetap mengawasi anak bermain, mengantar mereka pergi ke sekolah dan melakukan pekerjaan lainnya di rumah. Pekerjaan-pekerjaan rumah tangga tersebut akan sulit dilakukan jika Anda bekerja full time di kantor. Anda juga bisa mengatur sendiri waktu kerja Anda di rumah sehingga dua kegiatan ini tidak saling mengganggu.

Bekerja di rumah juga mempunyai beberapa kerugian yang mungkin bisa Anda pertimbangkan sebelum memilih untuk terjun ke sini ladies. Menurut survey yang dilakukan oleh Catalyst's Survey di Harvard Business Review. Kerugian wanita ketika memilih bekerja di rumah adalah penurunan kualitas pekerjaan. Mereka akan jarang menerima kenaikan gaji dan promosi seperti di tempat kerja pada umumnya. Selain itu mereka mungkin saja akan kehilangan kesempatan menjalin kolega bisnis karena tidak bertemu langsung dengan orang lain seperti di kantor seperti yang dilansir oleh huffingtonpost.

Beberapa hal tersebut memang akan kembali kepada diri Anda sendiri. Beberapa tips ini mungkin bisa Anda lakukan agar pekerjaan dan kehidupan keluarga Anda tetap bisa berjalan dengan seimbang jika Anda memilih bekerja di rumah.

Buat Jadwal Dan Prioritas
Sebagai seorang working mom Anda membutuhkan jadwal atau agenda harian. Setiap hari sebelum tidur, sebisa mungkin Anda membuat list atau jadwal harian tentang apa saja pekerjaan yang harus Anda kerjakan. Lengkapi dengan waktu dan apa saja yang dibutuhkan. Susunlah jadwal tersebut berdasarkan prioritas yang terpenting. Jadwal ini akan membantu Anda agar selalu tertib dalam mengerjakan sesuatu.

Kerjakan Tugas Yang Menyenangkan Terlebih Dahulu
Ketika mengerjakan sesuatu, mulailah dengan tugas yang Anda rasakan menyenangkan. Hal yang paling menyenangkan adalah hal yang paling Anda pikirkan. Setelah pekerjaan itu selesai, Anda akan merasa lega dan tidak memikirkannya lagi dan Anda bisa mulai untuk melakukan hal lainnya. Namun jangan malas untuk melakukan hal yang sulit dan berat ya ladies. Ingat, ketika Anda menunda suatu pekerjaan berarti Anda hanya akan menambah pekerjaan di esok hari.

Tetap Fleksibel Dan Seimbang
Jika terlalu banyak yang Anda kerjakan maka ini saatnya untuk menjadi fleksibel dan kembali menentukan prioritas Anda. Tanyakan pada diri Anda: "Apakah ini masih penting?" Jika tidak, maka lanjutkan prioritas berikutnya. Jangan lupa untuk selalu menjaga keseimbangan antara dua hal penting yaitu keluarga dan pekerjaan. Keduanya bisa berjalan berdampingan jika Anda bisa mengaturnya.

Sumber : vemale.com

Wednesday, October 2, 2013

Mental Harus Kuat jika Mau Berbisnis


Untuk menjadi entrepreneur sukses ternyata bukan uang yang jadi penentu. Yang utama justru modal non uang seperti mental dan karakter seseorang. 

Baik yang memulai usaha kecil maupun yang besar, masalah mental dan kesiapan ini kerap menjadi batu sandungan. Sayangnya, baik di rumah maupun di sekolah, kesiapan mental berwirausaha ini juga kurang dibina. 

Terlepas usahanya besar ataupun kecil, kesiapan mental ini menjadi penting.

Kesiapan mental ini juga menentukan keberlangsungan usaha. Termasuk bisa mengganggu keharmonisan berumahtangga. Menurutnya, pelaku usaha mikro saat ini juga banyak dijalani perempuan. 

Karena seringkali ketika seorang perempuan sukses berbisnis kemudian mengalami masalah dalam rumahtangganya. Kesiapan ini mestinya juga menjadi perhatian walaupun bersikap nonteknis. 

Untuk siap secara mental dan memberikan beberapa tips. Di antaranya, tiga langkah berikut:

Pertama, motivasi harus kuat. 
Misalkan karena untuk pendidikan anak, maka mesti ada uang. Dengan begitu terus menjalani usaha sampai sukses supaya bisa meneruskan pendidikan anak sampai ke pendidikan tinggi. 

Kedua, tidak punya rasa malu. 
Dalam sisi positif ini menjadi penting. Ketika melakukan pemasaran, maka rasa malu mesti dihilangkan dulu. Bersikukuh untuk terus mencoba, walau kerap ditolak. 

Ketiga, konsistensi dalam menjalankan usaha. 
Seringkali dalam menjalankan bisnis seseorang terkendala dengan rasa putus asa, lalu berhenti di tengah jalan. Inilah yang mesti disiasati dengan baik, bagaimana tetap bertahan dan terus berusaha, tanpa menyerah.

Sumber : http://female.kompas.com

Penulis : Rahman Indra
Editor : Felicitas Harmandini

Tuesday, October 1, 2013

Katalog Oriflame Indonesia edisi Oktober 2013


Katalog Oriflame Indonesia edisi Oktober 2013 ini melanjutkan Katalog Oriflame Indonesia edisi Mei 2013 yaitu kembali mengusung tema "MORE by Demi, dongengnya berlanjut bersama aktris Hollywood"

Selain itu juga terdapat tema "Lampu, Kamera, bergaya di bawah sorot cahaya".