Saturday, May 31, 2014

Silaturahmi dan Keluasan Relasi




Multia - Lita - Inna - Ami

Multia - Rosa

Ingin tambah rejeki dengan usia yang lebih berkah? 
Kuncinya perbanyak silaturrahim dan perbanyak saudara serta persaudaraan

Seperti Lebaran yang identik dengan silaturahmi. Kita menyempatkan diri untuk mengunjungi tetangga, keluarga, kerabat dan handai-taulan untuk saling bermaaf-maafan dan berbagi kebahagiaan. 

Silaturahmi memang paling banyak dilakukan di masa lebaran, namun sebenarnya kita dianjurkan untuk rajin bersilaturahmi sepanjang tahun (tidak hanya terbatas di masa lebaran) dan dilarang untuk memutuskan silaturahmi. 

Ada hadits (perkataan Nabi Muhammad SAW) yang menganjurkan kita agar rajin bersilaturahmi, karena silaturahmi memperpanjang umur dan memperbanyak rezeki. Sedemikian pentingnya silaturahmi, sampai-sampai orang yang memutus silaturahmi terancam masuk neraka.

Rezeki datang lewat manusia. Kalau Anda mengurung diri di kamar, rezeki tidak akan sekonyong-konyong muncul dari balik pintu. Dalam dunia pemasaran, salah satu prediktor kesuksesan staff penjual adalah keluasan relasi. 

Bahkan dalam industri asuransi, tes klasik yang diberikan untuk para calon agen adalah membuat “Daftar 100 Nama” orang-orang yang mengenal dan dikenal calon agen.

Pada pertengahan tahun 1970-an, Sosiolog Harvard bernama Mark Granovetter mempublikasikan risetnya yang kemudian menjadi karya monumental mengenai cara orang mendapatkan pekerjaan. Apa yang ditemukannya masih valid hingga sekarang, yaitu bahwa mayoritas orang mendapat pekerjaan melalui koneksi pribadi. 

Namun, satu temuan yang mengejutkan Granovetter adalah bahwa koneksi tersebut umumnya bukan teman atau saudara dekat. Si penerima kerja hanya sesekali dalam setahun bertemu dengannya.

Teman atau saudara jauh tersebut efektif dalam memberi informasi pekerjaan—menurut Granovetter—karena dia tahu banyak orang yang tidak Anda kenal, berbeda dengan kebanyakan relasi teman dan keluarga dekat Anda yang umumnya juga Anda kenal. 

Bersilaturahmilah dengan orang yang lama tidak Anda jumpai, seperti kawan sekolah dulu, saudara jauh, atau mantan rekan kerja, maka Anda berpeluang mendapat informasi berharga untuk bisnis atau pekerjaan Anda.

Pertukaran pikiran yang dilakukan melalui silaturahmi juga seringkali menghasilkan kesimpulan-kesimpulan brilian yang tidak kita peroleh dengan berpikir sendiri. 

Don Tapscott dan Anthony William dalam Wikinomics dengan gamblang menjelaskan kekuatan dahsyat kolaborasi, melalui “silaturahmi maya” yang memunculkan raksasa-raksasa baru seperti Facebook, Twitter, Youtube, dan lainnya. Konsep dasar wikinomics adalah bahwa kolaborasi terbuka menghasilkan output yang lebih hebat dibandingkan bila membatasi diri dalam kelompok tertutup.

Sumber
http://majalahkesehatan.com
http://multiafebriani.blogspot.com/2014/05/silaturahmi-dan-keluasan-relasi.html

Friday, May 30, 2014

5 Pertanyaan Untuk Mengetahui Passion Anda


Banyak orang yang bilang bahwa untuk sukses dalam hidup ini kita harus menemukan passion atau minat kita yang sebenarnya. Mungkin sudah puluhan atau bahkan ratusan kali Anda mendengar orang-orang berkata seperti itu. Tapi, sebenarnya bagaimana sih agar kita bisa menemukan passion itu?

Seperti yang dilansir dari fastcodesign.com, setidaknya ada 5 pertanyaan yang perlu Anda jawab untuk menemukan dan memastikan apa passion Anda yang sebenarnya. So, luangkan waktu Anda beberapa menit saja untuk menjawab pertanyaan ini. Are you ready?


1. Apa yang Anda Percayai?


"Adakah sesuatu yang benar-benar Anda percayai tetapi masih diragukan oleh banyak orang?"

Pertanyaan ini memiliki maksud dua hal. Pertama, untuk membantu kita mengetahui hal yang paling kita minati. Kedua, untuk mencari tahu apakah sesuatu ini benar-benar layak untuk diperjuangkan karena berbeda dari yang lainnya.

Pertanyaan ini memang cukup sulit karena menyangkut sesuatu yang dipercayai oleh diri kita sendiri dan diragukan oleh orang lain. Tetapi ini juga menguji seberapa yakin kita akan sesuatu yang sebenarnya sangat layak untuk diperjuangkan.


2. Apa Kekuatan Super Anda?

"Apa saja kekuatan super yang Anda miliki? Atau kemampuan yang sekiranya paling Anda kuasai?"

Mungkin Anda bisa mencoba melihat kembali ke masa kanak-kanak Anda dan mencari tahu hal yang paling Anda suka lakukan saat itu. Eric Maisel seorang psikoterapis dan penulis menyebutkan bahwa hal-hal yang kita sukai saat masih kecil biasanya masih kita sukai sampai sekarang. Dan di situlah biasanya letak passion kita.


3. "Apa yang ingin Anda coba sekarang?"

Satu dari sekian cara terbaik untuk menemukan passion atau tujuan hidup adalah dengan melakukan eksperimen. Seperti yang dikatakan oleh Herminia Ibarra, seorang profesor di INSEAD dan penulis "Working Identity: Unconventional Strategies for Reinventing Your Career", bahwa yang perlu kita lakukan adalah melakukan aksi. We need to act. 

Jadi coba cari tahu apa yang paling ingin Anda coba saat ini. Cari tahu hal yang bisa membuat Anda merasa bergairah dalam mencobanya, di situlah passion Anda berada.


4. Ingin Jadi Apa 20 Tahun ke Depan?

"Melihat dari sisi karir Anda, ingin jadi apa di 20 hingga 30 tahun ke depan?" 

Dalam sebuah wawancara, CEO LinkedIn Jeff Weiner berkata bahwa ia sering melontarkan pertanyaan itu ke para calon pegawainya. Dan ternyata tak banyak yang bisa memberikan jawaban atas pertanyaan itu. 

Jadi, sekarang lah saat yang tepat untuk memberikan jawaban yang tepat untuk pertanyaan itu. Dengan menjawab pertanyaan itu, Anda setidaknya sudah memiliki gambaran dan tujuan hidup Anda. Passion Anda pun tak berbeda jauh dari tujuan dan gambaran hidup Anda di masa yang akan datang tersebut.


5. Siapa Anda?

"Jadi, siapa Anda?"
Pertanyaan terakhir bisa jadi yang paling singkat tetapi termasuk yang paling sulit untuk dijawab. Siapa Anda? Gambarkan diri Anda dalam satu kalimat singkat. Jika gambaran impian tentang diri Anda itu belum tercapai, Anda harus bergerak sekarang juga untuk mewujudkan gambaran impian tersebut.

Bagi sebagian orang, menemukan passion itu sangat mudah. Tapi tidak bagi sebagian orang yang lain. Terlepas dari itu semua, ketika Anda sudah menemukan passion itu, teruslah berjuang dan raih kesuksesan Anda dengan passion yang Anda miliki tersebut.


Sumber :
http://www.vemale.com

Thursday, May 29, 2014

Kerja Kantoran Sambil Bisnis


Gaji tetap sudah ada. Pekerjaan juga sudah dipunya. Tapi, ketika keinginan untuk membuat dan merintis usaha sendiri itu sudah tak tertahankan lagi, apa yang harus dilakukan? Merintis sebuah usaha sendiri tidak bisa terjadi dalam satu malam saja. Ada banyak tahapan yang harus dilakukan. 

Sebenarnya ada dua opsi yang tersedia jika Anda ingin segera merealisasikan keinginan Anda untuk merintis usaha sendiri. Pertama, keluar dari pekerjaan Anda yang sekarang dan fokus merintis usaha Anda sendiri. Kedua, tetap bekerja seperti biasa di kantor Anda sekarang sambil mulai merintis usaha atau bisnis sendiri. Jika opsi kedua yang Anda pilih, Anda harus siap menghadapi tiga tantangan utama berikut ini.

Waktu! Waktu! Waktu!
Ini dia tantangan paling berat yang akan Anda hadapi jika Anda masih tetap menjalani rutinitas harian Anda bekerja di kantor sambil berusaha untuk merintis usaha Anda. Agar bisa memanfaatkan waktu dengan baik, Anda harus bisa membuat prioritas yang tepat. 

Buat jadwal kegiatan harian Anda, termasuk jam kerja Anda setiap harinya. Usahakan untuk bisa memanfaatkan waktu Anda dengan lebih efektif dan produktif. Misalnya, Anda bisa coba untuk membuat tenggat waktu atau deadline yang lebih ketat dari biasanya. Dengan begini, Anda akan semakin terpacu untuk menyelesaikan setiap pekerjaan Anda. Tapi jangan lupa juga buat jadwal untuk istirahat atau sekadar menghabiskan waktu bersenang-senang dengan keluarga.

Perencanaan Bisnis yang Matang
Agar nantinya bisnis Anda bisa benar-benar sukses, Anda harus membuat perencanaan yang matang. Buat rencana bisnis langsung dalam jangka panjang. Pastikan semua persiapan sudah bisa terpenuhi dan tak ada yang terlewat. Jangan takut dengan usaha trial and error. Anda juga harus bisa menyiapkan mental Anda. 

Membangun bisnis sendiri dan Anda menjadi bos untuk Anda sendiri juga butuh persiapan mental yang matang. Dalam perencanaan tersebut, perlu juga mencantumkan kapan tepatnya Anda akan keluar dari pekerjaan Anda yang sekarang dan benar-benar fokus dengan bisnis Anda. Fokus itu juga sangat penting untuk kesuksesan bisnis Anda.

Temukan Orang-Orang yang Bisa Selalu Mendukung Anda
Selain motivasi kuat dalam diri, Anda pun perlu dukungan dari orang-orang terdekat atau orang di sekitar Anda. Bisa jadi orang tua, saudara, atau pasangan Anda. Ketika Anda merasa lelah atau seperti sudah kewalahan untuk melakukan semuanya, Anda masih punya orang untuk bisa saling berbagi cerita dan yang bisa memberi Anda dorongan dan semangat untuk terus melangkah.

Sumber :
http://www.vemale.com

Wednesday, May 28, 2014

Gaya Hidup Wirausahawan Sukses


Bekerja di kantor dengan rutinitas yang sama setiap hari bisa jadi membuat banyak orang merasa bosan dan jenuh. Apakah Anda salah satunya? Terbersit pula pikiran untuk membuat usaha sendiri?

Tak pernah ada kata terlambat untuk mengusahakan kesuksesan. Yang ada hanya kemauan dan optimisme Anda untuk sukses. Kalau Anda ingin memimpin jalan masa depan Anda sendiri, biasakan beberapa hal ini dari sekarang.


Waktu Untuk Melakukan Yang Mau Anda Lakukan

Ini bukanlah sekedar tentang bersenang-senang. Kalau pekerjaan kita adalah hal yang kita sukai, maka kita tak akan merasa terbebani. Belajar melakukan hal yang kita sukai akan membuat kita memahami hal penting apa yang perlu kita lakukan dalam hidup. Selain itu juga membuat kita belajar memprioritaskan sesuatu.


Punya Keinginan Menjadi Pemimpin

Bukan sekedar ambisi, namun kalau Anda ingin menguasai bidang yang Anda tekuni sebagai pekerjaan nantinya, maka Anda perlu mempelajari aturan menjadi seorang leader, baik bagi diri Anda sendiri, maupun dengan tim.


Belajar Dari Kesalahan

Kesalahan seringkali menjadi sandungan yang dianggap sebagai bencana. Jangan berhenti sampai di situ. pelajari kesalahan Anda, sekecil papaun itu. Komitmen untuk tak mengulanginya lagi dan bagaimana cara Anda mengendalikan situasi seperti itu. Dengan begitu Anda tak akan terpuruk berlama-lama dan makin kuat membangun kesiapan untuk berwirausaha sendiri.


Ide Anda Mungkin Tak Mujarab Sekarang

Jangan khwatir. Kadang kita punya ide yang sangat brilian dan orang tak begitu menghiraukannya. Ini hanay masalah waktu. Tren terus bergulir dan suatu hal akan booming pada waktunya. Namun jangan pernah takut menjadi trendsetter dan memikirkan cara untuk membuatnya makin disukai oleh banyak orang.


Ketekunan Adalah Kuncinya

Ada tipe orang yang mudah berubah dalam melakukan sesuatu, ada juga yang mudah menyambung ketekunan mereka yang sempat down. Namun bagaimanapun memegang teguh ketekunan selalu menjadi kunci untuk keberhasilan. Kalau ketekunan tak juga membuahkan hasil, Anda perlu menambahkan sedikit kreativitas dan improvisasi. Jangan pernah menyerah dan terus melajar untuk mengembangkan apa yang Anda tekuni.

Selalu ada kesempatan bagi mereka yang mau berusaha dan menemukannya. Semoga kelima hal di atas bisa bermanfaat bagi Anda. 

Good luck and never give up.


Sumber :
http://www.vemale.com

Tuesday, May 27, 2014

Dian Aryani : Baju Muslim Diff


Berani Berinovasi, Wanita Ini Raup Omzet Bisnis Pakaian Rp 100 Juta/Bulan

Berawal dari bosan memakai baju muslim yang monoton, pemilik merek baju muslim Diff, Dian Aryani mencoba membuat inovasi dengan menghadirkan baju muslim long dress bergaya kasual. Long dress milik Dian ini dirancang untuk dipakai dalam keseharian, simpel namun tetap gaya.

"Saya kan pakai jilbab tahun 2004. Waktu itu kan baju muslim nggak banyak pilihan ya. Dari situ saya coba desain sendiri. Long dress casual, kita simpel saja, untuk daily. Nggak kehilangan muslimnya tapi tetap modis, bisa dipadu padan, biar enak, nggak monoton," kata Dian kepada detikFinance, di acara Indonesian Islamic Fashion Festival 2013, di JCC Senayan, Jumat (31/5/2013).

Dari inovasinya itu, Dian berhasil meraup omzet hingga Rp 100 juta per bulan. Produk-produk rancangan milik Dian ini dibanderol dengan harga di kisaran Rp 285 ribu sampai Rp 345 ribu per potongnya. Untuk yang paling murah Rp 285 ribu dibanderol untuk long dress model Tasya Dress, sementara yang paling mahal Liza Glitter Dress dibanderol Rp 345 ribu.

Dian juga menyediakan model-model long dress lain, seperti Kelly Stripe Dress, Gracia Long Cardigan Dress, Veronica Dress, Sherly Dress, dan Taskia Dress. "Bahannya pakai jersey, sifon, katun, dan rayon jadi adem dan santai, nggak berat. Yang paling laku itu Sherly Dress," ujarnya.

Dian menjelaskan, long dress miliknya ini tidak hanya bisa dipakai untuk yang bertubuh tinggi saja, namun untuk semua ukuran tinggi badan.

"Biasanya long dress kan Cuma buat yang tinggi ya, yang badannya kecil susah cari long dress, nah kalau ini bisa untuk semua, all size jadi bisa dipakai untuk semua,” kata Dian.

Sumber :
http://finance.detik.com

Monday, May 26, 2014

5 Langkah Sukses Si "Top Leader" MLM


Tak mudah memang menjadi ibu bekerja. Namun, hal ini ternyata dapat dilakoni dengan mulus oleh Meuthia Rizki. Meski sempat mengalami jatuh bangun dalam membangun bisnis, ia tetap memiliki mimpi untuk sukses dalam kariernya. Setelah berjuang selama 12 tahun, Meuthia berhasil mencapai posisi top leader di bisnis MLM (multi level marketing) brand kosmetik Oriflame.

"Saya hanya punya cita-cita untuk keliling dunia. Tetapi setelah 12 tahun berjuang, kini saya bisa mendapatkan penghasilan tinggi dan berkali-kali keliling dunia," tukasnya bangga.

Salah satu hal yang patut dicontoh dari Meuthia adalah sifatnya yang tak pantang menyerah. Sekalipun berkali-kali gagal membangun usaha, bahkan nyaris dipenjara, namun ia siap untuk bangkit dan memulai kembali kesuksesannya. 

Berikut beberapa tips Meuthia untuk mendapatkan kesuksesan usaha.

1. Tidak pernah menyerah
Meski terlihat sepele, namun kata-kata ini memang tidak pernah salah. Dalam hidup, semua manusia akan menghadapi kesulitan dan tantangan, namun hal ini jangan sampai membuat Anda menyerah. Meuthia mengungkapkan, saat putus asa cara yang paling ampuh untuk bangkit adalah dengan mengingat kembali mimpi-mimpinya.

"Ketika saya depresi, saya ingat lagi mimpi-mimpi itu. Kemudian saya berdoa dan ikhlas jika untuk sukses saya harus 'dibanting-banting' seperti ini dulu, karena saya yakin saya pasti sukses," tukas perempuan yang akrab disapa Thia ini.

2. Jangan ragu mulai dari nol
Salah satu kelemahan banyak orang dalam berbisnis adalah keengganan untuk memulai bisnis lagi dari nol. Meuthia mengungkapkan, ketika gagal, banyak orang yang terus berlarut-larut dalam kegagalannya. Selain itu mereka malas untuk kembali berbisnis karena harus memulai segalanya dari awal dan berusaha dengan keras. "Ketika gagal, saya tidak malu untuk memulai bisnis dari awal. Mulai lagi semua usaha dan pekerjaan dari paling bawah, di usia yang sudah tak muda lagi saat itu. Tapi, tidak ada kata terlambat untuk sukses," jelasnya.

3. Dukungan keluarga
Selain keyakinan akan sukses, dukungan keluarga memegang peranan penting dalam kesuksesan seseorang. Thia menambahkan, dukungan keluarga akan membantu mendukung dan memotivasi seseorang untuk tetap berjuang dan sukses. "Semangat, dukungan, dan doa dari keluarga akan menjadi amunisi untuk perjuangan Anda," sarannya.

4. Berkumpul dengan orang sukses
Untuk mendapatkan kesuksesan, khususnya dalam bisnis, Thia menyarankan Anda untuk sering-sering berkumpul bersama orang-orang yang sudah sukses. Hal ini dilakukan bukan sekadar untuk mendengarkan teori dan motivasi untuk sukses, namun untuk berbagi pengalaman dan perjuangan saat menghadapi jatuh-bangun yang pernah mereka alami.

Dengan adanya sharing pengalaman tersebut, Anda bisa memetik berbagai hal positif yang bisa diterapkan untuk diri sendiri. "Selain itu, berkumpul bersama orang sukses dan mendengarkan kisah suksesnya akan membuat Anda merasa 'iri' dalam arti positif untuk bisa sukses seperti mereka," jelasnya.

5. Tetapkan target 
Dalam berbisnis, ada dua target yang harus Anda buat, yaitu target bangkit dan target mundur. Saat mengalami kegagalan, rasa sedih memang tak bisa dihindari. Hanya saja sampai kapan hal ini akan berlanjut dan semakin membuat hidup Anda terpuruk? Tak ada salahnya untuk merasa sedih, namun jangan sampai berlarut-larut. Tetapkan target untuk bisa bangkit lagi, dan memulai semuanya untuk mencapai kesuksesan. 

Selain itu, ketika sedang menjalankan sebuah usaha, perhatikan dengan seksama apakah pekerjaan yang Anda lakukan bisa membawa kesuksesan. Ketika pekerjaan ini tidak bisa membuat Anda mencapai tujuan, tetapkan target untuk mundur. "Beri target pada diri sendiri di pekerjaan. Misalnya jika dalam jangka waktu tertentu pekerjaan ini tidak bisa membawa kesuksesan, maka Anda harus mundur dan mencari yang lain. Hanya yang harus diingat adalah Anda juga sudah bekerja semaksimal mungkin," pungkas Thia.


Penulis : Christina Andhika Setyanti
Editor : Dini


Sumber :
http://female.kompas.com/read/2012/07/23/17195883/5.Langkah.Sukses.Si.Top.Leader.MLM

Sunday, May 25, 2014

Sukses Bisnis Kue Lapis dengan Modal Rp 500.000


Rizka Wahyu Romadhona merupakan juara 1 Wirausaha Muda Mandiri pada tahun 2012. Wanita ini sukses menjalankan usaha Kue Lapis Bogor, yang ia rintis sejak 2011 lalu. 

Awalnya Rizka mendirikan usaha Kue Lapis Bogor hanya bermodal Rp 500.000. Usaha ini awalnya hanya usaha rumahan dengan omzet penjualan yang tidak terlalu besar.

Pada tahun 2012 Rizka mencoba mendaftar sebagai peserta Wirausaha Muda Mandiri yang diselenggarakan Bank Mandiri. Tekatnya yang bulat untuk terus berusaha akhirnya membuahkan hasil. 

Pada acara itu, Rizka bersama usahanya berhasil menjadi juara Wirausaha Muda Mandiri. Rizka masih ingat saat datang ke Jakarta waktu itu sedang dalam keadaan hujan deras, namun hal itu tidak menurunkan niatnya untuk mengikuti lomba.

"Saya masih sangat ingat saat itu hujan deras sekali, dan mungkin saya satu-satunya peserta dari Bogor yang datang ke acara tersebut," katanya kepada detikFinance kemarin di Jakarta.

Banyak perkembangan yang ia dapat setelah menjadi pemenang dalam acara Wirausaha Muda Mandiri,antara lain soal pemasaran. Setelah menjadi pemenang banyak media yang meliput sehingga semakin banyak pula orang yang tahu produk dan bisnisnya. Selain itu Rizka juga diajarkan dalam hal efisiensi produksi dan juga sistem pembukuan yang lebih sistematis dan terperinci.

"Berkat menjadi juara di Wirausaha Muda Mandiri membuat semakin banyak media yang meliput, sehingga membuat semakin banyak orang yang tahu kue lapis Bogor. Sehingga semakin ramai pula outlet saya," katanya.

Kini usaha kue lapis Bogor miliknya mampu terjual 1.000 boks Kue lapis Bogor setiap hari. Dengan nama 'Sangkuriang, Oleh Oleh Cita Rasa Bogor' produknya terdiri dari varian menu antaralain lapis Bogor original, green tea, brownies keju dan brownies polos harga yg dipatok berkisar antara Rp 20.000 hingga Rp 30.000. 

Bahkan saat ini banyak orang Jakarta yang datang ke Bogor hanya untuk membeli produknya. Hebatnya lagi saat ramai para pelanggan bisa antre hingga 2 jam untuk mendapatkan produk kue lapisnya. Outletnya mulai dibuka dari jam 07.00 hingga jam 20.30 malam ini beralamat di Jalan Pajajaran No 20, Bogor.

"Saat ini kami mampu menjual 1.000 boks setiap hari, sekarang juga banyak orang yang datang ke Bogor hanya untuk beli kue lapis," ucapnya sumringah.

Kejelian perempuan yang besar di Bogor ini dalam membaca peluang di Kota Hujan, membuat kue buatannya, Lapis Bogor Sangkuriang laris manis diburu pembeli. Padahal, Rizka Wahyu Romadhona sempat sukses lewat usaha bakso yang memiliki 20 cabang dengan sistem kemitraan. Namun akibat ada mismanagement, omzet terus menurun dan akhirnya mengalami kebangkrutan. “Tak hanya itu, cicilan rumah kami empat bulan tak bisa terbayar, mobil terpaksa dijual, tiga motor operasional pun ditarik kembali oleh leasing,” ujar Rizka saat ditemui di tempat usahanya.

Kondisi keuangan yang benar-benar minus, memaksa Rizka berpikir keras akan penganan yang bisa dijual tapi punya keunikan. Akhirnya, terbersit ide membuat oleh-oleh berupa kue lapis talas dengan nama Lapis Bogor Sangkuriang. “Kami terinspirasi dari lapis Surabaya. Jadi, kenapa di Bogor tidak ada lapis Bogor? Bogor, kan, kota pariwisata. Tiap akhir pekan selalu macet oleh wisatawan. Kami pikir, jika bisa menjaring 10 persen saja dari mereka untuk beli produk kami, sudah lumayan.”

Nah, lantaran Bogor identik dengan talas, maka jenis umbi-umbian ini pun diolah jadi makanan modern. Padahal, Rizka mengakui, dirinya tak mahir membuat kue. Ia hanya coba-coba memodifikasi resep yang dipelajari dari ibunya. “Kebetulan Ibu suka bikin kue rumahan. Saya juga pernah bikin kue. Tapi yang saya bisa, ya, lapis Bogor ini.”

Hanya bermodal Rp500 ribu dari peninggalan bisnis bakso, Rizka dan sang suami bergerilya membeli bahan baku dan alat pengukus. Oleh karena dikerjakan hanya berdua, mereka memulai produksi sejak pukul 06.00 hingga pukul 04.00 esok harinya. Tak punya outlet untuk menjual produknya, mereka pun mendatangi kantor-kantor juga orang terdekat. Seperti setelah mendapat pesanan dari tetangga, Rizka mulai menawarkan kue lapisnya ke teman-teman kampus, keluarga lain, kelompok pengajian, dan komunitas, seperti komunitas entrepreneur.

Tak patah arang, ia juga menjajal ke instansi pemerintah. Beruntung pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) merespons baik, bahkan Rizka ditawari menjadi mitra binaan mereka. “Saya sering diajak pameran dan mendapat berbagai pelatihan. Saya juga coba masuk ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, karena di kemasan kue lapis ini tercantum slogan “Visit Bogor”. Alhamdulillah, respons mereka juga positif.”

Selanjutnya, bisa ditebak, kue lapis Rizka makin merajalela. Produknya dikenalkan ke Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota dan Kabupaten Bogor. Semula hanya satu, lapis Bogor keju. Tapi sekarang ada lapis Bogor talas, lapis Bogor Brownies talas, dan lapis Bogor teh Bogor (green tea). “Kini dalam proses produksi kami berusaha meminimalisir sentuhan tangan selama proses produksi. Jadi hampir semua proses menggunakan mesin, termasuk mengoles krim lapisannya.”

Begitu pun dalam penggunaan kemasan. Rizka mendapat banyak pembelajaran. “Setelah ikut beberapa pelatihan saya baru sadar, packaging itu penting banget. Jadi saya mulai ganti kemasan pakai boks. Hasilnya, orang jadi makin tertarik dan lonjakan penjualannya lumayan.”

Dari hanya dua boks, kini hasil penjualan mencapai 2.000 boks per hari dengan harga Rp25-30 ribu per boks. Outlet pertama berada di Jalan Baru (Jalan Soleh Iskandar), Bogor, sejak Desember 2011. Empat bulan kemudian, ia membuka outlet di Jalan Pajajaran dan di Puncak pada Desember 2012. Semakin berkembang, Rizka juga sudah punya pabrik sendiri di Tanah Baru, Bogor.

Ciri khas lapis Bogor ini tentu menggunakan talas, teksturnya sangat lembut, dan rasanya tak terlalu manis. Biasanya dijadikan oleh-oleh, dikonsumsi sendiri, arisan, rapat, dan lainnya. “Kami juga sering diminta Istana Negara di Bogor dan Cipanas untuk berbagai acara. Ketika Ibu Ani Yudhoyono ulang tahun beberapa waktu lalu, kue kami dijadikan sebagai suvenirnya. Artis juga banyak yang beli ke sini. Mereka tahu dari media dan sosial media.”

Saking larisnya jumlah pembelian lalu dibatasi maksimal lima boks per orang. Bukan apa-apa, sebab baru satu jam dikirim, kue sudah habis karena satu orang bisa beli dalam jumlah banyak. Sehingga, pembeli berikutnya tak kebagian, terutama wisatawan yang datang dari luar kota di akhir pekan.

Ternyata setelah ditilik, orang yang beli dalam jumlah banyak ini menjualnya lagi dengan mobil di tempat parkir depan outlet milik Rizka. Selain dipatok dengan harga tinggi, kue itu tak bisa dijamin kualitasnya. Komplain pun pernah ia terima meski si pembeli tak beli kue langsung di outlet miliknya. “Kue lapis Bogor ini tak menggunakan pengawet, sehingga rentan terhadap panas. Jika biasanya masa kedaluwarsanya empat hari, bisa jadi akhirnya cuma dua hari karena dijual di tempat yang terkena sinar matahari.”

Lewat akun Facebook Lapis Bogor dan Twitter @LapisBogor Rizka pun bertekad terus mengelola usahanya tanpa sistem waralaba. “Dulu, cuma saya dan suami yang kelola. Sekarang suami hanya mengurusi operasional, sementara saya mengurusi manajemen,” ujar peraih beberapa penghargaan wirausaha ini.


Sumber :
http://finance.detik.com
http://www.tabloidnova.com

Saturday, May 24, 2014

Langkah Memulai Bisnis


Memulai bisnis tak sesulit bayangannya, asal Anda tahu triknya.

Punya bisnis sendiri rasanya memang menyenangkan. Apalagi jika berhasil meraih sukses. Usaha dan kerja keras kita membangun bisnis, terbayar impas. Namun, butuh persiapan matang untuk memulai bisnis sendiri. Agar tak salah langkah, perhatikan 11 langkah awal memulai bisnis berikut:

1.Tentukan ide usaha
Sesuaikan usaha yang akan dibuka dengan kemampuan, minat dan bakat yang Anda miliki. Namun, tentu dengan tetap memerhatikan selera pasar dan peluang yang ada. Misalnya dengan menjual sesuatu yang belum pernah ada di lingkungan Anda, sehingga terkesan unik dan menarik.

2.Menganalisa jenis usaha
Pastikan bisnis yang didirikan adalah jenis usaha yang Anda minati. Sehingga Anda tak setengah hati menjalankannya dan akan semakin baik, jika didukung dengan pengetahuan dan pengalaman Anda di bidang tersebut. Dan jangan lupa, lakukan analisis Break Event Point untuk menentukan potensi yang ada dalam jenis usaha Anda.

3.Ciptakan visi dan misi usaha
Sebuah usaha harus mempunyai visi dan misi yang jelas, sehingga tujuan dan langkah usaha tersebut dapat terstruktur dengan baik untuk menunjang pengembangan usaha yang dibangun.

4.Siapkan Modal
Modal merupakan faktor penting dalam memulai usaha sendiri. Modal bisa didapat dari, modal sendiri dari hasil menabung, mencari modal dari investor, atau meminjan uang dari bank, dan sistem partnership. Oya, jika modal belum cukup dan tak ingin berhutang, Anda bisa juga memulai bisnis tanpa modal dengan menjadi reseller (pengecer) suatu produk.

5.Hemat pengeluaran
Hindari menghabiskan modal untuk hal-hal yang tidak terlalu perlu, seperti interior mewah. Ada Mempercantik tempat bisnis Anda memang perlu untuk menarik perhatian customer, tapi perlu diingat, ada kebutuhan biaya lain yang harus Anda keluarkan, misalnya membayar gaji pegawai dan membayar sewa tempat.

6.Mulai wujudkan
Sebaik apapun ide usaha yang Anda punya, tidak akan pernah menjadi usaha yang sukses jika tidak pernah diwujudkan. Mulailah segera usaha yang telah Anda rencanakan, dengan penuh keyakinan dan ketekunan.

7.Selalu belajar 
Tak perlu gengsi untuk belajar dan mengamati pengusaha yang telah sukses dengan bidang yang sama. Selain itu,  perdalam pengetahuan mengenai semua hal yang berhubungan dengan bisnis yang dijalankan, agar produk Anda bisa lebih inovatif.

8.Hadapi hambatan dan kegagalan
Membangun sebuah usaha hingga sukses tidaklah mudah, adanya hambatan serta risiko kegagalan bisa terjadi kapan saja. Tetaplah semangat dan positive thinking, selama Anda menjalankan bisnis dengan cara yang baik tentu akan selalu ada solusi dari setiap masalah. 

9.Perluas networking Anda
Networking sangat penting untuk kemajuan bisnis. Anda bisa bergabung dengan komunitas yang terkait dengan jenis usaha Anda. Hal ini juga membuka kesempatan promo bisnis Anda dilakukan dengan cara words of mouth

10.Promosi
Tentukan strategi promosi yang akan dilakukan untuk mengenalkan produk atau bisnis Anda pada customer. Kini, jejaring sosial bisa menjadi pilihan media yang cepat dan tepat sasaran, dan gratis, sehingga bisa menghemat pengeluaran Anda.

11.Legalkan bisnis
Jadikan usaha Anda sebagai usaha yang legal dan diakui secara hukum. Langkah awal tentukan struktur hukum, pilih nama untuk bisnis Anda, setelah itu daftarkan nama usaha Anda kepada Ditjen Hak Kekayaan Intelektual sebagai merek dagang resmi dan sah di mata hukum, sehingga Anda bisa dijalankan dengan aman dan nyaman.

(CHIC/Bestari Kumalasari/Turi Miasih)

Sumber : 
http://www.chicmagz.com
http://female.kompas.com

Friday, May 23, 2014

Victoria Beckham : Karier dan Keluarga


Cara Victoria Beckham Menyeimbangkan Karier dan Keluarga

Perancang busana merupakan profesi yang menuntut dedikasi dan komitmen waktu. Lalu, bagaimana Victoria Beckham yang memiliki empat anak mengimbangi antara karier dan keluarga? Pasalnya, sebagai seorang desainer, istri David Beckham yang akrab disapa Vic ini, acap kali melakukan perjalanan bisnis dengan jarak tempuh yang terbilang jauh dan memakan waktu. 

"Saya adalah tipe orang yang selalu mengikuti mimpi, saya juga seseorang yang passionate dan fokus dalam mengerjakan segala sesuatunya. Saya banyak mendapat pertanyaan serupa tentang bagaimana caranya membagi waktu untuk keluarga. Memang, jadi ibu bekerja itu tidak mudah, penuh perjuangan" kata Victoria Beckham saat berkunjung ke Jakarta, Selasa (13/5/2014) lalu.

Vic juga mengaku bahwa dirinya memiliki kerabat keluarga yang mendukung kariernya. Jadi, meskipun Vic dan David Beckham sedang sama-sama sibuk, berpergian ke luar negeri, dan harus meninggalkan anak-anak di rumah, ia mengaku tidak khawatir.

Saling mendukung pada keluarga Beckham ini terbukti dengan kehadiran David dan anak-anak pada setiap pergelaran busana koleksi terbaru dari label Victoria Beckham. Selain itu, untuk mengisi waktu sengggang, Vic dan David selalu menyempatkan untuk berliburbersama. 

"Saya beruntung karena saya memiliki tim dan orang-orang yang sangat mendukung saya, untuk melakukan setiap hal yang sudah tertulis dalam diary saya dan apa yang harus dilakukan," ujar Victoria.

Selain dukungan orang-orang terdekatnya, kemampuan untuk menyeimbangkan kehidupan karier dan keluarganya ini juga berkat inspirasi dari ibu-ibu bekerja lainnya. "Sangat berat untuk menjadi ibu bekerja, tetapi perempuan-perempuan harus berusaha bersama untuk memberdayakan perempuan lain, dan saling support satu sama lain untuk memberikan kekuatan," ujarnya.  

Sumber :
http://female.kompas.com

Thursday, May 22, 2014

Momo Geisha Buka Bisnis Butik di Bali


Bisnis ternyata menjadi magnet bagi para selebritas tanah air. Seakan tidak ingin ketinggalan dengan rekan sesama artis, vokalis band Geisha, Momo juga mulai melirik bisnis. Kegemarannya pada fashion ternyata mendulang ide untuk membuka butik. Tidak tanggungtanggung, wanita kelahiran Pekan baru itu pun memilih Bali sebagai lokasi butiknya.

’’Aku suka fashion, makanya memutuskan buka butik di Bali. Bukan bisnis yang gimana gitu. Iseng aja,’’ ujarnya seperti dilansir INDOPOS.

Dia pun mengaku tidak mengejar omzet dalam bisnis butiknya. ’’Kalau pun nanti ternyata bisa diterima ’’pasar’’ aku bersyukur banget. Tapi untuk saat ini belum ada target mencari keuntungan,’’ katanya merendah.

Wanita yang sempat berkolaborasi dengan band NOAH itu mengaku hobi berpakaian fashionable. Nah, melalui butiknya itu, dia hanya ingin berbagi selera fashion dengan konsumen. ’’Kalau cocok silakan beli,’’ singkatnya, lantas tersenyum. Meski mengaku awalnya hanya sekedar iseng, Momo mengaku bahwa dia tidak main-main dengan usaha ini.

Walau pun terkesan santai, tetapi tetap dengan konsep butik dan produk yang baik. ’’Ini kan cuma sampingan. Yang utama tetap Geisha,’’ tegasnya. Memilih Bali sebagai lokasi butik, bukan berarti produk yang ditawarkan berharga mahal. ’’Aku buka butik bukan yang mahal gimana gitu. Soalnya kita memang nyasar warga lokal. Kasih harga murah, tapi kualitas bagus,’’ promosinya.

Momo mengelak anggapan orang bahwa dia membuka butik di Bali karena ingin menjaring turis untuk membeli produk fashion yang dia tawarkan. ’’Pilih Bali karena ada teman di sana. Jadi dia yang ngurus semuanya. Tapi aku ya nggak diam aja sih. Sesekali cek keadaan butik juga,’’ pungkasnya. 

Sumber :
http://www.ciputraentrepreneurship.com

Wednesday, May 21, 2014

Richard Branson tentang Bagaimana Berjejaring


Ketika saya mulai berjejaring atas nama Virgin Music - pertemuan dengan agen-agen, membujuk musisi untuk menandatangani kesepakatan dengan kami, mencari distributor - sering bertukar nomor telepon di serbet. Itu tahun 1970-an!

Saat ini jauh lebih mudah untuk berhubungan dengan orang-orang yang dapat membantu Anda memulai dan mengembangkan bisnis Anda. Lihat saja, ada LinkedIn , Facebook , Google+ dan Twitter, yang semuanya mampu memberikan kesempatan bagi Anda untuk bertemu dan berinteraksi dengan sesama entrepreneur, ahli di lapangan dan pendatang baru yang inovatif. Namun Anda bisa membuat koneksi, dari saat pertama Anda mulai menyadari bahwa ide Anda layak dikejar, langkah pertama jalan menuju sukses adalah membangun jaringan.

Untuk memulai, hadiri acara dalam bidang industri dan bertemu para pemain utama; bergabung dengan asosiasi bisnis regional dan mulai belajar tentang kondisi pasar lokal. Juga ingat bahwa Anda dapat bertemu mentor potensial di sekolah-sekolah , klub dan kelompok-kelompok bisnis . Suatu hari , ketika Anda terjebak atau ketika sesuatu berjalan tidak sesuai harapan, kontak ini akan menjadi orang-orang yang akan berpaling untuk meminta bantuan.

Peluncuran startup sulit dan menakutkan sehingga sangat penting bagi Anda untuk membangun jaringan Anda , Anda mencari mitra yang pintar dan mendukung dan karyawan yang memahami dan berbagi tujuan Anda untuk bisnis. Ketika saya mulai majalah Student sebagai pengusaha remaja , saya bekerja dengan sekelompok kecil mahasiswa lainnya . Dukungan tak kenal lelah mereka dan persahabatan kami sangat berharga karena kami mendapat majalah pergi . Beberapa dari kita terus bekerja sama selama beberapa dekade , dan saya menghitung orang-orang ini di antara teman-teman terdekat saya. Orang tua saya juga sangat penting untuk proyek itu ( Ya , keluarga Anda merupakan bagian dari jaringan Anda juga - jangan meremehkan kemampuan mereka untuk membantu Anda ) , dan tanpa dukungan mereka kita mungkin tidak akan berhasil .

Akhirnya , Anda juga akan membutuhkan jaringan teman sebaya, jadi jangan segan berteman dengan pesaing Anda . Ketika Anda melihat orang lain mencapai tujuan yang sama , Anda akan diingatkan bahwa rencana dan impian Anda sendiri yang mungkin . Dan jika Anda merasa gentar dengan apa yang harus Anda lakukan, tidak ada dorongan yang lebih baik daripada belajar bahwa orang lain telah mencapai sesuatu yang serupa . Dalam pengalaman saya , saat-saat seperti yang telah menjadi titik tolak bagi banyak usaha bisnis baru , dan tidak ada yang salah dengan sedikit persaingan yang sehat.

Sumber :
http://www.ciputraentrepreneurship.com

Tuesday, May 20, 2014

Orang Sukses Gemar Bangun Pagi


Kesuksesan bukanlah hal mudah yang bisa digapai kapan dan oleh siapa saja. Sejauh ini, orang-orang sukses cenderung berasal dari mereka yang biasa bangun pagi.

Seperti dikutip dari Lifehack.org, Selasa (20/5/2014), presiden Amerika Serikat (AS) mulai dari Franklin D Roosevelt hingga Barack Obama gemar bangun pagi. Tak hanya presiden, para petinggi perusahaan global seperti Chief Executive Officer (CEO) Twitter Jack Dorsey pun juga gemar menjadikan bangun pagi sebagai salah satu resep kesuksesannya.

Apapun motivasinya, tapi kebiasaan bangun pagi ternyata memberikan banyak manfaat bagi pekerjaan maupun bisnis yang tengah dilakoni. Berikut lima alasan mengapa orang sukses gemar bangun pagi:

1. Memiliki lebih banyak waktu

Jika Anda bangun satu jam lebih pagi dan melakukannya setiap hari, tentu lebih banyak waktu yang bisa dimiliki. Pasalnya, terlalu banyak yang terbuang hanya untuk tidur dan tidak menghasilkan apapun.

Ingat, manusia hanya perlu tidur teratur selama enam hingga tujuh jam per malam. Jadi jangan buang-buang waktu Anda demi mencapai kesuksesan yang diharapkan.

2. Lebih aktif

Pagi hari merupakan waktu yang tepat untuk berolahraga. Kegiatan tersebut dapat menambah energi, fokus dan antusias pada serangkaian rutinitas. Berolahraga juga dapat membuat Anda lebih bersemangat sehingga bisa bekerja lebih produktif.

3. Memiliki waktu tenang

Kondisi di rumah kadang tidak memungkinkan Anda untuk memperoleh ketenangan. Jika ingin bermeditasi dan menjauhkan diri dari berbagai gangguan, lakukanlah di pagi hari.

Bangun di pagi hari memberikan banyak waktu agar Anda dapat menjadi lebih kreatif.

4. Dapat menemukan semangat baru

Banyak orang yang terbiasa bangun pagi mengatakan bahwa kebiasaan tersebut meningkatkan inspirasi dan kreativitasnya. Anda akan menemukan semangat baru saat bangun lebih pagi.

5. Dapat mengkonsumsi makanan sehat

Sarapan merupakan makanan yang penting yang sering diabaikan karena tidak sempat. Tergesa-gesa berangkat kerja tak akan memberikan waktu yang cukup untuk fokus.

Dengan memiliki lebih banyak waktu, Anda dapat memperoleh makanan yang lebih sehat yang membuat Anda lebih produktif.

Sumber :
http://bisnis.liputan6.com

Monday, May 19, 2014

My Role Model


May 19, 2014 at 5:22am


role model is a person whose behavior, example, or success is or can be emulated by others, especially by younger people 

Biasanya nih waktu jaman kita sekolah SD SMP SMU, pasti deh punya yang namanya idola. Nah coba inget-inget deh, kelakuan kita kalo punya idola itu apa? Yup, pasti pengen kaan bisa jadi seperti mereka, baik dari segi penampilan, ya model bajunya, dandannya, sepatunya, model rambutnya, atau dari segi prestasinya..

Nah didalam menjalani bisnis Oriflame ini nenek buyut uplineku adalah role modelku, ya mba Rosa Puspasari adalah orang yang menginspirasi aku untuk terus bertahan dibisnis Oriflame sampai saat ini =) Mba Ocha (panggilan akrabnya mba Rosa Puspasari) sendiri saat ini posisinya ada di Senior Diamond Director dan sedang kualifikasi menuju Double Diamond Director. 

Kok bisa role modelku itu mba Ocha?
Pertama, dulu waktu mba Ocha  memulai bisnis ini posisinya adalah seorang pegawai kantoran, sama persis ketika aku memulai bisnis ini.
Sampai saat ini pun aku masi kerja kantoran [tapi dalam bayanganku suatu saat aku akan ambil keputusan seperti mba Ocha, berani resign dan 100% fokus di Oriflame =) insyaAllah..]
Kedua, status mba Ocha sebagai istri sekaligus ibu, sama kayak aku yang juga berstatus istri dan mimi dari 2 balita..

Kalo emang mba Ocha dulu aja bisa, kerja sekaligus ngerjain Oriflame, bahkan sampai titlenya berderet 3 dalam satu taun, kenapa aku ga bisa?
Jadi ketika aku memutuskan untuk jalanin Oriflame, aku langsung cari info, kepo banget deh (kepo yang positif nih ya), gimana caranya kerja kantoran tapi bisa punya prestasi seperti itu..

Dari sisi rumah tangga, aku pun perhatiin mba Ocha, kok bisa yaa bagi waktunya kerja - Oriflame - keluarga
Ternyata time management mba Ocha rapi banget, memang diawal tampak mengorbankan keluarga hanya untuk kerjain Oriflame, tapi dibalik itu semua tujuannya adalah untuk lebih punya banyak waktu dengan keluarga, dan terbukti memang saat ini mba Ocha sudah punya lebih banyak waktu untuk selalu dekat dengan keluarganya.. 

Ketika akhirnya aku tau cara kerja mba Ocha seperti saat itu adalah seperti ini:
- Pulang kerja ga langsung pulang tapi mampir sana sini untuk prospek
- Weekend ga dipake untuk keluarga tapi untuk training di Oriflame
- Tidur dikurangin jamnya, tidur lebih larut agar bisa jalanin onine  

Sekarang aku sudah punya rule kerja yang insyaAllah rutin:
- Pulang kerja sempetin mampir mall hanya sekedar untuk bagi flyer
- Weekend tiap Sabtu adalah hari kerja Oriflame
- Bangun lebih pagi,  jam 2 dini hari tiap hari

Aku duplikasi, ga sempurna memang, butuh mental yang SANGAT AMAT kuat untuk bisa TANGGUH kayak mba Ocha
godaan sana sini itu banyak bangett
ya males lah, ya rengekan anak-anak lah, ya capek lah, ya kebiasaan nundalah..
Tapi toh akirnya IMPIANku bisa ngalahin segala godaan itu

Punya panutan itu penting, karena kita bisa contoh segala yang baik dari beliaunya
Kita gak bisa 100% jadi sama seperti dia
Tapi setidaknya kita bisa memotivasi diri kita sendiri setiap saat dan bukan ga mungkin suatu saat kita akan lebih hebat =)

#MultiaForDiamond

thanx for Nita, mba Vidya my luphi luphi upline yang ga bosen nyentil tiap saat :p

Sunday, May 18, 2014

4 Jurus Sukses Memulai Bisnis Makanan


Bisnis makanan merupakan salah satu bentuk usaha yang selalu memiliki konsumen. Pasalnya, makanan merupakan kebutuhan pokok manusia yang berkelanjutan. Meski begitu, memulai bisnis makanan tak semudah membalik telapak tangan.

Ingin memulai bisnis makanan, simak beberapa saran berikut ini:

1. Membentuk peluang 
Anda harus tahu mengapa makanan yang akan Anda jual lebih baik daripada yang lain di luar sana. Anda perlu membuat ciri khas yang unik dan membekas di hati pelanggan. Apakah perlu sebuah nama lucu dan kemasan unik.

2. Carilah penguji rasa
Cobalah masuki lingkungan di sekitar Anda dan mintalah mereka untuk mencicipi makanan buatan Anda. Jika mereka menyukainya, mereka mungkin akan memesan dari Anda.

3. Survei harga
Pergilah ke tempat untuk mensurvei berapa harga produk serupa di toko pesaing Anda.

4. Gunakan internet
Gunakan internet untuk beriklan. Beberapa situs jejaring sosial yang memungkinkan berkoneksi dengan pelanggan secara gratis. Misalnya, membuka fans page di Facebook atau Twitter sehingga rekan dan pelanggan bisa melihat postingan Anda. 

Sumber :
http://www.ciputraentrepreneurship.com

Saturday, May 17, 2014

5 Langkah Memulai Bisnis Makanan


Bisnis makanan merupakan varian usaha yang selalu memiliki peminatnya sendiri karena setiap orang pasti butuh makan. Selain selalu memiliki pangsa pasar potensial, bisnis makanan adalah usaha yang dapat digeluti ibu rumah tangga. 

Seorang ibu dari Ormond Beach, Florida, Amerika bernama Lynda Flassig sempat bertanya soal bisnis Cake Wortel. “Setiap orang memberitahuku jika cake wortel bikinanku begitu enak hingga seharusnya kujual ke seluruh dunia untuk memberiku penghasilan tambahan. Masalahnya, aku tak tahu bagaimana memulainya. Adakah yang bisa memberiku saran?”

Dan berikut saran 5 hal yang harus dilakukan dari Stephen Hall (penulis buku From Kitchen to Market ) dan Regina Mc Rae (pemilik perusahaan makanan penutup Grandma's Secrets) untuk memulai bisnis makanan. 

1. Membentuk peluang
"Anda harus tahu mengapa kue Anda lebih baik daripada yang lain di luar sana,”ungkap Hall. Dan ditambahkan oleh McRae, sebagaimana dirinya mempelajari nilai  dari pelanggannya, "Saat pengiriman (ke pelanggan) aku mengetahui  jika akulah satu-satunya yang memiliki keunikan. Anda perlu membuat ciri khas yang unik dan membekas di hati pelanggan. Apakah perlu sebuah nama lucu dan kemasan unik. Atau,  menonjolkan jika cake wortel Anda adalah cake wortel pertama yang benar-benar organik?".

2. Carilah penguji rasa
“Cobalah masuki gerai makanan di dekat lingkungan Anda dan mintalah orang-orang mereka untuk mencicipi kue buatan Anda,” saran Hall. Jika mereka menyukainya, mereka mungkin akan memeesan dari Anda. Pengalaman berbeda namun mirip dengan saran Hall, McRae pernah  membuat kue pie untuk klub berlarinya,hingga  banyak orang kemudian memesan. Mereka juga kemudian memberitahu teman-temannya dan meminta brosur pada McRae.

3. Survai harga
Pergilah ke toko kue lokal untuk menyurvai berapa harga produk serupa di toko pesaing Anda. Atau jika Anda berani, "Telepon toko kue lainnya dan bertanya bagaimana mereka menetapkan harga," saran McRae.

4. Belajarlah mengiklan murah
Bagi McRae, Google Adwords cukup efektif bagi produknya. Layanan ini memungkinkan  untuk menargetkan sesuai area. Misalnya, di wilayah New York City saja.  Selain itu, Google Adwords juga memungkinkan untuk menarget jumlah per hari yang dapat disediakan.

Selain fasilitas tersebut, masih ada beberapa situs jejaring sosial yang memungkinkan berkoneksi dengan pelanggan secara gratis. Misalnya, membuka fan page di FB atau twitter sehingga rekan dan pelanggan bisa melihat postingan Anda.

Sedangkan Hall menyarankan untuk menawarkan diskon atau promosi. “Ada banyak tempat yang membiarkan Anda melakukannya dan itu benar-benar mendorong penjualan,” saran Hall.

5. Tuliskan rencana bisnis
Dan hal terakhir yang perlu dilakukan setelah menjalani semua, tuliskan rencana bisnis Anda sebagai bagian dari pengembangan bisnis ke depan. Jika Anda bingung bagaimana menuliskannya, ikuti petunjuk Jim Horan, pencipta the One Page Business Plan tentang cara menulis rencana bisnis.

sumber : 
O magazine
http://www.tabloidnova.com

Friday, May 16, 2014

Apakah Anda Di Zona Nyaman?


Zona nyaman adalah suatu keadaan dimana kita merasa nyaman karena kemampuan yang kita punya melebihi dari tantangan yang kitabhadapi. Hal ini menyebabkan kita malas untuk mempelajari sesuatu hal yang baru sehingga diri kita sulit untuk berkembang.

Sebagai contoh, A seorang karyawan di suatu perusahaan, si A sudah merasa sangat nyaman dengan gaji yang ia dapatkan setiap bulannya dari perusahaan tersebut, sehingga malas untuk memulai bisnis. Meninggalkan zona nyaman memang bukan hal yang nyaman, pertama-tama kita akan diliputi rasa takut tentang keadaan yang terjadi. 

Padahal berdasarkan sangrea.net semakin kita memasuki zona nyaman, semakin sedikit kebahagiaan yang kita rasakan. Hal ini dikarenakan, semakin kita berada di zona nyaman, semakin kita merasakan kebosanan karena sedikitnya tantangan yang dihadapi. Rasa bosan dan jenuh inilah yang akan mengurangi kebahagiaan kita. Lalu bagaimana caranya agar bisa keluar dari zona nyaman?

Berikut adalah beberapa tips menurut www.myrkothum.com:

1. Belajar sesuatu yang baru

Allah menciptakan manusia dengan kemampuan yang sangat banyak. Tapi sayangnya manusia sendirilah yang sering membatasi kemampuan. Dengan mempelajari sesuatu yang baru, kita jadi mengembangkan bakat-bakatterpendam yang kitapunya, yang mungkin selama ini tidak tergali karena terkubur oleh kesibukan yang ada. Mulailah belajar dari sesuatu yang anda betul-betul menyukainya.


2. Hijrah ketempat yang baru

Pindah ketempat baru dapat meluaskan wawasan kita dan menambah teman. Salah satu kelemahan saat kita berada di zona nyaman adalah kurangnya wawasan kita terhadap dunia luar, sehingga peluang-peluang barupun menjadi tersembunyi karena rutinitas yang ada.


3. Buat target

Membuat target yang realistis dan dimulai dari yang kecil. Target yang di buat dan telah dicapai bisa menjadi persiapan sebelum kita betul-betul keluar dari zona nyaman, sehingga kita sudah mempunyai tempat berpijak sebelum keluar dari zona nyaman.


4. Bersosialisasi dengan orang baru

Setiap orang memiliki cerita yang berbeda, dari cerita ini kita bisa mengambil pelajaran dan nasehat. Alangkah bagusnya jika kita bisa berteman dengan seorang yang sukses, sehingga kita bisa termotivasi untuk jadi yang lebih baik.

Meninggalkan zona nyaman memang bukanlah sesuatu yang mudah, tapi disisi lain, hal ini bisa mengembangkan diri ke level yang lebih tinggi.

Sumber :
http://pengusahamuslim.com

Thursday, May 15, 2014

Merasa Nyaman Dalam Zona Tidak Nyaman


Mario Teguh - Merasa Nyaman Dalam Zona Tidak Nyaman

Zona nyaman adalah wilayah orang yang merasa nyaman dalam keadaan yang TIDAK nyaman.
Jika nyaman, mengapakah dia mengeluh?

Maka marilah kita menghindari melatih diri untuk menyesuaikan diri dengan kekurangan.
Marilah kita mengupayakan yang lebih.

Bersyukur itu harus, tapi lebih bersyukur – sebaiknya diupayakan.
Sesungguhnya, kita berhak bagi kehidupan yang baik, dan yang lebih baik lagi.

Marilah kita mengupayakannya, agar Tuhan memperbaiki nasib kita.
Nasib baik bukan hanya untuk ditunggu.
Nasib baik harus diupayakan.

Memang semua ada dalam kewenangan Tuhan, tapi Dia tidak akan memperbaiki nasib Anda, jika Anda sendiri memilih untuk tidak bergerak.
Bergeraklah.

Anda tidak diciptakan untuk menjadi makhluk lamban yang peratap.
Bergeraklah.

Mario Teguh – Loving you all as always


Definisi merasa nyaman dalam zona tidak nyaman ini mengacu pada 2 kondisi. Yang pertama yaitu kondisi dimana memang seharusnya kita merasa nyaman walau dalam zona yang tidak nyaman. Zona tidak nyaman disini berarti perjuangan dan itu memang tidak mudah dan jelas tidak nyaman. 

Dan yang kedua adalah kita merasa nyaman pada kondisi tidak nyaman. Tidak nyaman yang dimaksud adalah seperti kesedihan dan kegagalan. Dua hal tersebut akan dibahas lebih lanjut dibawah ini.

Kondisi 1 (Zona tidak nyaman yang berarti perjuangan)
Hakikatnya, merasa nyaman dalam zona tidak nyaman adalah hal yang harus dilatih karena kecenderungannya, orang yang sukses adalah orang yang dapat bertahan dan melalui masa ketidaknyamanannya. Masalahnya,bila kita terus mengafirmasi diri kita bahwa zona yang tidak nyaman adalah tidak nyaman, maka kita tidak akan dapat bertahan disana dan berakhir dengan menyamankan diri kita di tempat yang salah. Sehingga, ciptakanlah suatu kondisi dimana kita dapat benar benar merasa nyaman walaupun dalam kondisi yang tidak nyaman. Salah satu dilematis yang sering dihadapi walau secara implisit dalam kehidupan sehari hari adalah sebagai berikut.

Seorang guru kelas 4 sd : “saya meyakini bahwa kesuksesan lahir dari ketidaknyamanan tetapi sebagai guru sd kita juga di tuntut untuk dapat membuat murid selalu merasa nyaman dalam mengenyam pendidikannya. Lalu bagaimana cara saya untuk mendesain suatu kondisi yang tidak nyaman tapi tetap nyaman bagi murid?”

“kegembiraan lebih mendidik daripada hukuman. Lebih baik tegur dengan kegembiraan”

Jawabannya adalah nyaman yang dimaksudkan adalah prosesnya. Jadi murid harus dapat bertanya dengan nyaman, belajar dengan nyaman, memahami pelajaran dengan nyaman. Buatlah suasana belajar menjadi gembira sehingga menciptakan kondisi senyaman mungkin. Tetapi kita juga harus dapat membuat murid sadar, sadar untuk dapat gelisah pada dirinya sendiri, yaitu selalu gelisah untuk membuatnya pribadi yang lebih baik.

Kondisi 2 (Zona tidak nyaman yang berarti kegagalan dan kesedihan)
Hal ini berarti terjebak. Anda sungguh sedang terjebak dalam hal belenggu zona yang tidak seharusnya dan sangat salah. Untuk apa merasa nyaman dalam kegagalan atau kesedihan? Mungkin satu dari sedikit nilai yang dapat diambil adalah pembelajaran. Dengan kita berada pada kondisi ini, kita dapat berfikir lebih jauh lagi terkait apa yang telah kita lakukan dan mengingat-ingatnya dengan baik masalah dan penyelesaiannya sehingga ketika hal itu menghampiri lagi, kita sudah siap untuk menghadapinya.

Lalu bagaimana jika kita ada pada kondisi dimana kita merasa terlalu nyaman sampai membuat kita statis? Sejatinya tidak ada sesuatu itu dinyatakan baik apabila membuat kita menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Yang jelas, jangan sampai kita menjadikan diri kita untuk sulit dibongkar dan segera bergegas keluar dari penikmatan kekurangan.

Sebagai contoh lainnya yang sering terjadi di kehidupan sehari – hari adalah ketika putus cinta, lalu sedih berlarut larut.  Kuncinya, jangan suka menikmati penderitaan. Banyak orang yang senang menikmati penderitaan yang nilai perjuangan tidak ada disitu. Lebih tepatnya adalah meratapi nasib. Kita harus tau persis kenikmatan kita itu untuk apa. 

Contohnya saat berdoa pada Tuhan, apakah karena sedih atau gembira. Logikanya kalau kita datang kepada Tuhan karena kesedihan, Tuhan pun akan terus memberi kesedihan karena hanya di kala itu kita datang ke Tuhan, dan sebaliknya, bila kita datang kepada Tuhan karena kegembiraan, Tuhan akan terus beri kegembiraan. Maka dari itu, ketika berdoa, berdoalah karena kegembiraan dan jangan meratapi nasib.

Selanjutnya, tindakan seperti apa yang harus difokuskan terlebih dahulu untuk mencapai kenyamanan di balik ketidaknyamanan. Banyak orang menyamankan diri sendiri di tempat ia berada walau sebenarnya tidak nyaman. Ada satu kata yang akan menjadi fokus kita disini, yaitu complacent. Complacent adalah rasa puas akan pencapaian diri kita. Tentunya hal ini banyak dirasakan oleh orang yang sudah punya pencapaian atau yang sering kita sebut orang sukses. 

Sayangnya, hal ini pula yang sering menjadi boomerang bagi orang sukses itu sendiri. Banyak orang sukses yang gagal karena complacent. Faktanya, complacent ini bukan hanya menjangkiti orang sukses , tetapi juga orang gagal. Orang sukses saja dapat menjadi gagal karena complacent ini, bayangkan bila orang gagal yang merasakan complacent. Bisa dibilang bahwa orang orang ini adalah orang yang benar benar gagal. Mengapa? Karena ia merasa sangat amat nyaman di dalam kegagalannya, penyebabnya adalah kebanyakan karena takut melakukan perubahan. 

Fokusnya orang orang seperti ini adalah kegagalan daripada kesuksesan, kelemahan daripada kekuatan, dan risiko daripada tujuan. Akhirnya mereka tidak melakukan apa apa dan berakhir dengan mengambil jalan aman. Sebaiknya, anda harus bisa marah pada diri anda sendiri. Marah untuk dapat merubah keadaan. Marah itu baik kalau menjadikan anda lebih hebat. Carilah cara untuk berontak dari zona nyaman anda. Mudah sebenarnya, yaitu hanya dengan memulai satu langkah dan langkah selanjutnya adalah satu langkah lagi. Mulailah dari langkah yang bisa dilakukan dan jangan keluhkan yang tidak bisa dikeluhkan.

Terlepas dari dua jenis pembahasan diatas, masih ada beberapa hal yang erat kaitannya dengan merasa nyaman di zona yang tidak nyaman. Seperti berbagai persepsi yang berbeda beda terkait hal hal yang mempengaruhi pola pikir dan sikap kita untuk dapat merasa nyaman di zona yang tidak nyaman. Seperti pertanyaan berikut. Hidup ini sulit atau tidak mudah? Secara eksplisit mempunyai makna yang sangat tipis bedanya. Tapi secara makna implisitnya, berbeda sangat jauh. Sulit itu berarti sudah hampir tidak mungkin melakukannya sedangkan tidak mudah itu berarti kita sedang dalam proses untuk memudahkannya. 

Muncul lagi pertanyaan pada diri kita, yaitu mengapa kita suka mengeluh. Mengeluh berarti menyalahkan orang lain dan tidak merasa bertanggung jawab atas kehidupannya sendiri. Ciri orang yang baik adalah anggaplah semua kesalahan adalah salah kita sendiri, lalu berinisiatif untuk dapat merubah keadaan. Sudah saatnya untuk berhenti menumbuhkan keluhan tapi menumbuhkan kemampuan. 

Yang ketiga adalah risiko. Bila orang beralasan hal yang menghalanginya untuk berubah adalah karena risiko, itu sebenarnya dia hanya sedang mencari cari alasan untuk merasa aman. Risiko ada itu benar. Tetapi seberapa sering risiko itu terjadi? Sedikit sekali. Rasa takut sejatinya adalah bayangan yang anda besarkan dari risiko. Alangkah baiknya apabila kegagalan itu dipikirkan nanti saja dan sekarang kita berpikir bagaimana caranya untuk sukses dahulu. Menikmati penderitaan yang belum terjadi itu tidak logis. Masalah tidak akan menyiksa anda kalau anda mengkhawatirkannya dengan bijak.

Mengapa ketika kita telah berhasil kadang malah kita tidak merasakan apa apa? Itu adalah hal yang baik, karena sebenarnya kita sedang menekan kesombongan. Carilah sesuatu dengan ikhlas dan tanpa putus asa, karena sesungguhnya Tuhan hanya tinggal menaruh apa yang dicari tepat di depannya. Maka dari itu carilah sesuatu seperti kebahagiaan dengan ikhlas dan pada suatu hari nanti kita akan menemukannya tepat di depan kita bila usaha kita dirasa sudah cukup oleh Tuhan. 

Pertanyaan selanjutnya yang sering kita temui di kehidupan kita adalah mana diantara berikut yang lebih mudah berhasil, dreamer without doer atau doer without dreamer. Doer! Seorang pelaksana lebih mudah berhasil daripada seorang pemimpi. Karena keberhasilan tidak hanya untuk diimpikan, tapi untuk dilaksanakan. Upaya adalah doa + tindakan. Sebaiknya kita hidup ini berupaya, yaitu bertindak dan berdoa, tidak hanya berat salah satu. Seorang doer, ia melakukan tanpa impian karena impiannya adalah melakukan.

Kesimpulan dari pembahasan merasa aman dalam zona yang tidak nyaman meliputi beberapa hal sebagai berikut. Ada yang dinamakan mesin mental (mental engine). Sekarang, mesin jenis apa yang terdapat dalam dirimu? Kegagalan dan kesuksesan adalah saudara kembar. Ibarat koin, kegagalan dan kesuksesan ada pada dua sisi koin. Apabila dilemparkan belum tentu anda dapat sukses tapi anda tau pasti pada nantinya anda akan dapat sukses, tapi kalau anda tidak lempar anda ada pada posisi bahwa anda tidak tahu apakah anda akan sukses atau tidak. Intinya adalah kita harus berani mencoba. 

Bagaimana pun hasilnya. Lebih baik hidup pendek cemerlang daripada hidup redup yang belum tentu panjang. Ijinkan diri anda sibuk dalam hal yang berguna daripada meratapi kesedihan. Semua orang hebat dulunya tersiksa dalam kesalahan, orang yang besar pernah bengkok dan patah patah dalam kesalahan sikapnya, tetapi berbahagialah bahwa kita mempunyai kesempatan memperbaiki diri. Sukses dan gagal bukanlah suatu hal yang abadi, yang abadi adalah harapan. Harapan untuk selalu menjadi lebih baik. 

Sumber :
https://www.facebook.com/pages/Mario-Teguh
http://kuliahsoset.blogspot.com

Wednesday, May 14, 2014

Sabila Nurul Afifi : Berbisnis Busana Muslim sambil Edukasi


Indonesia sebetulnya banyak memiliki desainer muda andal yang berpotensi mengharumkan nama bangsa. Di luar dugaan, lembat laun para desainer ini semakin tumbuh dan berkembang memadati pasar. Apalagi industri fesyen kini mudah dijumpai di berbagai kota di Indonesia.

Kita patut bersyukur kehadiran mereka setidaknya memberikan sumbangsih dalam mendongkrak ekonomi negara. Seperti halnya kerap disampaikan pengusaha papan atas Ciputra bahwa jika Indonesia ingin maju, maka sedikitnya butuh 2% entrepreneur.

Gaung entrepreneur kini semakin menjelma sejak industri fesyen mulai bergairah. Kultur masyarakat Indonesia yang didominasi kalangan Muslim menjadi identitas tersendiri pesatnya industri hijaber atau pakaian khusus untuk Muslim.

Peluang tersebut tampaknya dimanfaatkan oleh Sabila N Afifi, mahasiswi jebolan Institut Teknologi Bandung (ITB). Fifi, sapaan akrabnya mencoba mencari peruntungan dengan mengandalkan kemampuan desainnya dalam berbisnis di bidang fesyen.

Fifi mengakui pada 2012 produk busana muslim tengah naik daun dan menjadi tren di kalangan wanita Muslim Indonesia. Insting bisnisnya mulai terbuka dan segera menunjukan keahliannya di bidang desain. Dia berependapat, maraknya busana Muslim saat itu tidak diimbangi dengan kualitas yang memadai. Atau boleh dibilang pelaku industri hanya mengandalkan masifikasi produksi semata.

Untuk itu, hatinya terketuk untuk meramaikan pasar busana muslim dengan kualitas yang ‘yahud’ dibandingkan dengan brand lain. Tepat pada April 2012, dia me-launching produk dalam sebuah ajang di Bandung atas nama brand Savine. “Jika Saya perhatikan, kok busana Muslim yang lagi marak hanya didominasi warna-warna pastel dan feminim banget. Justru saya saat itu melihat ceruk pasar yang simple, casual dan effortless,” paparnya kepada Bisnis.

Keinginan Fifi menjadi seorang entrepreneur bisa dikatakan bermodal nekat. Dia hanya mengeluarkan modal awal sebesar Rp5 juta. Itu pun hasil tabungannya selama dia mengenyam di bangku kuliah. Namun, bukan berarti modal kecil tersebut tidak menghasilkan apa-apa. Buktinya, nama Savine kini mulai dilirik pasar Indonesia. Maklum, setiap kali ada pameran baik di Bandung atau Jakarta, Savine selalu mejeng mempromosikan produknya.

Dengan membanjirnya produk busana Muslim, Fifi mulai memutar otak untuk memiliki trademark sendiri. Dia ingin produk yang dihasilkannya berbeda degan brand lain. Terbesitlah bahwa Savine fokus memproduksi atasan seperti kaos, kemeja, dan blazer. Produk Savine lebih menawarkan warna-warna netral antara lain krem, abu, hitam dan warna-warna dingin semacam toska dan biru. “Sebetulnya semua warna bisa digunakan, tergantung pada tema yang diproduksi setiap edisinya.”

Gadis berkacamata kelahiran Majalengka 23 tahun silam itu menuturkan kelebihan produk yang dibuatnya tersebut terinspirasi dari motif Islamic pattern yang jarang digunakan brand lain. Motif-motif itu kemudian dia aplikasikan dengan teknik sablon dan hand printing. Sehingga identitas Savine terlihat kuat pada setiap produk yang dikeluarkannya.

Misi Savine dalam meramaikan pasar busana muslim bukan hanya bisnis semata. Fifi ingin menyelipkan unsur edukasi bagi kalangan wanita Muslim untuk menutup aurat. Wanita Muslim, katanya, berhak untuk tampil cantik dengan balutan busana elegan tetapi tetap sopan.

Fifi tahu betul, keberadaan busana Muslim saat ini tak sedikit dijadikan lahan bisnis. Beberapa produk pakaian wanita bernuansa Muslim malah terlihat menonjolkan beberapa lekuk tubuh pemakainya. Dia tidak ingin produknya dicap hanya mengikuti tren yang tidak mematuhi norma agama.

Kelebihan dari produk Savine sendiri adalah pada produksi yang terbatas. Fifi belum terlalu ingin ekspansi pasar dengan memproduksi secara besar-besaran. Dalam sebulan, Savine hanya membatasi produksi sekitar 100 pcs yang dipasarkan melalui kalangan anak muda berusia 18-25 tahun. “Untuk masalah harga cukup terjangkau kok, di kisaran Rp180.000-Rp350.000 per masing-masing desain,” paparnya.

Melihat usaha yang terus berkembang, Fifi mencoba merekrut tim guna memudahkan pengelolaan bisnis. Dia membagi tugas dengan rekannya sebagai marketing. Keberadaan teknologi memudahkan Savine mempromosikan produk. Melalui situs resminya www.yoursavine.com, pelanggan akan mudah memilih produk yang diinginkan. Savine juga tak lupa mempromosikan produknya di jejaring sosial semacam twitter di alamat @yoursavine serta facebook di www.facebook.com/savineapparel.

Fifi membeberkan selama melakoni usaha, pengalaman suka dan duka kerap dia rasakan di berbagai kesempatan. Setiap kali mengikuti pameran, wawasannya bertambah dengan banyak bertemu desainer papan atas lainnya. Dia bisa mengambil pelajaran bagaimana berinteraksi dengan konsumen. Tak jarang, dia terbuka menerima masukan dari konsumen hingga berbagi tips mengembangkan usaha dengan desainer lain.

Namun, dia tidak mengelak jika menjadi entrepreneur tidak selamanya bukan urusan meraup untung semata. Dalam beberapa kali mengikuti pameran, terkadang target penjualan Savine tidak tercapai. Apalagi, jika ikut pameran di luar kota, macam Jakarta. Selain dihantam macetnya Ibu Kota, Fifi mengaku cukup direpotkan dengan lokasi dan juga saat loading barang. “Tetapi itu justru yang bikin saya ketagihan ikut pameran di luar kota.”

Sebagai seorang entrepreneur muda, gadis penyuka Harry Potter itu berambisi besar mengembangkan Savine menjadi brand ternama. Salah satu yang diinginkannya adalah memiliki butik sendiri. Selama ini, dia masih menyewa tempat di kawasan Bandung dengan mengaet lima orang tim yang andal di bidang pola, cutting, sablon dan jahit.

Meskipun demikian, dia terus menyebarluaskan produknya ke sejumlah toko dengan sistem konsinyasi. Agar produk Savine tersebar di seluruh Indonesia, dia mulai memperbanyak agen di daerah luar pulau jawa. Terkadang dia mengendorse tokoh-tokoh ternama menggunakan produk Savine. “Kuncinya terus berdoa dan bekerja keras agar semua yang diinginkan dapat terwujud,” ungkapnya.

Berdakwah Melalui Fesyen

“Ciri khas produk kami adalah trendi tetapi dalam batas-batas syar’i dengan tagline responsibility stylish.” Demikian diungkapkan Sabila N Afifi seorang desainer muda pemilik brand Savine.

Kata Savine diambil dari bahasa Rusia yang berarti cantik. Kecantikan yang tertera pada kata Savine ditafsirkan Fifi untuk pengguna produknya. Fifi berharap pelanggan Savine bisa tampil cantik dan percaya diri.

Berawal dari orangtua yang memiliki usaha konveksi, keinginan gadis penggemar sosok BJ Habibie itu membuka bisnis fesyen bagi wanita Muslim. Mimpi tersebut didorong oleh latar belakang pendidikannya di jurusan Kriya Tekstil Institut Teknologi Bandung (ITB).

Kekagumannya terhadap desainer Irna Mutiara, seorang desainer dan pengusaha yang sudah go internasional membuat gadis pelahap rendang ini semakin kuat berambisi jadi entreprenenur. “Selain membuka lapangan kerja, busana Muslim juga bisa jadi sarana menyampaikan syiar Islam.”

Fifi masih ingat ketika duduk di bangku kuliah, tugas yang diberikan dosen mengharuskannya bertemu dengan seorang pengrajin batik, tenun dan tukan jahit. Di situlah dia sadar keahliannya akan ditumpahkan untuk menjadi seorang pebisnis. Namun, dia ingin bisnis yang digelutinya masih bernafaskan Islam agar lebih bermanfaat dan bagi orang banyak.

Dengan background keluarga yang kental dengan paham agama Islam, Fifi fokus mendesain produk bernuansa Islami. Dia memberi contoh, pada setiap desain yang diproduksi, Savine membubuhkan motif salah satu masjid di Turki dalam kemeja yang didesainnya, Hagia Shirt.

Menyampaikan ajaran Islam, kata Fifi tidak melulu melalui ceramah atau pengajian semata. Tetapi, cara lain juga bisa ditempuh dengan cara membubuhkan pesan dan kesan pada produk pakaian.

Dia yakin, bahwa busana yang dikenakan seseorang menggambarkan sikap dan perilaku si pemakai. Untuk itu, dia bangga, selain mencoba menjadi entrepreneur, dia berkesempatan untuk berdakwah. “Yang lebih ditonjolkan dari Savine ada grafis-grafis Islami untuk menyampaikan pesan,” ujarnya.

Sumber :
http://entrepreneur.bisnis.com