Friday, March 7, 2014

Trik Marketing Lama


Ketika metode marketing lama dikombinasikan dengan teknologi baru maka hal itu dapat menjadi sebuah kekuatan yang dahsyat. Google+, Vine, atau Twitter merupakan alat pemasaran baru yang canggih, hemat biaya. Namun Anda tidak harus memfokuskan diri pada sesuatu yang baru tersebut. Beberapa metode marketing lama juga masih menarik dan efektif.

Agar semakin kuat, cobalah menggabungkan teknologi modern tersebut dengan trik marketing lama. Berikut beberapa tips marketing lama yang terbukti sangat hebat, dikutip dari situs www.marketing.co.id:

Word-of-Mouth Marketing

Word-of-Mouth masih menjadi kekuatan terbesar marketing. Orang lebih percaya teman-teman dan keluarga mereka. Berikan reward kepada pelanggan setia yang membawa orang-orang baru ke dalam keluarga dan mendorong karyawan Anda untuk menyebarkan berita ke lingkungan mereka.

Hal ini secara eksponensial dapat meningkatkan jangkauan arahan Anda dengan memasukkan program referral ke dalam daftar email marketing dan upaya media sosial Anda.

Koneksi pribadi

Menciptakan hubungan pribadi akan membuat Anda sangat mengesankan. Gunakan software pelacakan kontak untuk mencari tahu hari ulang tahun klien dan menjangkau mereka dengan catatan pribadi melalui media sosial.

Kartu Pos

Kirimkan kartu pos kepada pelanggan sebagai tanda terima kasih untuk pesanan terakhir mereka, atau menceritakan acara Anda berikutnya yang mungkin akan membuat mereka tertarik. Kirimkan kartu pos kepada pelanggan sebagai langkah standar setiap terjadi pemesanan/pembelian.

Kopi Darat

Jaringan lokal masih menjadi jalan utama untuk meraih pelanggan setia. Media sosial sangat bagus untuk mempertahankan hubungan. Tapi tidak sebagus jika dibandingkan dengan kekuatan duduk bersama dengan pelanggan pada pertemuan lokal, pertemuan kamar dagang, konferensi industri atau lainnya. Tentunya itu lebih baik ketimbang update laman Facebook.

Carilah tempat kumpul-kumpul yang menyenangkan. Selenggarakan konferensi di daerah Anda bukan untuk industri Anda,  tetapi bagi industri yang membutuhkan jasa Anda. Misalnya, jika Anda menjual software akuntansi, maka hadirilah pertemuan asosiasi software akutansi lokal. Anda mungkin menjadi satu-satunya dari industri di asosiasi usaha kecil setempat yang berkumpul.

Radio

TV sangat bagus, tapi harganya tentu sangat mahal. Namun, radio secara historis telah dan tetap memiliki nilai tersendiri bagi iklan bisnis kecil dan menengah. Jangan membatasi diri untuk memasang iklan. Radio lokal merupakan radio yang paling menjangkau masyarakat di daerah tersebut.

Gabungkan kekuatan radio dengan kekuatan komunikasi modern dengan mendapatkan podcast tentang industri Anda, atau membuat podcast sendiri dengan saran tentang keahlian Anda. (bn)

Sumber :
http://www.ciputraentrepreneurship.com

Thursday, March 6, 2014

Sayalah yang Mengisi Waktu



Salah satu kunci sukses hidup adalah meniru apa yang dilakukan orang-orang sukses. Tentu saja yang ditiru adalah sisi positifnya yang mendorong mereka menjadi orang sukses.

Ada banyak kebiasaan orang sukses yang bisa ditiru. Tergantung kita melihatnya dari sisi mana dan apa yang hendak kita tiru. Salah satunya adalah mengenai keyakinan orang-orang sukses dalam hal kemampuan mengelola waktu. “Bukan waktu yang mengisi saya, tetapi sayalah yang mengisi waktu,” kata penulis dan pebisnis Jeff Haden, menirukan orang-orang sukses itu.

Penentuan deadline dan jangka waktu ketika mengerjakan sesuatu mungkin memang baik untuk meraih apa yang ditargetkan sesuai waktunya. Tetapi menurut Haden, ada sisi tak baiknya juga. Karena rata-rata orang hanya akan berkutat pada kerangka waktu yang ditargetkan. Jika waktu yang ditentukan dua minggu, maka kebanyakan orang hanya akan kerja mati-matian selama dua minggu itu, selebihnya biasa saja.

Sebaiknya, kata dia, lupakan tenggat waktu. Kerjakan segala sesuatunya secepat yang kita dapat dalam rentang waktu yang ditentukan dan lakukan dengan efisien. Jika ada waktu tersisa gunakan untuk mengerjakan yang lain juga secepat dan seefisien mungkin.

Rata-rata orang membiarkan waktu memaksakan kehendaknya pada mereka, sedangkan  orang-orang sukses memaksakan kehendak mereka pada waktu mereka.

Sumber :
http://m.andriewongso.com

Wednesday, March 5, 2014

Penyebab Kegagalan Bisnis MLM


Penulis : Peter Lim 

Multi Level Marketing adalah merupakan salah satu bisnis, yang selain akan mengembangkan potensi diri seseorang tetapi juga cukup menjanjikan dari segi finansial. Sistem rekruitmen yang yang cukup unik, secara tidak langsung juga akan membuat diri seseorang menjadi semakin mandiri dengan tanpa adanya batasan-batasan dalam hal pengembangan serta peningkatan kreativitas dan inovasi. 

Selain banyak yang berhasil dalam bisnis ini, juga banyak dijumpai yang gagal dikarenakan tidak memahami dan sabar dalam melaksanakannya. Adapun faktor-faktor pencetus timbulnya kegagalan tersebut adalah : 

1. NO MINDSET. 
Mindset harus jelas dan jadikan MLM ini bukan hanya semata-mata hobi tetapi adalah bagian dari bisnis murni sehingga tingkat keseriusan dan keuletan, bisa mencapai titik optimal. 
("Paying attention to simple little things that most men neglect makes a few men rich". Henry Ford) 

2. NO SERVE. 
Dalam bisnis ini, faktor pelayanan adalah prioritas utama. Hari ini, bisa saja konsumen tidak membeli dikarenakan tidak ada kebutuhan atau masih ragu dan bimbang akan manfaat-manfaat dari produk / servis. Tetapi keesokan hari atau lusa, tidaklah tertutup kemungkinannya bahwa mereka akan membelinya dikarenakan sudah ada kebutuhan atau telah dimengerti dengan baik akan manfaat-manfaat dari produk. First impression haruslah yang terbaik. 
("Most people have no idea of the giant capacity we can immediately command when we focus all of our resources on mastering a single area of our lives". Anthony Robbin) 

3. NO VALUE. 
Umumnya, kegagalan akan terjadi jika produk / servis hanya ditawarkan sebatas kulit luar saja, misalnya packaging, characteristic, price yang kompetitif, dll. Ini bukanlah "need" konsumen. Kebutuhan konsumen adalah bagaimana dengan value dari produk / servis ini, baik atau buruk. Jika baik, mereka pasti akan membelinya walaupun harganya lebih mahal. Contoh kasus, walaupun sama-sama mobil dengan fungsi yang sama pula, harga mobil merek Mercedes Benz "jauh" lebih mahal jika dibandingkan dengan mobil merek Toyota. Mengapa bisa demikian ? Karena "value"-nya berbeda. 
("I'm a great believer in luck, and I find that the harder I work, the more I have of it". Thomas Jefferson) 

4.NO SELLING. 
Walaupun produk / servisnya adalah The Best tetapi jika tidak ada kemampuan atau kemauan untuk menjual, hasilnya akan tetap nol. Dalam bisnis MLM, Anda harus rajin dan semangat mencari tahu kebutuhan orang dan memberikan solusi terbaik dengan menggunakan produk / servis yang ditawarkan. 
("Visualize this thing you want. See it, feel it, believe in it. Make your mental blueprint and begin". Robert Collie) 

5. NO RECORD. 
Database atau catatan konsumen, perlu dimiliki agar bisa dijadikan sebagai salah satu acuan untuk introspkesi diri dan juga pengevaluasian dalam penerapan keputusan, apakah selama ini sudah benar atau salah? 
("What people say, what people do, and what they say they do are entirely different things". Margaret Meade) 

6. NO DIFFERENTIATE ACCOUNT. 
Agar senantiasa termotivasi, account pribadi dengan bisnis ini harus terpisah. Tujuannya adalah agar lebih jelas diketahui apakah bisnis MLM yang Anda ikuti sesuai / cocok dengan bakat atau tidak. Di samping itu, juga akan memotivasi diri seseorang semakin giat / semangat jika rekeningnya semakin hari semakin bertambah banyak. 
("The secret of success is constancy of purpose". Benjamin Disrael) 

7. NO GOAL. 
Sasaran yang ingin dicapai harus jelas dan terarah. Di samping itu, juga harus dibuat perencanaan yang jelas dan realitis mengenai kapan dan dimana harus dicapai agar energi tidak terbuang sia-sia. 
("To get what you want; stop doing what isn't working". Dennis Weave) 

8. NO ACTION PLAN. 
Tanpa adanya action plan sama ibaratnya dengan orang buta yang jalannya meraba-raba yang tidak tahu jelas ke mana, mengapa, dan bagaimana tujuannya bisa dicapai. 
("People with goals succeed because they know where they are going... it's as simple as that". Earl Nightingale) 

9. NO EVALUATION. 
Tidaklah mungkin akan bisa diketahui, metode ini benar atau salah jika tindak ada evaluasi. Melalui pengevaluasian akan bisa diterapkan keputusan yang bijak, metode mana lebih efektif dan efisien untuk mencapai sasaran. 
("Strong lives are motivated by dynamic purposes" Kenneth Hildebrand) 

10. NO VISION. 
Agar bisa fokus dan konsentrasi dalam pencapaian sasaran, visi harus dimiliki. Demikian pula sebaliknya, tanpa adanya visi yang jelas maka apapun akan susah dicapai karena tidak ada pedomannya. 
("Focus on where you want to go, not on what you fear". Anthony Robbins) 

Dari berbagai sumber 

Tuesday, March 4, 2014

Pemasaran dengan Strategi MLM


Salah satu kegiatan perusahaan yang paling penting adalah pemasaran. Pemasaran dapat dipandang sebagai tugas untuk menciptakan, memperkenalkan, dan menyerahkan produk kepada customers dan businesses. Pemasaran sering juga disebut sebagai seni menjual produk/the art of selling products (Kotler, 2003). 

Pemasaran merupakan fungsi atau kegiatan yang langsung berhubungan dengan lingkungan eksternal. Karena pemasaran memiliki peran penting dalam kelangsungan hidup perusahaan, maka pemasar perlu mengembangkan strategi. Strategi dapat didefinisikan sebagai intends to do (Tjiptono, 1997). Salah satu strategi pemasaran yang perlu dipertimbangkan oleh perusahaan adalah strategi multi level marketing (MLM).

Multi level marketing telah berkembang di Inggris dan Amerika, serta merupakan salah satu strategi yang dianggap penting dalam pemasaran. Orang-orang di kedua negara tersebut pada umumnya bekerja paruh waktu sebagai distributor atau menjadi anggota perusahaan multi level marketing. Di Amerika bisnis ini merupakan bisnis multinasional yang melibatkan jutaan orang dengan berbagai macam latar belakang dan omsetnya mencapai trilyunan rupiah.

Ketika mulai dikenalkan di Indonesia, perusahaan yang menawarkan produknya melalui pemasaran berjenjang/MLM ini mendapat sambutan yang cukup luar biasa. Banyak orang dengan berbagai latar belakang atau profesi, seperti ibu rumah tangga, perawat, dokter, mahasiswa/pelajar, wiraswastawan, dosen, karyawan BUMN, PNS, karyawan swasta dan sebagainya, bergabung menjadi anggota/distributor perusahaan MLM. 

Sebagian dari mereka yang menjadi distributor dan menjalankan bisnis ini secara profesional atau benar, berhasil meraih kesuksesan dengan mendapatkan berbagai bonus dan passive income dari perusahaan MLM. Akan tetapi tidak sedikit pula yang gagal dan kemudian mengundurkan diri sebagai distributor, karena tidak menjalankan bisnis ini dengan benar dan belum memahami benar cara kerja MLM.

Banyak produk sekarang ini dipasarkan dengan strategi MLM. Dalam kondisi krisis ekonomi, strategi ini menjadi semakin populer dan perusahaan-perusahaan yang menggunakan straegi ini berhasil meraih keuntungan yang besar (Kartajaya, 1998). Keberhasilan PT. Amway Indonesia dari Amerika Serikat, PT. Centra Nusa Insan cemerlang (CNI), Lippo group dengan produknya arisan Lippo, Tiens dari RRC dengan produk suplemen kesehatan, kemudian disusul IFA dari Indonesia dengan produknya footwear, karena strategi MLM.

Salah satu dampak krisis ekonomi adalah terjadinya kesulitan likuiditas perusahaan dan adanya penurunan daya beli masyarakat/konsumen. Kegiatan distribusi konvensional dan promosi juga terganggu, karena biayanya menjadi lebih tinggi. 

Dalam kondisi krisis ekonomi ini, upaya perusahaan antara lain adalah melakukan efisiensi termasuk efisiensi dalam kegiatan distribusi dan periklanan, serta berusaha menjaga agar tetap dekat dengan konsumen. Untuk dapat menjalankan kedua fungsi tersebut, salah satu alternatif strategi yang dapat digunakan oleh perusahaan adalah MLM. Strategi ini menjadi lebih berarti, karena dapat berfungsi untuk kedua hal tersebut (Kartajaya, 1998).

Strategi MLM seperti yang dilakukan oleh beberapa perusahaan di banyak negara berhasil tumbuh dan berkembang meskipun dalam kondisi krisis. Tiens Group yang berkantor pusat di Henderson Centre Beijing misalnya, telah memiliki jaringan distributor dan mendaftarkan mereknya paling tidak di 180 negara, termasuk di Indonesia serta memiliki kantor cabang di 36 negara. 

Dengan mengadopsi sistem network marketing pada tahun 1995, perusahaan ini berhasil meningkatkan omset penjualannya dari 630 juta Yuan tahun 1996 menjadi 2.12 milyar Yuan pada tahun 1997. Ada dua keuntungan dari strategi ini, yaitu memotong pola distribusi konvensional yang membebani lebih dari 25% dari harga jual dan meningkatkan komunikasi personal. Hal tersebut diperlukan pada saat daya beli masyarakat menurun akibat krisis ekonomi dan kebutuhan arus kas perusahaan mendesak.

Pemasaran dengan strategi MLM memiliki daya tarik tersendiri. Menurut Shindunata yang dikutip oleh Palupi (1998: 64), faktor-faktor yang menjadi daya tarik tersebut antara lain pasar yang prospektif, investasi yang relatif rendah, biaya promosi yang rendah, dan mekanisme kerja yang tergolong sederhana. Faktor lain yang menjadi daya tarik dari bisnis ini adalah tidak membutuhkan modal yang begitu besar, waktu fleksibel/bisa dikendalikan sendiri, banyak berhubungan dengan konsumen, dan resiko yang relatif kecil.

Berbeda dengan bisnis konvensional yang membutuhkan modal relatif besar, tempat, lokasi usaha, waktu yang sudah ditentukan, harus memiliki skill/keahlian, dan bisnis ini ibarat mengayuh sepeda, ketika berhenti mengayuh maka berhenti pula pendapatan kita (“Kabar Kampus”, 1999: 3). Faktor-faktor tersebut kiranya sesuai dan tepat dalam kondisi krisis karena relatif efisien.

Sebagian masyarakat masih beranggapan bahwa bisnis MLM sebagai pekerjaan sampingan, sehingga jarang yang meraih kesuksesan atau kecewa karena hanya mengejar keuntungan materi saja dan kurang memperhatikan konsumen dalam jangka panjang. Padahal bisnis ini apabila dijalankan secara profesional dan dengan cara yang benar, tidak jarang akan mendatangkan keuntungan yang relatif besar (“Kabar Kampus”, 1999: 3). Tulisan ini mencoba memberikan sedikit gambaran tentang cara kerja pemasaran dengan strategi multi level marketing.

Sumber :
http://burhanudinujb.blogspot.com

Monday, March 3, 2014

3 Pilar Sukses Bisnis Oriflame


Berikut adalah 3 pilar sukses dalam berbisnis Oriflame, yaitu:

1. Siapkan mental (hindari jauh-jauh gengsi)
Sekarang coba kita bandingkan, mendingan mana tidak punya uang, tapi gengsi atau punya uang banyak secara otomatis gengsi akan ngikutin naik. Ya iyalah ya, bandingkan kl kita naik sepeda sama naik mobil CRV. Hhmm.. lebih bergengsi mana?

2.Tindakan
Hargailah waktu, sesempit apapun. Karena jika waktu sudah lewat, tidak akan pernah kembali lagi. Satu hal lagi yang berhubungaan dengan point ini adalah lakukan semua hal itu dari hati, dan hasilnya pasti akan mengikuti. Contoh mudah ni: coba lakukan kerjaan apapun (baik kerjaan kantor maupun  kerjaan rumah tangga), kalo tidak sepenuh hati, pasti akan lama kelarnya, kalaupun cepat kelar, hasilnya tidak maksimal kan?

3.Berpikir dan mau belajar dari orang sukses
Ini yang selama ini mungkin tidak kita sadari. Jangan pernah anggap bahwa diri kita itu pintar, serap semua ilmu seakan-akan kita sama sekali belum tau ilmu itu. Dan praktekkan, Jadi intinya mau belajar dan mendengarnya. Makanya kan ada pepatah bilang, sangat bahaya orang yang punya ilmu setengah-setengah, karena apa, dia menganggap bahwa dia dah tau segalanya dan tidak mau belajar lagi,

Sunday, March 2, 2014

Strategi Membangun Jaringan MLM


6 Strategi Membangun Jaringan MLM yang Kuat untuk Kunci Kesuksesan Anda

Untuk membangun jaringan yang besar dan kuat , seorang distributor MLM perlu kerja keras, semangat , kesabaran dan ketekunan. Selain kerja keras , anda juga perlu melakukan kerja cerdas. Berikut ada 6 strategi yang bisa anda lakukan untuk membangun secara cerdas jaringan bisnis MLM anda.

1. Membangun Impian Bersama

Membangun impian adalah pertama yang selalu dianjurkan ketika mulai menjalankan bisnis MLM , tetapi hal yang tidak kalah pentingnya adalah membangun impian bersama. Pertemukan bersama impian anggota jaringan anda. Satukan langkah dan coba semakan visi dan presepsi dulu , baru kemudian bangun jaringan bisnis MLM anda.

2. Lakukan Duplikasi

Ingin jaringan bisnis anda berkembang baik ? Lakukan duplikasi dengan benar dan bertahap. Di network marketing , tanpa ada duplikasi , bisnis MLM anda akan berjalan lambat dan kurang gairah. Anda harus meniru langkah orang yang sudah sukses di bisnis MLM anda , dan kembangkan keahlian itu dalam diri anda. Sesudah menguasai hal itu ajarkan kepada downline anda dengan sabar dan tekun tahap demi tahap sesuai dengan kemampuan dari downline anda. Anda harus siap membayar harganya jika ingin mencapai sukses , dengan bekerja keras dan menyediakan waktu untuk bisa membentuk jaringan yang besar.

3. Terus Belajar dan Inovatif

Banyak leader – leader MLM yang sukses dan cepat meraih keberhasilan karena banyak belajar. Tentunya anda harus belajar dari upline atau leader anda , lakukan sharing , Tanya jawab dan solusi pemecahan masalah. Belajar juga bisa dilakukan dengan menghadiri acara presentasi bisnis. Dengarkan dan catat semua tips dan kiat – kiat sukses dari para leader untuk membangun semangat anda. Yang juga penting adalah membaca buku , mendengarkan kaset dan vcd yang bermanfaat buat pengembangan diri dan pengembangan bisnis MLM anda. Jika anda punya akses internet , anda juga bisa belajar website motivasi dan website belajar online.

4. Jadilah Pelaku Sekaligus User

Sebagai distributor MLM tidak hanya bisa menjual , tetapi wajib menggunakan produk dari MLM yang anda jalani, sehingga manfaat dan kegunaan dari produk tersebut benar – benar anda rasakan sendiri. Pada saat menawarkan kepada calon pembeli atau member baru , anda dengan mudah dan percaya diri bisa mempresentasikannya. Jadi , pergunakan produk MLM anda untuk diri anda sendiri , baru kemudian ditawarkan kepada orang lain.

5. Pergunakan Tehnik Edifikasi

Jika anda baru memulai , anda mungkin belum mahir untuk melakukan presentasi. Lagipula kebanyakan orang yang dipresentasi selalu bertanya apa yang sudah anda capai, sementara anda belum mencapai sukses. Gunakan edifikasi , suatu langkah menawarkan sebuah bisnis MLM anda dengan memberitahukan leader yang sudah sukses di bisnis MLM tersebut. Tujuannya memotivasi calon downline. Mintalah upline leader anda yang sudah sukses untuk membantu anda melakukan presentasi.

6. Lakukan Team Work

Bisnis Network Marketing adalah bisnis kepercayaan, erat sekali kaitannya berbisnis secara gotong royong. Usahakan membentuk Teamwork yang solid. Jalin komunikasi yang baik dengan Leader , upline dan downline anda secara terus menerus, ini penting sebab tanpa berkomunikasi , anda akan terlambat memonitor informasi terbaru, terlambat bergerak dan terlambat untuk melakukan percepatan bisnis.

Di era internet , buatlah blog atau website bisnis sendiri , lalu promosikan blog / web anda di media website yang khusus mengulas tentang bisnis MLM. Dengan begitu peluang mendapatkan downline / prospek melalui internet sangat besar.

Sumber : Majalah Motivation edisi maret 2008

Saturday, March 1, 2014

Katalog Oriflame Indonesia edisi Maret 2014


Katalog Oriflame Indonesia edisi Maret 2014

Rayakan Hari Wanita dengan produk-produk terbaik hanya untuk wanita kuat - itu Anda
Kenali kecantikan Anda dengan penawaran terbaik bulan ini

Wanita di seluruh dunia...
Tunjukkan wajahmu dengan bangga

Selengkapnya klik di https://id.oriflame.com/products/catalogue-viewer.jhtml?per=201403