Friday, October 25, 2013
Working Mom Yang Cerdas
Harga kebutuhan sehari-hari yang kian melambung tinggi kerap kali menjadi alasan seorang wanita untuk tetap bekerja walaupun sudah berumah tangga.
Apalagi hal ini pasti menimbulkan dilema antara mengurus anak atau meninggalkan si buah hati untuk ditinggal bekerja.
Kalau sudah begini, Anda harus pintar-pintar membagi waktu antara pekerjaan kantor dan mengurus rumah tangga.
Untuk menjadi seorang working mom bisa jadi akan sangat menantang dan melelahkan, seperti yang dilansir dari workingmother.com, ada 6 tips yang bisa Anda ikuti untuk menjadi smart mother.
Buatlah batasan-batasan untuk diri Anda sendiri
Jika Anda sedang dalam sebuah pertemuan penting atau sedang sibuk bertemu dengan klien Anda, tidak mungkin mereka akan mengingatkan, "Ini sudah jam 6 sore, bukannya Anda harus pulang dan bertemu dengan anak-anak Anda?".
Tunjukkan kepada mereka Anda harus meninggalkan kantor tepat waktu. Anda harus bekerja secara cerdas dan efisien. Jangan habiskan waktu Anda dengan bermain ponsel atau bahkan melakukan tindakan-tindakan yang membuang percuma waktu Anda.
Jika perlu, lakukan pekerjaan Anda lebih dari yang diperintahkan oleh atasan Anda ketika waktu luang. Hal ini akan membuat Anda pulang dengan tepat waktu di hari-hari berikutnya. Jangan lupa untuk mengatur dan mengingatkan rekan kerja Anda jika Anda harus pulang tepat waktu.
Mengisyaratkan kepada rekan kerja jika Anda mempunyai keluarga yang harus diperhatikan pun juga sangatlah perlu. Anda bisa sesekali datang terlambat karena kerepotan mengurus suami dan anak Anda. Tetapi pasti hal ini akan membuat atasan Anda risih dengan batasan Anda, cobalah untuk melakukan pembicaraan yang terkait dengan pembagian waktu Anda di kantor dan di rumah.
Mintalah waktu cuti
Sesekali Anda perlu untuk meminta waktu cuti dan menghabiskan waktu di rumah dengan si buah hati Anda. Tetapi, alasan yang Anda utarakan pada atasan Anda haruslah tepat.
Jangan pernah memberi alasan yang tidak masuk akal, contohnya Anda meminta cuti untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan bayi Anda. Hal ini jelas akan menurunkan profesionalitas Anda dalam bekerja.
Cobalah untuk mencari alasan yang masuk akal, tunjukkan jika mungkin semua karyawan memang membutuhkan waktu cuti. Anda bisa mengatakan, sehari bekerja di rumah, akan membuat seseorang lebih kreatif dan produktif pada atasan Anda.
Luangkan waktu untuk menjemput si buah hati di sekolah
Kesibukan yang terus menerus menghabiskan waktu Anda di kantor, bisa mengurangi pertemuan Anda dengan anak Anda. Buatlah sedikit kejutan untuk anak Anda, luangkan waktu istirahat Anda untuk menjemputnya di sekolah.
Manfaatkan waktu sebaik mungkin, jika sempat ajaklah anak Anda untuk makan siang bersama Anda. Selain mempererat hubungan Anda dengan si anak, buah hati Anda akan senang melihat ibunya sendiri meluangkan waktu di tengah kesibukannya.
Mengajak buah hati Anda ke tempat kerja
Tidak ada salahnya untuk mengajak anak Anda ke tempat Anda bekerja. Selain untuk menambah waktu bersama Anda, hal ini jelas akan membantu si anak untuk bersosialisasi dengan rekan-rekan kerja Anda.
Contohnya jika Anda adalah seorang penjaga perpustakaan, ajaklah si kecil untuk ke perpustakaan tempat Anda bekerja. Ajaklah si anak untuk sesekali membantu pekerjaan Anda, misalnya dengan menyuruh dia mengatur atau menyampul buku. Tetapi pastikan, Anda memperhatikan dia dalam melakukan perintah Anda.
Pelajari apa yang dilakukan oleh ibu-ibu yang lainnya
Yang harus Anda ingat adalah Anda bukan satu-satunya working mom, wanita-wanita lain yang juga bernasib sama dengan Anda juga dapat dijadikan sumber informasi yang nyata. Anda dapat saling bercerita dengan mereka dan mendapatkan jurus-jurus jitu yang mungkin bisa membuat Anda berlama-lama dengan buah hati Anda meskipun harus bekerja.
Contohnya jika Anda membiasakan anak Anda tidur pada pukul 18.30 dan hanya membuat Anda bertemu selama 2,5 jam dari Anda pulang kantor, carilah solusi dari working mom yang lain. Bisa jadi mereka menyuruh anak-anaknya untuk tidur pada pukul 21.30 dengan porsi tidur siang yang ditambah.
Jangan dengarkan apa kata orang
Mungkin Anda adalah satu-satunya working mom di tempat Anak Anda bersekolah. Di mana wanita-wanita yang lainnya dapat menghabiskan banyak waktu untuk menjaga Anak mereka di sekolah.
Jelas dengan waktu yang amat terbatas, Anda tidak bisa mengikuti gaya hidup mereka. Bisa jadi hal ini membuat mereka berpikir jika Anda kurang bisa bersosialisasi dengan mereka. Jangan sekali-sekali mendengarkan apa kata orang, yang terpenting adalah kualitas pertemuan Anda dengan anak Anda di rumah.
Memang menjadi seorang ibu yang harus merangkap bekerja sangatlah tidak mudah. Tetapi jika Anda dapat melakukannya dengan benar, Anda akan sangat menikmati peran Anda sebagai seorang working mom. Anda harus lebih banyak bersyukur karena tak semua wanita dapat melakukannya, sekali Anda dapat membagi waktu dengan baik antara pekerjaan dan rumah tangga Anda, berarti Anda memang wanita yang patut diacungi jempol
Sumber : http://www.vemale.com
Labels:
Business
Thursday, October 24, 2013
Warna Lipstik yang Sesuai untuk Bibir Gelap
Perempuan yang memiliki bibir berwarna gelap seringkali kesulitan mencari warna bibir yang tepat.
Mayoritas, mereka tidak bisa mencari warna lipstik yang dikehendaki, sehingga berakhir dengan kondisi bibir yang terlihat lebih gelap.
Nah, berikut sejumlah tips membeli lipstik untuk perempuan yang memiliki bibir berwarna gelap.
- Biasanya kulit perempuan Asia memiliki warna bibir medium atau gelap. Pilih warna pale rose, berry reds, plum, perunggu, coklat, coffe dan emas.
- Untuk mencerahkan tampilan bibir, pilih warna lipstik atau lip gloos dua tingkat lebih gelap dari bibir. Warna lipstik seperti ini akan memberikan kesan yang natural sekaligus mencerahkan.
- Jangan memakai make up apapun saat mencoba lipstik di toko kosmetik. Warna lipstik akan terlihat cantik jika dikenakan tanpa tambahan make up lainnya.
- Selalu coba warna natural yang terap. Oleskan lipstik pada salah satu bibir. Jika warnanya lebih gelap dari warna asli bibir, makan lipstik itu pantas untuk dibeli.
Sumber : http://surabaya.tribunnews.com
Labels:
Beauty
Wednesday, October 23, 2013
Martha Tilaar
Nama Martha Tilaar sudah sangat populer yang dikenal sebagai seorang pengusaha wanita yang sukses, bisnisnya bergerak di bidang kosmetika dan juga produk jamu.
Brand awal yang dikeluarkan perusahaannya dan masih eksis hingga sekarang adalah Sariayu, yang kini seiring kesuksesannya ada beberapa brand lain di bawah naungan perusahaan kosmetik Martha Tilaar yang tentunya disesuaikan dengan segmen pasarnya masing-masing.
Wanita kelahiran Kebumen, 4 September 1937 ini menikah dengan H.A.R Tilaar dan dikaruniai empat orang anak ini juga tercatat sebagai pemilik usaha kerajinan di Yogyakarta serta Kampung Jamu Organik yang berlokasi di Cikarang, Bekasi.
Siapa sangka, seorang pemilik bisnis kosmetik sukses ini dulunya adalah gadis yang tomboy, masa kecilnya akrab dengan kegiatan seperti misalnya memanjat pohon, kulitnya pun berwarna gelap karena kebiasaannya beraktivitas di luar rumah.
Yang menjadi titik puncak ia lebih mengenal bahan-bahan kecantikan dan jamu-jamu tradisional ketika dirinya dan suami dihadapkan pada kenyataan pahit bahwa ia dan suami dinyatakan tidak bisa memiliki keturunan.
Bermodal ilmu yang diajarkan sang ibu dan nenek, serta keyakinannya akan keajaiban Tuhan, Martha berhasil meramu sendiri resep jamu yang kemudian membuahkan hasil lahirlah putri pertama mereka yang diberi nama Wulan Tilaar.
Dari sinilah kemudian di tahun 1970 ia kemudian memutuskan untuk membangun bisnis yans serius dengan basic ilmu yang ia miliki. Usaha salon kecil-kecilan pertamanya ia buka di garasi rumah orang tuanya di kawasan Menteng, Jakarta.
Martha Tilaar yang masih anggun meski sudah berkepala 7 ini justru bertutur tentang kearifan lokal yang jadi inti bisnisnya. Bagi pebisnis yang dikejar-kejar target tahun 2013, tuturan Martha pasti dinilai kuno. Tapi, mereka yang berbisnis karena passion akan diteguhkan sebab Martha sudah lebih dulu merasakan susahnya merintis usaha.
Martha Tilaar “bonek” alias bermodalkan nekat karena tidak mudah karena pada tahun ’70-an, Martha Tilaar tidak punya akses pengetahuan tentang jamu. Berbeda dengan sekarang, sudah banyak majalah.
Ayah Martha Tilaar bukan pengusaha, tapi kakek Martha Tilaar berjualan kelapa, tahu, susu, rempah-rempah, dan membuka toko roti juga. Kakek Martha Tilaar punya kebiasaan berbagi barang dagangannya dengan para pengemis yang selalu duduk-duduk dekat toko kalau sudah jam 1 siang. Sifat ini ada pada nenek juga. Beliau menasihati Martha Tilaar, “Kalau kamu kaya nanti, jangan nikmati kekayaanmu sendiri.”
We have to be in a team. Jangan mau sendiri-sendiri. Sekalipun sudah jadi pemilik, kita mesti mau mengumpulkan orang-orang yang lebih pintar dan berpengalaman daripada kita untuk berkarya. Maka, Martha Tilaar mengajarkan pada anak-anaknya, jangan sombong. Dan kita harus sabar karena kesuksesan adalah proses.
Jatuh bangun ia dalam memajukan bisnis ini, dulu banyak orang tidak yakin akan produk hasil racikannya bahkan memandang sebelah mata, namun kerja keras dan kegigihannya yang luar biasa itu tentulah lambat laun menuai hasil, buktinya produknya yang tidak hanya seputar produk herbal tapi juga produk kecantikan sudah bisa dinikmati wanita Indonesia hingga mendunia.
Tak hanya sukses berjualan, PT. Martina Berto dibawah asuhannya ini menjadi pabrik kosmetik pertama di Indonesia yang memperoleh 9001 Certification in ISO 2000.
Perusahaan ini juga menjadi satu-satuya pendiri Global Compact PBB dari Asia yang mendapatkan sertifikat ISO 14001 dan sertifikat GMP karena memiliki cara produksi kosmetika dan obat tradisional yang baik, sesuai standar kesehatan sehingga aman digunakan.
Tidak heran bila tahun 2008 ia dianugerahi penghargaan “Most Admired Enterprise di ASEAN” untuk kategori inovasi dari Asean Bussiness Forum.
Sumber :
http://inloveindonesia.com
http://swa.co.id
Labels:
Beauty
,
Business
,
Girl Power
,
Health
,
Inspirator
Tuesday, October 22, 2013
Rosalia Mera : "Co-Founder" Zara
Dari sekian banyak brand fashion di dunia, Zara termasuk salah satu brand yang jadi incaran pencinta mode. Sampai saat ini, Zara sudah memiliki 6.000 cabang yang tersebar di seluruh dunia.
Kisah sukses brand fashion ini tak lepas dari tangan dingin Rosalia Mera sebagai co-founder-nya. Tangan dinginnya membuat perempuan ini menjadi salah satu miliarder Spanyol dan menjadi ratu fashion dunia dengan kekayaan sekitar Rp 64 triliun lebih.
Rosalia yang memulai usaha pakaiannya, Inditex Group, pada tahun 1960 ini meninggal pada Kamis (15/8/2013) lalu. Perempuan kelahiran 28 Januari 1944 ini dilaporkan meninggal karena serangan stroke ketika sedang berlibur di Pulau Menorca, Spanyol. Ia meninggal dalam usia 69 tahun setelah dibawa ke rumah sakit di A Coruna, Spanyol.
"Inditex Group sangat berduka dan merasa kehilangan. Kami kehilangan orang yang sudah memberikan banyak kontribusi dan usul untuk perkembangan perusahaan," ungkap juru bicara Inditex Group (perusahaan induk yang menaungi Zara).
Selama hidupnya, perempuan yang drop out dari sekolah pada usia 11 tahun ini telah memberikan banyak pelajaran tentang membangun bisnis dan mencapai kesuksesan di bidang fashion. Berikut beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari usaha Mera membesarkan Zara.
1. Lakukan apa yang Anda anggap baik
Mera bukanlah lulusan sekolah tinggi dalam bidang fashion atau ekonomi dan tidak juga bekerja sebagai penjahit dari usia muda. Meski demikian, Mera memiliki keyakinan bahwa ia bisa sukses dalam usaha fashion. Kepercayaan diri ini membantunya yakin untuk membangun bisnis dari nol bersama mantan suaminya, Armancio Ortega.
Bersama Ortega, Mera mulai memproduksi pakaian dan gaun di rumah mereka di Spanyol. Usaha ini pun berkembang dan menjadikan Zara sebagai salah satu pelopor fast fashion dan bisnis ritel fashion paling sukses di dunia.
Mera memang bukan peramal yang bisa tahu bahwa ke depan bisnisnya bakal sukses. Namun, dengan keyakinan dan usahanya, Mera menunjukkan bahwa fokus pada keterampilan, menemukan dan menciptakan peluang, serta usaha keras adalah rumus klasik yang nyata untuk sukses.
2. Hati-hati pilih nama
Kabarnya, dulu Mera dan Ortega memilih nama Zorba untuk bisnis mereka. Zorba adalah seorang pahlawan dalam mitologi Yunani. Sayangnya, namanya ini ternyata sudah dipakai orang lain sebagai nama usahanya. Zorba pun diubah menjadi Zara. Sulit membayangkan harus berganti nama (karena Anda tahu filosofi dan harapan di dalamnya sangat bagus), namun apa mau dikata kalau sudah kalah lebih baik cepat pilih nama.
Lewat kejadian ini, Mera belajar bahwa menemukan nama yang tepat tidaklah mudah. Kuncinya adalah melakukan survei untuk memilih nama usaha dan mengalah jika ternyata Anda bukanlah orang pertama yang punya nama itu. Survei ini juga penting dilakukan untuk menghindari masalah duplikasi nama usaha, apalagi kalau sudah dipatenkan.
3. Memadukan cinta dan bisnis bisa berakibat fatal
Cinta dan bisnis adalah dua hal yang sulit diatur alurnya. Enrique Badia dalam bukunya, Zara and Her Sisters: The Story of the World's Largest Clothing Retailer, menuliskan bagaimana hubungan Mera dan Ortega mulai renggang setelah kelahiran anak kedua mereka, Marcos Ortega Mera, yang lahir dengan gangguan perkembangan. Mera menyerah bekerja di perusahaan dan fokus mengurus anaknya. Tak lama, Ortega dikabarkan berselingkuh dengan perempuan lain.
Pasangan ini akhirnya berpisah tahun 1986 dan memutuskan membagi dua saham perusahaan. Ortega memiliki saham 60 persen, dan Mera hanya 5,1 persen. Perpisahan ini juga akhirnya membuat Mera menyerahkan kursi kepemimpinan perusahaan kepada Ortega.
"Ketika terlibat pada hubungan kerja dan cinta, biasanya akan berakhir seperti ini. Dalam hubungan cinta, perempuan cenderung tunduk pada suami. Sedangkan dalam hubungan bisnis, orang yang paling dominanlah yang akan mengambil kendali perusahaan," jelas Lisa Brateman, relationship coach di New York.
Ia juga mengungkapkan bahwa pasangan yang memiliki dua hubungan seperti ini rentan bercerai karena kesulitan memisahkan masalah pribadi dan pekerjaan.
4. Jangan mudah terbawa emosi
Meski sudah bercerai, nyatanya Mera tak lantas terbawa emosi untuk memperebutkan haknya sebagai co-founder Zara. Mera tetap menerima bagian sahamnya yang berbeda jauh dengan mantan suaminya.
Meski menyerahkan kursi jabatan kepada mantan suaminya, Mera tidak lantas menjual sahamnya. Ia justru tetap memertahankan saham di perusahaan yang juga dibangunnya puluhan tahun silam. Ini rupanya dilakukan sebagai bentuk pengabdian dan penghargaan atas upaya dan kerja kerasnya selama ini, sekalipun hubungan pribadinya dengan mantan suami cukup pahit. Namun, ini bukan alasan untuk meninggalkan hal manis dari kesuksesan kerja kerasnya bersama Ortega.
5. Gunakan kekuatan Anda untuk hal-hal baik
Sekalipun tak memegang jabatan langsung di perusahaan Inditex, Mera tetap dianggap sebagai sosok yang powerful. Hebatnya, ia tetap rendah hati dan memutuskan untuk menggunakan kekuatannya untuk tujuan yang baik.
Mera dilaporkan banyak terlibat beragam aktivitas sosial di Spanyol, seperti penentangan aborsi terhadap pemerintah Spanyol, upaya penghematan, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan masyarakat. Dia juga dilaporkan banyak menginvestasikan uangnya untuk penelitian kanker, dan memberikan dukungan pada orang cacat fisik dan mental.
Memang, kekayaan membuat Mera jadi sosok yang bisa bicara dan didengar masyarakat. Namun, yang bisa dicontoh oleh para pemilik usaha adalah Anda tidak boleh hanya fokus pada usaha dan kesuksesan semata. Perhatikan juga isu sosial yang terjadi di sekitar Anda. Ingatlah bahwa usaha tak akan sukses tanpa adanya dukungan dari masyarakat sekitar.
6. Nikmati yang Anda miliki
Hidup terlalu indah untuk dilewatkan. Mera pun menyadari hal ini, dan ia pun terlihat sangat menikmati segala yang dimilikinya, anak-anak, usaha, dan lingkungan sosialnya.
Mera dilaporkan sangat sering mengunjungi komunitas tempatnya bergabung, dan juga sering menghabiskan waktunya di restoran lokal dan bar. Pelajaran yang penting adalah, sebagai pemilik usaha Anda harus pandai membagi waktu antara bekerja, merayakan keberhasilan, serta bergaul dengan teman dan keluarga.
Sumber :
Smart Company, Huffington Post
http://female.kompas.com
Labels:
Girl Power
,
Inspirator
Monday, October 21, 2013
Pola Pikir Pria dan Wanita Saat Berbisnis
Laki-laki atau perempuan punya hak yang sama untuk sukses. Berbagai cara dan usaha kerap dilakukan untuk mencapai kesuksesan yang diinginkan.
Setiap orang punya kriteria dan definisi sukses yang berbeda. Untuk itulah usaha yang dilakukan pun berbeda-beda.
Ada perbedaan perilaku sukses ini dibagi berdasarkan jenis kelamin, tentunya perilaku ini adalah untuk mencapai sukses.
Terdapat dua sifat dasar yang sangat berbeda satu sama lainnya. Terutama dalam hal pola pikir dan definisi suksesnya.
Pola pikir laki-laki cenderung lebih rumit dibanding perempuan. Meskipun laki-laki dan perempuan sama-sama punya keinginan untuk jadi wirausaha sukses, namun laki-laki cenderung memikirkan jenis bisnis atau produk jualan yang rumit.
Misalnya, angan-angan untuk menjual berbagai produk software, sepatu, tas, atau jaket handmade dan customize. Idenya memang menarik dan unik, hanya saja produk ini membutuhkan proses pembuatan yang memakan waktu lama untuk sampai ke konsumen.
Selain itu untuk mendapatkan pengrajin atau produk yang sesuai keinginan pun butuh waktu yang lama. Karena pola pikirnya mau usaha yang rumit dan keren, akhirnya butuh waktu lama untuk benar-benar mulai usahanya. Pertimbangannya panjang.
Sedangkan perempuan lebih cenderung berpikir dan memulai usaha dari hal-hal yang simpel. Ketika ingin jadi pewirausaha, biasanya perempuan akan mulai menjual hal yang biasa dilihat di sekitarnya. Misalnya, jualan kosmetik, baju, atau makanan. Mereka hanya mulai sebagai reseller.
Intinya, setelah mereka berpikir tentang pemasaran dan target marketnya, perempuan umumnya lebih cepat memulai usaha karena produk yang dijualnya simpel, dan bisa dibuat sendiri (makanan). Jangan salah, hal simpel seperti ini punya peluang yang sama dengan produk unik, limited, dan rumit untuk meraih kesuksesan.
Meski demikian hal ini bukan menjadi tolak ukur bahwa perempuan akan lebih sukses berwirausaha dibanding laki-laki. Karena peluang kesuksesan laki-laki dan perempuan berwirausaha tak hanya ditentukan dari jenis produk atau jasa yang dijualnya, melainkan juga dari strategi pemasaran, target konsumen, manajemen, dan lain-lainnya.
Sumber : http://female.kompas.com
Labels:
Business
Sunday, October 20, 2013
Alamat dan Nomer Telepon Cabang Oriflame Indonesia
Sumber : http://ccoriflame.co.id | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Labels:
Business
,
SimpleBiznet
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)





