Monday, June 30, 2014

Peluang Berjualan Kembang Api Saat Lebaran


(Berita tahun 2012)

Lebaran menjadi momentum bagi setiap pedagang untuk bisa meraup untung. Mereka yang mempunyai jiwa berbisnis, ataupun hanya sekadar mengais rezeki, apa pun bisa diulik agar pundi-pundi uang masuk ke kantung.

Tak hanya ketika Tahun Baru, banyak pedagang yang memanfaatkan momentum Lebaran untuk berjualan kembang api. Bahkan, saat menjelang Lebaran keuntungan yang diraih pun melebihi penjualan kembang api saat momentum hari besar lainnya.

"Saya jual (kembang api) di sini, cuma model-model kembang api saja. Untuk petasan saya tidak menjualnya," ujar salah satu penjual kembang api di daerah Pamulang, Jani, saat ditemui Okezone.

Jani menuturkan, untuk bisa berdagang kembang api tersebut, dia dan istrinya terlebih dahulu membelinya di Pasar Pagi Asemka. Modal awal yang dikeluarkannya pun hanya dengan merogoh kocek Rp13 ribu per pak yang berisi lima kotak kembang api.

"Ya seharinya saya bersih mendapat untung Rp50 ribu per hari selama puasa kemarin," ujar Jani.

Kendati demikian, dia mengaku bila stok kembang api miliknya yang bermerek "Air Mancur" masih tersedia banyak, sehingga dia optimistis diminati warga saat malam takbiran dan Lebaran. Dia menceritakan jika menjual kembang api tersebut seharga Rp40 ribu dengan panjang sekira 30 cm yang berisi dua buah. Otomatis, Jani mengantongi keuntungan sekira Rp30 ribu hingga Rp40 ribu.

Di sisi lain, Jani enggan menjual petasan ledak karena sudah mendapat larangan dari pihak kepolisian sekitar. "Kepolisian Pamulang sering memantau lapak-lapak kembang api," ujarnya.

Pantauan Okezone, lapak-lapak penjual petasan di daerah Cinere Mal juga meraup keuntungan Rp20 ribu-Rp30 ribu per kembang api. Hmm, bisnis yang cukup menjanjikan.

Sumber :
http://economy.okezone.com

Sunday, June 29, 2014

Sukses Rental Mobil


Apa betul bisnis harus punya modal besar dulu? Jika saya sebut usaha rental mobil, berapa modal yang anda pikirkan untuk membangun usaha tersebut? Mungkin anda akan berpikir biaya milyaran atau ratusan juta. Tapi faktanya ada orang yang berhasil membangun bisnis rental mobil tanpa modal. Loh kok bisa? mobil aja harganya ratusan juta, belum tempat, belum promosi, pasti itu yang anda pikirkan.

Ya, berikut ini kisah sukses seorang mahasiswa yang membangun bisnis rental mobil tanpa modal. Mahasiswa itu bernama Eko Sulityo Febrianto.

Eko telah mengembangkan usaha rental mobil dan memiliki belasan armada mobil melalui usaha yang bernama Rizky Rent Car. Dan usahanya itu dibangun tanpa modal. Bagaimana caranya?

Cara yang dilakukan Eko memang terbilang unik dan agak nekat. Ia sama sekali tak memilik mobil untuk disewakan. Jangankan mobil, motor pun ia tak punya. Tapi ia memiliki tekad yang kuat dan keberanian untuk mendirikan usaha rental mobil. Dan itu ia lakukan nyaris tanpa modal. Satu-satunya modal yang ia keluarkan hanya untuk membuat kartu nama. Ya, kartu nama. Eko membuat kartu nama dan dikartu nama itu ia sebagai pemilik rental mobil yang bernama Rizki Rent Car.

Eko mengunjungi pusat perbelanjaan dan tempat keramaian lainnya. Ia berpura-pura mencari temannya dari Rizky Rent Car. Ia pergi ke reseptionist kemudian menyebarluaskan informasi bahwa ia sedang mencari temannya dari Rizky Rent Car. Lalu ia pun menyebarkan kartu namanya.

Usahanya itu ternyata cukup efektif. Setelah menyebarkan kartu nama, mulai ada beberapa orang yang menelepon untuk menyewa kendaraan. Lalu dari mana kendaraan itu? Ia mencari teman-temannya yang memiliki mobil untuk diajak kerjasama. Bahkan ia juga melobi dosen-dosennya yang memiliki kendaraan tapi sedang tidak dipakai untuk disewakan dan membagi hasil keuntungan dengan mereka. Jika stok mobil masih kurang, ia pun melobi orang tua temannya untuk meminjamkan mobilnya dengan perjanjian kerjasama.

Itulah cara yang dilakukan Eko untuk menjalankan usaha rental mobil tanpa modal, hingga ia pun bisa membeli 16 mobil baru dengan cara kredit. Dan kini armadanya telah bertambah. Ia pun telah menjadi pengusaha rental mobil yang cukup sukses walau tanpa mengeluarkan modal.


Sumber :
http://www.banguninspirasi.com

Saturday, June 28, 2014

Ngebolang ke Batu Malang


3 kota dalam sehari
Sidoarjo - Batu (Malang) - Surabaya

Capek?
Iya sih, tapi terbayar lunas ama suasana sejuknya Batu, dapetin kepepetnya coreteam, dapet Bakpao Telo keju, dapet baju paket lengkap sekeluarga, dan yang paling penting malem ini bisa kelonan b3 lagi ama duosupeRR..!!



Cuman bisa mandangin aja, 
Tunggu ya bakpao telo keju
Sabar sampe bedug magrib nanti 
:)))

Friday, June 27, 2014

Astri Sungkono: Bisnis Kuliner Dengan Sesuatu Berbeda di Tea Companion


Terjun dalam dunia bisnis kuliner sudah sering Anda temui. Hal ini disebabkan banyaknya pecinta kuliner dilihat dari semakin bertambahnya rumah makan, kedai kopi dan toko kue dari berbagai jenis dan rasa. Menjadi seorang wirausaha di bidang kuliner saat ini memang menjanjikan karena animo masyarakat sehingga membuat perkembangan kuliner menjadi sangat pesat.

Sama halnya dengan wanita cantik bertubuh tinggi Astri Sungkono yang sudah beberapa kali terjun dalam bisnis kuliner. Saat ini, Astri bersama ke dua temannya mencoba membuat sesuatu yang berbeda dan belum pernah ada di kota besar ini. Yup, ibu dua anak tersebut berani mengambil langkah untuk membuat toko kue yang berbahan dasar Sponge cake.

Semua kue yang dibuat di Tea Companion milik Astri Sungkono itu pun memakai resep-resep kuno yang kemudian diolah kembali sehingga teksturnya terasa lebih lembut tidak kasar dan yang pasti memiliki rasa yang enak.

“Mau ngomongin makanan apa sih yang nggak ada di Jakarta semua makanan ada, mulai dari kue jajanan sampai kue yang satu begini harganya seratus dua ribu, tapi kan yang memang belum ada khusus Sponge cake gitu, jadi ya itu sebenarnya simple aja karena memang belum ada dan kue-kue kita ga asal bikin”, ungkap Astri di toko kue miliknya, Rabu 18 Juni 2014.

Proses pembukaan Tea Companion membutuhkan waktu yang lama sebab, Astri Sungkono juga membuka bisnis di bidang garment di samping bisnis toko kue. Sehingga, sehingga toko kuenya harus mengalami penundaan yang cukup lama. Dengan mematangkan konsep desain, lokasi, dan pemberian nama yang tepat untuk toko kuenya dipikirkan kurang lebih selama 3 tahun bersama ke dua partnernya tersebut.

Ditambah lagi, Astri sangat optimis bahwa Ia tetap mempunyai target yang harus dikejarnya yaitu dengan membuka beberapa outlet di dalam mall yang ada di Jakarta. Dalam membuka bisnis, Astri pun sudah cukup banyak makan asam garam sehingga Ia ingin berbagi tips dan trik untuk Anda yang ingin menjadi seorang wirausaha seperti dirinya.

“Jangan takut mencoba, jangan gengsi, cari sesuatu yang kamu suka jangan mengerjakan sesuatu karena kamu terpaksa sehingga hasilnya tidak akan maksimal karena dari hobi seperti saya suka dengan kue dapat penghasilan”, tutupnya.

Nah Ladies, seperti yang disampaikan Astri, jangan sia-siakan kesempatan Anda untuk berbisnis seperti Ia yang berani membuat sesuatu yang berbeda dan belum pernah ada.

Sumber :
http://www.vemale.com

Thursday, June 26, 2014

8 Cara Memulai Bisnis Tanpa Modal


Merintis bisnis sebenarnya tidak susah-susah amat. Siapa pun bisa, bahkan tanpa uang sepeser pun. Justru, mempertahankan bisnis itu yang paling susah dan paling penting. Banyak bisnis gagal di tengah jalan gara-gara persiapan dan eksekusi kurang matang.

Kerjakan dulu pekerjaan rumah Anda sebelum mulai berbisnis. Anda wajib tahu siapa saja dan apa yang dibutuhkan pelanggan, termasuk keunikan bisnis Anda dibanding kompetitor. Jika Anda pikir sudah punya jawaban atas ketiga pertanyaan ini, berarti Anda sudah bisa mulai usaha.

Paling penting, jika produk Anda niche, maka perusahaan investasi dan investor individual akan bermurah hati menginvestasikan uang mereka pada bisnis Anda. Jika Anda termasuk orang yang punya ide inovatif tapi tak punya modal, simak beberapa tips berikut ini yang dilansir dari CIOL.com:

Pinjam uang
Teman yang ada ketika sedang dibutuhkan, inilah teman sejati. Pernah dengar kalimat seperti ini? Nah, pinjam uang dari teman dan jelaskan padanya mengenai potensi produk yang akan Anda luncurkan. Yakinkan dia seberapa besar profit yang bisa Anda dapatkan dari produk niche brilian itu. Tapi jangan terlalu membual, jelaskan dengan perhitungan yang masuk akal. Selain teman, Anda juga bisa meminjam uang dari kerabat keluarga.

Sewa tempat
Pernah dengan istilah SOHO? Artinya, small office home office. Jadi Anda tidak perlu pusing sewa tempat lagi untuk ruangan kantor. Kalau Anda punya sisa ruang di rumah, ubahlah jadi ruang kantor.

Cari rekanan kerja
Cari rekan kerja dari lingkaran teman-teman atau saudara Anda yang mau berinvestasi ke dalam bisnis Anda. Mungkin ini bisa meringankan beban sekaligus menolong Anda mendapatkan ide-ide baru. Mungkin juga, Anda dan rekan bisa menciptakan keajaiban baru.

Pekerjakan staf dengan sistem bagi hasil
Tidak ada salahnya mempekerjakan orang dengan sistem bagi hasil. Anda bisa menghemat banyak uang dan mereka akan mendukung penuh bisnis Anda.

Buat website
Google menawarkan website gratis bagi usaha kecil menengah. Jadi Anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk menciptakan dan merancang sebuah website. Website bisnis bisa menggaet banyak pelanggan baru. Copy dan paste URL website ke akun jejaring sosial pribadi Anda, lalu minta bantuan teman-teman untuk mempromosikan ke kenalan mereka. Kemungkinan Anda menjaring pelanggan potensial sangat besar.

Fokus
Jika bisnis Anda tidak langsung menghasilkan profit (sebagian besar memang tidak), fokuslah untuk terus memperbaiki bisnis Anda dan cari tahu apakah ada yang salah.

Cari pekerjaan paruh waktu
Biasanya Anda akan menghadapi banyak tantangan dalam mengumpulkan modal. Jadi kalau Anda ada waktu atau kesempatan bekerja paruh waktu, ambil saja. Investasikan separuh gaji ke bisnis Anda.

Negosiasikan segalanya
Semuanya bisa dinegosiasi. Jadi, negosiasikan dengan bank-bank untuk membantu pemodalan bisnis Anda. Banyak bank di luar sana yang mau meminjamkan pinjaman bebas kolateral bagi start-up dan UKM. Yakinkan bank mengenai kehebatan dan potensi produk Anda. (as

Sumber :
http://www.ciputraentrepreneurship.com/

Wednesday, June 25, 2014

Hobi Menunda


Rekan kerja sering kali menunda pekerjaannya sampai saat-saat terakhir, sehingga turut berakibat pada hasil kerja tim. Meski begini, Anda segan menegurnya karena ia lebih senior. 

Apakah bijak jika langsung mengungkapkan hal ini pada team leader?

Akan lebih bijak jika Anda melakukan penggalian ‘kecil-kecilan’ kepada rekan kerja sebelum melapor kepada team leader. Pilih suasana dan waktu yang tepat, dan usahakan hanya ada Anda dan rekan kerja. 

Tampilkan diri yang tenang dan bersahabat. Jadilah pendengar yang baik dan tunjukkan sikap ingin membantu, bukan untuk menghakimi.

Tanyakan kendala yang dihadapi rekan kerja sehingga pekerjaannya tertunda. Sampaikan pula fakta yang terjadi terhadap hasil kerja tim sebagai akibat sikapnya tersebut, mungkin saja rekan kerja tidak menyadarinya. 

Tawarkan diri untuk membantunya dalam melakukan manajemen waktu, dan biarkan rekan Anda menjadi pelaku utama dalam merencanakan dan melakukan perbaikan kerja. 

Jika Anda dan rekan kerja belum juga mendapatkan solusi, maka dapat berdiskusi dengan team leader. 

Sumber :
http://www.femina.co.id

Tuesday, June 24, 2014

Entrepreneurship adalah Marathon bukan Sprint


Richard Branson: Entrepreneurship Bukan Sprint, Tapi Marathon!

Saat di sekitar Anda belum ditemukan sumber pendanaan seperti venture capitalist, memastikan arus kas masuk setiap hari ke startup Anda dan membayar gaji bulanan pegawai adalah dua hal yang perlu menjadi pemikiran dan menuntut strategi khusus.

Setelah menyaksikan sendiri begitu banyaknya startup yang mampu melesat dan dijual dengan nilai miliaran dollar dalam waktu cuma beberapa tahun, sebagian entrepreneur baru berpikir mereka bisa memulai bisnis bagaikan berlari jarak pendek (sprint). 

Pada kenyataannya, ini adalah lari marathon yang mengandalkan ketahanan sehingga hanya sedikit yang bisa berhasil. Menurut Bloomberg, 8 dari 10 perusahaan gagal dalam 18 bulan pertama sejak membuka operasionalnya.

Tidak ada aturan yang baku yang membedakan kedua jenis bisnis yang berhasil dan gagal. Tantangan yang mengancam perusahaan bisa muncul kapan saja tak peduli apa yang Anda lakukan. 

Namun, salah satu cara terbaik melindungi bisnis Anda ialah dengan membuat pilihan dengan prioritas jangka panjang. Berikut sejumlah kiat dalam 3 aspek yang penting bagi pengambilan keputusan Anda yang akan berdampak dalam beberapa tahun dari sekarang.

1. Pilihlah klien dengan cermat
Saat Anda meluncurkan startup Anda, mungkin Anda akan tergoda untuk menerima order atau membuat kesepakatan bisnis yang tidak bisa dipenuhi dengan harapan mendapatkan lebih banyak klien. Hampir selalu langkah ini adalah sebuah kesalahan. Jika bisnis Anda tumbuh terlalu cepat, Anda mungkin akan menghasilkan sebuah produk atau layanan yang berkualitas rendah dan mengecewakan konsumen dan jika Anda kurang beruntung, Anda akan menyaksikan runtuhnya bisnis Anda. 

Sebelum meneken kesepakatan, pastikan Anda bisa memenuhi persyaratan di dalamnya. Kadang menolak order juga perlu dilakukan demi prioritas yang lebih tinggi. Anda mungkin kehilangan sedikit pemasukan namun akan lebih baik berfokus pada pertumbuhan yang stabil daripada menggolkan satu dua kesepakatan bisnis jangka pendek. Beginilah saya membangun Virgin Group selama 40 tahun lebih.

Saat arus kas bermasalah, sebuah bisnis baru akan terguncang. Jadi jika Anda harus menagih ke perusahaan lain yang lebih besar, pastikan mereka tidak terlambat membayar sebelum menandatangani kesepakatan apapun. Jangan segan meminta bayaran di muka. Saat berhadapan dengan masalah, bicarakan secara terbuka dengan yang bersangkutan dengan baik-baik.

2. Pilihlah pegawai dengan teliti
Daripada mempekerjakan pegawai yang tidak bisa Anda gaji, mulailah dari nol. Saya memulai salah satu bisnis saya yang pertama, majalah Student, dari kotak telepon dengan sebuah ide dan uang 300 pounds. Mengerjakan semuanya sendiri tentu sukar namun hal itu juga akan membantu Anda mengeksplorasi kelebihan dan kelemahan ide Anda lebih cepat.

3. Temukan mentor bisnis
Saat meluncurkan Virgin Atlantic, mentor saya adalah Freddie Laker, pendiri Laker Airways. British Airways memperkuat bisnisnya di sini sebelum kami hadir dan sarannya begitu berharga dalam mendirikan maskapai penerbangan yang sukses.

Ia adalah mentor terbaik saya, seorang entrepreneur yang bisnisnya berada di sektor yang sama sehingga ia bisa memperingatkan saya saat saya akan membuat kesalahan. Dan jika saya sudah membuat kesalahan, saya bisa segera menarik diri agar tidak merugi terlalu banyak.

Jika Anda merasa sulit menemukan mentor, gunakan situs seperti Eventbrite. Anda mungkin bisa bertemu mentor potensial dalam pertemuan dan perkumpulan entrepreneur yang diadakan di sana.

Sumber :
http://www.ciputraentrepreneurship.com

Monday, June 23, 2014

Nasihat Para Miliarder Dunia untuk Sarjana Baru Lulus


Lulus kuliah dan diwisuda tentu menjadi momen yang istimewa dan menggembirakan bagi siapa saja. Tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga orangtua dan keluarga.

Apalagi, jika mahasiswa itu menjadi salah satu lulusan terbaik di perguruan tingginya. Orangtua tentu sangat bangga dan bahagia. Tetapi, apakah dengan begitu seseorang bisa sukses? Apakah menjadi salah satu mahasiswa terbaik dengan nilai yang memuaskan akan menjamin kehidupan suksesnya di masa depan?

Dikutip dari laman Forbes, Rabu 18 Juni 2014, berikut adalah beberapa nasihat dari para miliarder dunia untuk mahasiswa yang baru saja merasakan kelulusan dan diwisuda.

1. Michael Bloomberg
"Berdirilah untuk hak-hak orang lain, itu lebih penting dibanding memperjuangkan hak-hak kita sendiri. Ketika ada seseorang yang menekan kebebasan dan Anda hanya diam, bisa dikatakan Anda ikut terlibat dalam hal itu dan mungkin akan menjadi korbannya. Jangan terlibat, jangan mengikuti banyak orang, bicara dan lawan!"

"Busur sejarah ada di pundak Anda, dan bangsa kita membutuhkan kita untuk lebih kuat," ujarnya di Harvard University, 2014.

2. Tory Burch
“Salah satu nasihat terbaik yang pernah saya terima dari orangtua saya adalah jangan pernah berpikir negatif. Percaya pada kemampuan diri sendiri dan pada apapun yang akan dilakukan. Ingat: Jika ide yang paling unik menjadi jelas bagi semua orang, maka tidak akan lahir pengusaha.” Dia mengatakan nasihat itu di Babson College, 2014.

3. Sheryl Sandburg
“Saya melihat begitu banyak orang menahan diri untuk maju. Mereka lebih memilih duduk di sisi ruangan daripada di meja. Lebih memilih duduk di belakang dibanding di depan. Mereka lebih memilih untuk menurunkan tangan dibanding berjuang. Kepercayaan diri mereka terlihat menurun.”

“Untuk itulah saya lebih memilih untuk berada di depan meja, dan memaksakan diri untuk berpendapat, meski tidak yakin. Terus berjuang dan memupuk kepercayaan diri.” Sandburg mengatakan hal itu di City Colleges of Chicago, 2014.

4. Steve Jobs
Dia mengatakan, "Saat saya berusia 17 tahun, saya menerima nasihat 'Jika Anda hidup setiap hari seolah-olah itu adalah hari itu adalah hari terakhirmu, maka Anda pasti akan memanfaatkan waktu sebaik mungkin."

“Nasihat itu sangat berkesan pada saya, sejak saat itu, setiap pagi saya berdiri di depan cermin dan mengatakan jika ini adalah hari terakhirmu di dunia, apa yang akan kamu lakukan? dan setiap pagi saya mendapatkan semangat baru untuk mengubah sesuatu.” Steve Jobs mengatakan di Stanford University, 2005.

5. Bill Gates
"Saya sangat bangga dan sayang dengan Ibu. Dialah wanita yang selalu mengingatkan saya untuk selalu berbuat lebih banyak untuk orang lain."

"Beberapa hari sebelum pernikahan saya, Ibu menulis surat untuk Melinda. Padahal, saat itu Ibu sedang merasakan sakit yang teramat sangat akibat kanker yang dideritanya. Dia berpesan kepada Melinda dalam suratnya tentang banyak hal. Surat itu ditutup dengan kalimat, 'Dari mereka yang lebih banyak memberi, lebih banyak yang bisa diharapkan'."

Bill Gates mengatakan nasihat itu di Harvard University, 2007.

6. Oprah Winfrey
“Lihatlah penampilan mereka yang berhasil makeover tubuh fisiknya, mereka akan terlihat menakjubkan. Dia akan terlihat berbeda.”

“Dari situ saya mengambil kesimpulan, Anda juga bisa mengubah cara berpikir orang lain tentang dirinya.” 

“Misalnya, seorang pria yang berjalan menyusuri pantai dengan jenggot yang hampir menyentuh tanah, tampaknya pria itu bersembunyi di balik jenggotnya yang panjang itu. Saat kita berhasil menyingkirkan semua rambut jenggot itu, mungkin sang pria akan berkata 'Saya merasa hidup kembali'.”

“Makeover memungkinkan dia untuk melihat dirinya sendiri dengan cara yang ia lupa pernah ada di sana. Kau tahu, kita semua membutuhkan makeover dari waktu ke waktu dalam kehidupan kita. Dan para lulusan sarjana, saya tahu, jika Anda dapat melihat lebih jeli kemungkinan apa yang bisa mengubah hidup Anda, dan Anda yakin bisa mencapai hal itu, Anda pasti akan sukses besar.”

Winfrey mengatakan nasihat itu di Duke University, 2009.

7. Michael Dell
“Cobalah untuk tidak pernah menjadi orang yang terpandai di dalam ruangan. Dan saya sarankan Anda mengundang orang pintar ... atau menemukan sebuah ruangan yang berbeda. Di kalangan profesional disebut jaringan. Dalam organisasi itu disebut team building. Dan dalam hidup itu disebut keluarga, teman, dan masyarakat.” 

“Kita semua hadiah satu sama lain, dan pertumbuhan saya sendiri hingga menjadi seorang pemimpin telah menunjukkan lagi dan lagi bahwa pengalaman yang paling berharga berasal dari hubungan saya dengan orang-orang itu.” Dia mengatakannya di University of Texas, 2003.

8. JK Rowling
“Saya akan berbicara soal manfaat dari kegagalan. Kegagalan berarti melucuti hal-hal yang tidak penting. Saya berhenti berpura-pura terhadap diri sendiri dan mulai mengarahkan semua energi untuk menyelesaikan satu per satu pekerjaan yang berarti bagi hidup.”

“Saya pernah gagal dan berada dalam kondisi terpuruk. Tetapi, dari situ saya menyadari dan terbebas dari semua ketakutan. Saya sadar bahwa saya masih hidup, memiliki seorang putri yang mengagumkan, masih punya mesin tik, dan gagasan besar di dalam kepala. Semua itu menjadi landasan kuat bagi saya untuk membangun hidup saya kembali.” Dia mengatakan itu di Harvard University, 2008.

9. Jeff Bezos
“Ketika Anda berusia 80 tahun, pada masa tenang itu Anda bisa menceritakan kisah hidup Anda. Pada akhirnya, setiap orang akan merasa bangga dengan pilihan dan usaha kerasnya. Apapun itu, jika diperoleh dengan usaha dan pilihan sendiri, meskipun akan menghadapi kesulitan dalam memcapainya, pasti akan lebih menyenangkan.”

10. Mark Zuckerberg
“Orang yang tidak suka makan sayur, pasti selalu berpikiran negatif jika harus menghabiskan sepiring penuh sayuran. Tetapi, jika Anda menyukai permainan games, bahkan jika itu benar-benar sulit, Anda tetap akan memecahkan games itu dengan sabar dan suka.”

“Itulah sifat dasar manusia, jika seseorang benar-benar melakukan sesuatu yang dia cintai, pasti pekerjaan itu akan lebih mudah dan lebih banyak tujuan yang akan dicapai.” Dia mengatakannya di Belle Haven Community School di Menlo Park, California, 2011. 

Sumber :
http://bisnis.news.viva.co.id

Sunday, June 22, 2014

Bagaimana Berjejaring


Richard Branson tentang Bagaimana Berjejaring

Ketika saya mulai berjejaring atas nama Virgin Music - pertemuan dengan agen-agen, membujuk musisi untuk menandatangani kesepakatan dengan kami, mencari distributor - sering bertukar nomor telepon di serbet. Itu tahun 1970-an!

Saat ini jauh lebih mudah untuk berhubungan dengan orang-orang yang dapat membantu Anda memulai dan mengembangkan bisnis Anda. Lihat saja, ada LinkedIn , Facebook , Google+ dan Twitter, yang semuanya mampu memberikan kesempatan bagi Anda untuk bertemu dan berinteraksi dengan sesama entrepreneur, ahli di lapangan dan pendatang baru yang inovatif. Namun Anda bisa membuat koneksi, dari saat pertama Anda mulai menyadari bahwa ide Anda layak dikejar, langkah pertama jalan menuju sukses adalah membangun jaringan.

Untuk memulai, hadiri acara dalam bidang industri dan bertemu para pemain utama; bergabung dengan asosiasi bisnis regional dan mulai belajar tentang kondisi pasar lokal. Juga ingat bahwa Anda dapat bertemu mentor potensial di sekolah-sekolah , klub dan kelompok-kelompok bisnis . Suatu hari , ketika Anda terjebak atau ketika sesuatu berjalan tidak sesuai harapan, kontak ini akan menjadi orang-orang yang akan berpaling untuk meminta bantuan.

Peluncuran startup sulit dan menakutkan sehingga sangat penting bagi Anda untuk membangun jaringan Anda , Anda mencari mitra yang pintar dan mendukung dan karyawan yang memahami dan berbagi tujuan Anda untuk bisnis. Ketika saya mulai majalah Student sebagai pengusaha remaja , saya bekerja dengan sekelompok kecil mahasiswa lainnya . Dukungan tak kenal lelah mereka dan persahabatan kami sangat berharga karena kami mendapat majalah pergi . Beberapa dari kita terus bekerja sama selama beberapa dekade , dan saya menghitung orang-orang ini di antara teman-teman terdekat saya. Orang tua saya juga sangat penting untuk proyek itu ( Ya , keluarga Anda merupakan bagian dari jaringan Anda juga - jangan meremehkan kemampuan mereka untuk membantu Anda ) , dan tanpa dukungan mereka kita mungkin tidak akan berhasil .

Akhirnya , Anda juga akan membutuhkan jaringan teman sebaya, jadi jangan segan berteman dengan pesaing Anda . Ketika Anda melihat orang lain mencapai tujuan yang sama , Anda akan diingatkan bahwa rencana dan impian Anda sendiri yang mungkin . Dan jika Anda merasa gentar dengan apa yang harus Anda lakukan, tidak ada dorongan yang lebih baik daripada belajar bahwa orang lain telah mencapai sesuatu yang serupa . Dalam pengalaman saya , saat-saat seperti yang telah menjadi titik tolak bagi banyak usaha bisnis baru , dan tidak ada yang salah dengan sedikit persaingan yang sehat. 

Sumber :
http://www.ciputraentrepreneurship.com

Saturday, June 21, 2014

11 Kutipan Paling Inspiratif dari Bill Gates untuk Para Pelajar



  1. Dunia tidak peduli mengenai harga diri Anda. Dunia ini akan mengharapkan Anda untuk mencapai sesuatu sebelum Anda merasa menghargai diri sendiri.
  2. Anda tidak akan menghasilkan $60 ribu per tahun langsung dari SMA. Anda tidak akan bisa menjadi seorang wakil pimpinan dengan telepon di mobil hingga Anda mendapatkan keduanya.
  3. Jika Anda pikir guru Anda menjengkelkan, tunggu hingga Anda memiliki atasan.
  4. Memasak burger tidak akan merendahkan harga diri Anda. Kakek Anda memiliki kata yang berbeda untuk memasak burger: mereka menyebutnya peluang.
  5. Jika Anda bermasalah, itu bukan salah orang tua Anda, sehingga jangan mengeluh mengenai kesalahan, belajarlah dari mereka.
  6. Sebelum Anda lahir, orang tua Anda tidak sebosan Anda sekarang. Mereka mendapatkan itu dari membayar tagihan Anda, membersihkan pakaian dan mendengar kalimat Anda mengenai betapa kerennya Anda dalam benak Anda sendiri. Sehingga sebelum Anda menyelamatkan hutan tropis dari parasit generasi orang tua Anda, cobalah membongkar di ruang Anda sendiri.
  7. Sekolah Anda mungkin sudah menunjukkan pemenang dan pecundang, tetapi hidup tidak demikian. Di sebagian sekolah, mereka telah menghapus nilai gagal dan mereka akan memberikan Anda sebanyak mungkin sebagaimana Anda ingin mendapatkan jawaban yang tepat. Hal ini tidak mirip sama sekali dengan kondisi nyata.
  8. Hidup tidak dibagi menjadi semester-semester. Anda tidak bisa mendapatkan libur musim panas dan sangat sedikit pekerja yang tertarik pada upaya membantu diri sendiri. Lakukan itu di waktu Anda sendiri.
  9. TV bukan kehidupan nyata. Dalam kenyataan, orang sebenarnya harus meninggalkan kedai kopi dan pergi bekerja.
  10. Jangan menindas orang-orang asosial. Bisa jadi mereka akan menjadi atasan Anda. 
  11. Hidup itu tidak adil. Biasakan diri Anda!


Sumber :
http://www.ciputraentrepreneurship.com

Friday, June 20, 2014

Raisa Rintis Bisnis 'Pick Me Up'


Sudah menikmati sukses di dunia tarik suara, tidak membuat Raisha, penyanyi muda berbakat Indonesia, segan untuk mencoba peruntungannya di dunia wirausaha. Bisnis barunya yang bernama "Pick Me Up" ini menawarkan lukisan berwarna dan berdesain cerah dan menarik di bahan kanvas.

Selain lukisan, Pick Me Up menyuguhkan produk apron atau celemek memasak dengan desain dan warna artistik dan menarik yang dibanderol Rp200.000 per buah.

Terdorong untuk memberikan motivasi pada orang lain, Raisha membuat desain dengan pesan berupa tulisan yang memberikan semangat positif, sehingga amat menggugah inspirasi di pagi hari sebelum memulai deretan aktivitas harian kita.

Desain-desain yang dipakai dalam produk-produk Pick Me Up tidak hanya dari Raisha tetapi juga beberapa desainer muda lainnya.

Penasaran ingin memilikinya? Anda dapat menemukan produk apron dan lukisan unik Raisha ini di gelaran Young Business Movement 2014, Grand Indonesia Shopping Town, West Mall lantai 5 hingga 22 Juni nanti. 

Sumber :
http://www.ciputraentrepreneurship.com

Thursday, June 19, 2014

Para Miliarder Dunia Bicara Rahasia Sukses


Ternyata para miliarder tidak melulu memandang bahwa kerja keras dan sikap pantang menyerah menjadi faktor utama penentu keberhasilan atau kesuksesannya. Namun, ada ragam faktor yang berbeda, tidak biasa, yang menjadi semacam prinsip bagi mereka.

Seperti diberitakan CNBC, Jumat 2 Mei 2014, para miliarder terkemuka baru-baru ini membagi rahasia sukses mereka. 

Pejabat Eksekutif Google, Eric Schmidt, menyatakan bahwa Sergey Brin dan Larry yang merupakan rekannya di tim eksekutif adalah sosok yang mampu menggebrak dan membuat terobosan di bidang teknologi, meski sempat drop out dari bangku kuliah.

"Masing-masing dari orang-orang ini memutuskan keluar lebih awal. Mereka tahu apa yang mereka inginkan dan tak pernah menjawab tidak," ujar Schmidt.

"Mereka memiliki visi dan rasa percaya diri yang tidak biasa. Mereka juga bersedia untuk melakukan apa pun guna mencapai tujuan bisnis mereka," imbuhnya.

Berbeda lagi dengan apa yang disampaikan oleh Carl Icahn, seorang investor sekaligus miliarder yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial.
Menurut Icahn, orang-orang sukses sepertinya selalu berpikir untuk tak boleh sembarangan dalam mengerjakan apa saja. Karena mereka menyadari bahwa diri mereka dikonsumsi oleh apa pun yang mereka kerjakan. Terutama dalam obsesi membayar dividen.

"Pokoknya, mendapatkan sesuatu harus dengan benar. Anda tahu kan, memastikan itu dilakukan dengan benar. Hampir menjadi perfeksionis," kata  Icahn.

"Uang itu scorecard. Saya tidak butuh uang lagi, tapi saya terobsesi dalam mendapatkan sesuatu dengan benar," kata Icahn.

Sementara itu, Martha Stewart memaknai keberhasilannya tidak hanya menyangkut kerja keras, ketekunan, dan memberikan perhatian detail. Tetapi juga pemahaman yang tajam mengenai branding.

"Saya punya teman, namanya Charlotte Beers, dia seorang ahli brand dan terus berkata, 'Martha, you're a brand. You're a brand'. Dan kemudian suatu hari saya sadar dan berkata, 'Oh, saya adalah brand," kata Stewart.

Stewart menggunakan namanya untuk membangun emporium bisnis media dan peralatan untuk membangun rumah. Ia menjadi perempuan pertama di AS yang menjadi miliarder dengan usahanya sendiri. Ia merupakan pendiri Martha Stewart Living Omnimedia.

Adapun Chief Executive Officer (CEO) Hewlett-Packard, Meg Whitman, menyatakan bahwa untuk mencapai kesuksesan memang membutuhkan banyak energi.

"Bisnis adalah olahraga yang penuh kontak fisik dan sulit," kata Whitman.

Kesuksesan, menurut dia, bisa dicapai dengan sikap yang sama dengan menghargai prinsip sportivitas dalam pertandingan. Termasuk dalam memilih anggota tim yang dapat diandalkan.

"Sehingga, jika Anda sudah tidak menjadi bos, tetap jadi orang yang tepat pada tempat yang tepat, di waktu yang tepat, dengan perilaku yang benar," kata Whitman.

Sumber :
http://bisnis.news.viva.co.id

Wednesday, June 18, 2014

Kekeliruan Mitos Seputar Orang Super Kaya


Penelitian yang dilakukan Wealth X Institute menyatakan bahwa Sebagian besar anggapan atau stereotip yang terkait dengan orang-orang super kaya selama ini adalah keliru.

Wealth X mendefinisikan individu super kaya sebagai seseorang yang memiliki kekayaan bersih setidaknya US$30 juta. Menurut Wealth X, pada 2013, ada 199.235 individu super kaya atau segelintir (0,003 persen) dari populasi dunia yang menyumbang. Jika donasi mereka itu digabungkan, nilainya mencapai US$27,7 triliun atau setara dengan 38 persen produk domestik bruto global.

Berikut ini bantahan mitos seputar orang-orang super kaya yang disampaikan Wealth X, seperti dilansir CNBC.

1. Semua kekayaan mereka warisan
Hanya 19 persen dari populasi orang super kaya yang semua hartanya berasal dari warisan. Sekitar 65 persen dari orang super kaya berhasil menciptakan kekayaannya sendiri, sedangkan 16 persen mereka kekayaannya sebagian merupakan warisan.

2. Mereka semua adalah bankir investasi
Meski industri keuangan, perbankan, dan investasi memang kategori terbanyak dari pijakan individu super kaya berkembang, namun ternyata hanya 19 persen yang bisnis utamanya bergerak di sektor industri itu.

3. Mengenyam pendidikan di sekolah terkemuka
Sebanyak 7.000 dari populasi orang super kaya di dunia atau 3,5 persen memiliki gelar pendidikan dari delapan sekolah terbaik di AS. Sementara lebih dari 27.000 atau 13,6 persen tidak memiliki gelar sarjana sama sekali.

4. Semua technoprenuer putus kuliah di usia 20an
Mahasiswa drop out dari Harvard dan sekaligus pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, mungkin harus berterima kasih untuk stereotip ini. Tapi ini bertentangan dengan anggapan umum, usia rata-rata orang super kaya bekerja di industri teknologi adalah 54 tahun dan banyak dari mereka yang berpendidikan tinggi.

5. Kemakmuran yang kebal terhadap siklus ekonomi
Faktanyta, populasi orang kaya menyusut sebesar 20 persen dalam kurun tahun 2008 dan 2009, dan kekayaannya turun 22 persen.

6. Kekayaan orang super kaya Tiongkok paling tinggi
Dekade pertumbuhan berlipat ganda di negara ekonomi terbesar kedua sejagat ini memang telah menciptakan persepsi bahwa miliarder Tiongkok telah mengambil alih dunia. Tetapi, jumlah orang super kaya di Tiongkok dan kekayaan kolektif mereka menurun, tahun lalu. Amerika Serikat masih memiliki tiga kali lebih banyak miliarder dari jumlah jutawan di Tiongkok.

7. Orang-orang kaya tak berbagi
Kenyataannya, rata-rata filantropis dermawan menyumbangkan US$25 juta selama seumur hidup mereka. Jutawan dermawan menyumbangkan US$100 juta. Ada jenis lain dalam kategori mereka berbagi, antara lain dampak investasi, pembiayaan mikro, dan penciptaan lapangan kerja.

8. Memiliki jet dan yacht
Hanya sebagian kecil dari orang super kaya (20 persen) secara individu mampu membeli kapal pesiar atau pesawat pribadi. Tapi, menyewa memang tetap yang populer. Sebenarnya, untuk perjalanan udara, banyak orang super kaya yang masih memilih menjadi penumpang pesawat komersial, meskipun mereka ambil tiket penerbangan first class.

Sumber :
http://bisnis.news.viva.co.id

Tuesday, June 17, 2014

Antara Galau, Move On dan Impian

June 17, 2014 at 9:56pm
 " Mba Multia pernah galau gak jalanin Oriflame? pernah ga ngerasa susah rekrut, susah tutup poin? "

FAKTA:
Absolutely yes i do.
Aku pernah galau
aku pernah ngerasa susah rekrut
aku pernah bete ama kewajiban tutup poin 100BP

aku pernah NANGIS gara-gara itu semua
stress, sedih
mangkel ama diri sendiri
gemes
iri ama yang laen

" Terus mba Multia ngapain kalo udah kayak gitu? "

FAKTA:
Pertama dan selalu pertama adalah cerita ke suami aku,
dan always NANGIS kalo cerita ke pipi

mau tau tanggepan suami aku kalo aku udah galau?
kata dia nih:
- panteslah bonusmu segitu wong kamu kerjanya aja males
- panteslah kamu ga dapet donline, katalog aja nyebar cuman berapa
- panteslah kamu orderan ga dapet, wong kamu ga pernah agresif nawarin
- panteslah kamu lama naek level, kamu kerja berapa jam se untuk oriflame

Marah ga aku digituin?
MARAH dong
tapi bentar doang, ga sampe 1 menit

Abis gitu diem,
gumam aja dalam hati
banyakan benernya soalnya omongannya suami

" Terus kalo uda tau kekurangannya gitu gimana dong mba? "

FAKTA:
Buka lappie
Browsing web/blog leader suksesnya Oriflame
siapapun orangnya, apapun grupnya,
pokoknya senemunya di googling pertama

Trus baca-baca kisah mereka
nemu link youtube, liat video video pencapaian mereka

Dari proses itulah ketemu ide
- oo aku kudu gini
- ooo mungkin ini bisa aku terapin di jaringan aku
- oo caranya seperti ini

Dan muncullah booster dari dalam diri aku
baru segini aja udah galau setengah mati, uda ngeluh, uda capek, uda bosen,
PADAHAL banyak yang galaunya ampe [level] mampus tapi bisa tetep jalan BAHKAN jadi sukses

Karena apa sih mereka bisa keep move on?
Because they have D R E A M

- kebayang bahagianya wajah orangtua ketika ditransferin cash award
- kebayang senengnya wajah anak ketika bisa naek mobil sendiri ga kepanasan keujanan
- kebayang bangganya wajah suami liat istrinya mandiri

Ya Allah, kuatkan aku agar selalu bisa melampaui segala galau ini
agar aku selalu bisa keep Move On
agar aku bisa wujudin I M P I A N ku

- liat senyumnya mama papa ibu
- liat binar cerianya duo supeRafa Rangga
- liat tatapan cintanya pipi Taufan Yanuar

#MultiaForDiamond
 pin 2B9B64CD

Monday, June 16, 2014

Bisnis dengan 4 Anggota


Tetapi tim kecil pun, asalkan semua bekerja secara efisien, pasti mampu menghasilkan omset yang besar. Itulah yang berhasil dilakukan oleh tim Belowcepek.com, fashion store online yang mengkhususkan diri menjual pakaian wanita dengan harga di bawah Rp 100.000.

Banyak orang pasti mengerutkan dahi ketika mendengar ada toko yang menjual pakaian dengan harga di bawah Rp 100.000. "Memangnya masih ada produk fashion yang berkualitas bagus namun dengan harga di bawah Rp 100.000?" 

Tetapi, persis itulah yang ditawarkan oleh Belowcepek.com. Tim toko online ini ingin memenuhi kebutuhan kaum perempuan akan produk fashion dengan harga yang terjangkau, namun dengan kualitas yang baik.

"Saya menjalani usaha saya ini hanya bersama empat karyawan saya. Usaha ini didasari oleh adanya pasar yang membutuhkan kualitas produk bagus dengan harga bersahabat," ungkap Riana Bismarak, pemilik Belowcepek.com, kepada KompasFemale, saat bertemu di Ballroom Shangri-La Hotel, Jakarta, Kamis (27/6/2013) lalu.

Riana mengatakan, seluruh barang yang dia jual di toko online-nya adalah buatan Indonesia. Meski banyak orang yang meragukan kualitasnya, tapi ia meyakinkan bahwa kualitas produk lokal tidak kalah bagus dari buatan luar negeri. Terbukti, ia baru saja menjadi pemenang III lomba Wanita Wirausaha Mandiri - Femina 2013 untuk usahanya tersebut.

"UKM masyarakat kita itu banyak yang bagus-bagus lho, dan saya sangat mencintai kekayaan budaya di Indonesia. Itu sebabnya, kualitas barang Indonesia tidak kalah bagus dengan negara lain. Lihat saja, banyak brand mahal tapi produksinya 'made in Indonesia'," jelas perempuan yang mengawali usahanya karena kecintaannya terhadap Indonesia ini.

Dengan kosistensi dan komitmen yang diusungnya, Belowcepek.com kini berhasil menjaring sekitar 100.000 pengunjung situs dan anggota jejaring sosialnya . Usaha yang baru didirikannya pada November 2011 lalu ini berhasil membawanya hingga pada tahapan ini, dan mampu menginspirasi banyak wanita Indonesia lainnya untuk tampil gaya dengan budget tidak terlalu besar.

Riana juga menekankan, ia bersama timnya tetap konsisten dan fokus saat ini untuk menjual pakaian keperluan wanita. Kepercayaan dirinya membawanya pada harapan terhadap bidang usaha yang digelutinya.

"Masih banyak masyarakat Indonesia yang ingin membeli pakaian bagus tapi tidak mampu membelinya karena harga yang tinggi. Karenanya, kami yakin karena masih ada peluang dalam pasar tersebut. Tidak semua orang bisa mampu membeli pakaian mahal, kan?" tuturnya.

Pertanyaan yang selalu mengusik rasa ingin tahu orang mengenai toko yang dikhususkan untuk perempuan berusia 18 - 45 tahun ini adalah, dari mana Belowcepek.com mendapatkan barang dengan harga murah dari produsennya? 

Riana ternyata bersedia membocorkan sedikit rahasia bisnisnya. Menurutnya ia biasa mendapatkan produk dari para UKM, membeli putus dari pedagang, atau ia modali dengan biaya sendiri. Ketelitian dan kepekaan "mengendus" produk yang bagus dan berkualitas adalah modal utama Riana, dan inilah yang belum banyak dimiliki orang lain.

Sumber :
http://female.kompas.com

Sunday, June 15, 2014

Optimis, Senjata Menghadapi Kesulitan


Apa biasanya komentar kita, saat menghadapi deadlock dalam meeting, di mana beda pendapat tidak menemukan jalan tengah? Apa respon kita saat pertumbuhan bisnis tidak menggembirakan, sehingga perusahaan harus melakukan efisiensi biaya di sana-sini, termasuk memotong bonus atau fasilitas untuk karyawan? Apa yang kita pikirkan saat klien yang dulunya sangat loyal, kemudian berpaling menggunakan jasa kompetitor? 

Kesemuanya ini sering membuat mood kita seolah diselimuti awan kelabu. Sering dengan mudah kita langsung merasa terpuruk, berkeluh-kesah, mencari-cari kesalahan. Situasi ini juga kerap membuat kita merasa mentok atau no way out, bukan? 

Kadang, kita tidak bisa menyalahkan individu, bila memang menyaksikan situasi yang buruk. Tetapi, kita memang perlu mawas diri dan bertanya, apakah sikap pesimis, bahkan sinis, ini akan berguna? Bukankah pemikiran adalah awal dari tindakan kita? Begitu kita memulai sesuatu dengan sikap negatif maka kita tidak mempunyai kesempatan untuk memulai sesuatu yang baik.

Dalam bisnis, kejutan seperti mitra bisnis yang tiba-tiba berpaling dan ingkar janji, ketidakberuntungan ataupun keputusan yang salah dan menyebabkan kerugian bisa terjadi, atau malah kadang datang bertubi-tubi. Bayangkan, apa jadinya bila kita sudah kehilangan optimisme? Tidak adanya optimisme, tanpa disadari bisa menyebabkan ekonomi tergerogoti  karena tidak tumbuhnya bisnis baru secara proporsional. 

Sikap pesimis juga menyebabkan kita tidak lagi antusias berinvestasi, bahkan mematikan niat untuk berburu orang-orang berbakat. Dan lucunya, dalam situasi seperti itu, banyak ide baru yang direspons secara getir, penuh kesinisan. Bukan saja orang menekankan sikap konservatif, atau “buy in” ide baru lemah, tetapi penolakan tersebut diwarnai agresi. Komentar: “Ah, basi!”, jadi lebih sering kita dengar, misalnya saat ada rekan kerja mengeluarkan ide yang terkesan "biasa-biasa" saja. 

Jadi, bisa dikatakan bahwa musuh optimisme bukanlah sekadar pesimisme, tetapi juga kesinisan. Jadi dalam setiap ide atau situasi, yang muncul secara default di dalam persepsi kita adalah pandangan negatif, yang bahkan dibumbui dengan memori-memori lama tentang keburukan situasi. Bukankah ini bisa sangat menghambat kemajuan kita?

Seorang tokoh periklanan, Jay Chiat, sering mengatakan bahwa ketrampilan hidup yang perlu senantiasa dikembangkan adalah untuk menghadapi ancaman kekalahan. Beliau mengatakan  bahwa optimisme adalah satu-satunya senjata menghadapi kesulitan. Itu sebabnya, kita perlu berlatih mental secara rutin untuk melakukan berbagai hal sebaik-baiknya, walau dengan  sumberdaya terbatas. 

Kita bisa melihat para entrepreneur sukses jarang terdengar mengkomplen hal-hal yang mereka tidak punya, tetapi justru menghargai apa yang mereka miliki dan apa hasil pemanfaatannya. Dengan begitu kita terbiasa berada di  situasi bawah tekanan, bukan mengeluh, merengek, tetapi siap untuk memunculkan “call for action”.

Disiplin berpikir sebagai dasar optimisme
Optimisme adalah keyakinan bahwa hampir semua masalah dapat diselesaikan dengan kerja keras dan mindset yang tepat. Meski terdengar sederhana, tapi kita tahu betul betapa ini tidak mudah, apalagi karena memang berita-berita buruk datang silih berganti dan lingkungan sekitar kita pun seringkali menyuburkan sikap pesimisme. Itu sebabnya, kita kerap kagum pada orang yang selalu bisa berpikir optimis, padahal kita tahu sendiri bahwa nasibnya tidak seberuntung orang lain. 

Sebetulnya, tidak sedikit riset yang menunjukkan bahwa orang yang berpikir positif mempunyai derajat kesuksesan yang lebih tinggi di pekerjaan, sekolah, bahkan dalam hidupnya. Hasil penelitian pun mengatakan bahwa optimisme ini ditularkan. Orangtua yang optimis, biasanya membesarkan putra-putri yang optimis pula. Jadi, apa yang perlu dilakukan agar kita bisa senantiasa bersikap optimis?

Pertama-tama, kita perlu memperhatikan apakah perbendaharaan kata-kata kita lebih berisi kata-kata magic yang mempengaruhi positifnya pikiran kita, atau sebaliknya, perbendaharaan kata kita justru didominasi kata-kata yang “menjatuhkan”, seperti,”mana mungkin?”, "apa iya?”, atau “ salah siapa?”. 

Kita bisa segera melihat bahwa kata-kata negatif yang ada di pikiran atau kita ucapkan, akan membawa pikiran kita ke dalam pembicaraan defensif atau tidak produktif. Andaikan saja kumpulan kata-kata kita selalu menantang kita untuk melanjutkan pemikiran kita, seperti mempertanyakan detail, memikirkan kemungkinan pelaksanaan tindakan, membayangkan berbagai kemungkinan untuk berpikir kreatif dan menyelesaikan masalah, maka tanpa disadari mood kita akan terangkat dan kita pun akan terpengaruh dengan pikiran kita sendiri, terbawa kepada suasana pencarian solusi. 

Optimisme sebetulnya juga perlu dibarengi dengan kegiatan berfikir eksploratif yang akhirnya memungkinkan kita untuk menembak jalan keluar yang lebih jitu.

Aturan 24x3
Kita tentu pernah melihat orang yang memotong pendapat orang lain dan seketika menilai ide orang buruk, padahal orang tersebut belum selesai menyampaikan pendapatnya. Tidakkah kita kadang berpikir bahwa komentar negatif itu terlalu dini? Pernahkah kita buang muka saat menemui seseorang yang tidak kita sukai, pada detik-detik pertama? Bukankah bila kita pikirkan lebih lanjut, kita sudah menyia-nyiakan kesempatan positif untuk membina hubungan atau paling tidak menerima informasi?

Berarti, hal yang perlu kita latih juga adalah menahan respon, untuk tidak segera mengomentari, menilai, memutuskan. Sebaliknya, kita perlu mengendapkan lebih dulu informasi yang kita terima untuk memberi waktu kita melihat sisi positif dari setiap situasi.

Seorang pakar mengemukakan kita “Rule 3x24”, untuk melatih kita berpikir dan bersikap optimis. Sebelum kita mengomentari situasi yang kita rasa buruk, maka kita perlu menunggu 24 detik sebelum memberi respon. Mengapa? Karena, bila tidak menunggu 24 detik, kita tidak sempat mencerna apa yang kita tangkap. Ini sebetulnya bukan hal istimewa, namun dasar dari ketrampilan mendengar.

Selanjutnya, kita perlu menggunakan 24 menit untuk memikirkan situasi atau ide tersebut, mengelaborasi dan meng-exercise-nya. Setelah kita olah, bila kita ingin menyampaikan kritik ataupun ketidaksetujuan, alangkah baiknya kita "inapkan" dulu sanggahan kita semalaman, sehingga kita bisa mematangkan ketidaksetujuan kita dalam 24 jam. 

Rumus 3 x 24 yang sederhana ini, sebetulnya adalah salah satu cara untuk mengatur pikiran, agar tetap jernih dan obyektif. Kita perlu berlatih dan mendisiplinkan diri untuk bersikap seperti ini, apalagi di zaman komunikasi instan, melalui media sosial, yang sangat-sangat real time ini. Ini mungkin menyebabkan kita seolah-olah lamban, tetapi bukan konvensional dan sinis, tetapi justru obyektif.

Sumber :
http://female.kompas.com

Saturday, June 14, 2014

Langkah Agar Sukses Wujudkan Mimpi


Secara psikologis, mimpi merupakan proyeksi tentang rencana dan harapan seseorang terhadap hidupnya di masa mendatang.  Selain itu, mimpi juga pendongkrak semangat terkuat untuk bertahan dan melewati rintangan yang ada di depan mata.

Namun, sayangnya tidak semua orang punya kemampuan untuk mengelola dan mengarahkan diri untuk membuat mimpi besarnya menjadi sebuah kesuksesan.

"Untuk bisa mewujudkan mimpi jadi sebuah kesuksesan, Anda harus terus memotivasi diri dan menyusun mimpi lebih spesifik agar memudahkan Anda berada di jalur yang tepat saat mengambil tindakan nyata dan mencapai sukses," kata Psikolog Anak dan Keluarga, Roslina Verauli saat konferensi pers 90 Days Dream Big Challange di Jakarta beberapa waktu lalu.

Vera mengatakan, ketika sudah berada di jalur pencapaian mimpi yang tepat, maka seseorang akan lebih total melibatkan dirinya dalam berbagai aktivitas dan kegiatan yang bisa mengantarkannya pada perwujudan mimpi tersebut.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menyusun mimpi secara spesifik serta menemukan track yang tepat untuk meraihnya.

1. Susun keinginan menjadi sebuah tujuan jangka pendek.

2. Membuat rencana untuk mewujudkan mimpi. Tak masalah jika itu adalah sebuah langkah kecil namun pasti. "Jangan lupa untuk mencatat semua langkah kecil dari mimpi Anda. Tujuannya untuk memberikan evaluasi dan meningkatkan kepercayaan diri bahwa Anda kini sudah semakin dekat untuk mewujudkan mimpi," kata Vera.

3. Lakukan dan dan implementasikan rencana tersebut.

4. Lakukan evaluasi langkah yang sudah dilakukan.

5. Tentukan batas waktu Anda untuk bisa meraih mimpi tersebut.

6. Rayakan keberhasilan Anda saat mencapai mimpi.

Sumber :
http://female.kompas.com

Friday, June 13, 2014

Bisnis Kaos Sepakbola


Sepakbola menjadi olahraga yang paling digemari di berbagai belahan negara, tak dimungkiri bila sepakbola juga sudah merambat menjadi bisnis yang menggiurkan bagi perusahaan besar. Kehadiran sejumlah pernak pernik sepakbola menjadi salah satu peluang bisnis yang terselip di dalamnya.    

Olahraga ini memilik penggemar yang terbilang fanatik dengan klub tertentu. Biasanya penggemar tak akan selalu update dengan beragam informasi terbaru dari klub dukungannya. Dari sinilah para pengusaha mulai cermat melihat peluang besar dalam berbisnis, yakni bisnis beragam atribut klub semisal kaos (jersey) bola.

Banyak anak muda saat ini telah sukses merintis bisnis kaos sepakbola lantaran menimbang kebutuhan konsumen yang cukup tinggi. Bisnis ini dijalankan dengan beragam cara semisal, dengan memproduksi sendiri bentuk baju  bola klub-klub ternama secara kreatif, lalu mendistribusikannya lewat agen,mendirikan toko atau secara online.

Memang persaingan di bidang bisnis ini terbilang besar, sehingga diperlukan kreatifitas unik yang tidak dimiliki oleh pengusaha kaos bola yang lain. Misalnya, dengan melihat minat kebanyakan penggemar sepakbola. Bila diteliti, anak muda menjadi konsumen kaos jersey terbesar. Dengan itu, pengusaha perlu cermat dengan selera dan kualitas kaos.

Kaos dengan beraneka ragam bentuk juga tampaknya sangat diminati, semisal dengan memproduksi kaos bola dengan gambar kartun tokoh bola terkenal, kaos dengan snapshot momen, dan sebagainya. Sementara kualitas yang semakin baik juga sangat mempengaruhi minat pembeli. Rumusnya adalah semakin tinggi level kualitasnya, semakin tinggi pula minat pembeli.

Bila Anda masih pemula, jangan buru-buru pesimis, sangat mudah menjalankan bisnis ini tanpa harus mengeluarkan banyak tenaga dan pikiran. Belajarlah dari para pengusaha sukses yang secara kreatif memanfaatkan media online dalam bisnisnya.  Hal ini pula yang mengawali kesuksesan Bhinneka.com, toko online yang pertama kali hadir di Indonesia.

Dengan itu, Anda hanya perlu yakin dan berupaya bahwa usaha ini akan semkain berkembang, dan konsumen akan setia dengan produk-produk Anda.

Sumber :
http://www.jawaban.com

Thursday, June 12, 2014

Bisnis Piala Dunia 2014


Sebagai  seorang entrepreneur tentu saja tidak boleh melewatkan momen Piala Dunia 2014 bisa dimanfaatkan untuk menciptakan peluang bisnis baru.
Pasalnya, perhelatan akbar ini akan menarik banyak perhatian. Nah, berikut adalah peluang bisnis yang bisa diciptakan dari momen Piala Dunia 2014 di Brasil :

Bisnis Kaos Replika Jersey. 
Usaha yang cukup berpeluang besar mendatangkan keuntungan dalam event football world cup adalah bisnis produksi dan penjualan kaos jersey dari tim-tim yang lolos piala dunia, seperti kaos tim negara samba Brasil, tim tango Argentina, Portugal, Jerman, Korea Selatan dan lainnya. Para pecinta bola tentu akan membeli sebuah kaos replika jersey dari tim jagoannya sebagai wujud dukungan kepada tim kesayangannya tersebut. 

Bisnis Pembuatan dan Penjualan Merchandise. 
Merchandise dan asesoris yang berkaitan dengan demam piala dunia adalah barang-barang yang akan dicari para penikmat sepak bola. Merchandise boneka maskot piala dunia 2014 yang bernama Fuleco Armadillo tentu menjadi produk yang akan paling banyak dibeli. Selain itu, mug dan gantungan kunci yang bertema sepak bola juga nampaknya akan laris manis. Jika anda berminat, mungkin anda bisa membaca sekilas tentang wirausaha membuat boneka dan gantungan kunci.

Usaha Kafe dan Bioskop Home Theater. 
Bisnis yang juga berpeluang mendatangkan profit yang oke saat event piala dunia adalah usaha kafe dan juga home theater. Kuncinya adalah menyediakan sarana nonton bareng piala dunia. Meskipun banyak orang yang telah berlangganan siaran tv satelit (berbayar), namun nonton pertandingan bola memang lebih seru jika nonton ramai-ramai, dan tempat yang paling sering dijadikan "nobar" adalah kafe dan bioskop rumahan.

Usaha Cetak Sticker dan Replika Bendera. 
Usaha cetak sticker, cetak pin dan cetak bendera plastik yang bertema negara-negara peserta piala dunia 2014 juga diprediksi akan terkena imbas positif. Asesoris tersebut merupakan pernak-pernik yang memeriahkan moment piala dunia. 

Bisnis Jasa Cat Wajah. 
Jika anda pandai melukis atau terampil dalam tata rias wajah, maka event piala dunia bisa menjadi ladang bisnis yang menguntungkan. Para pelaku usaha jasa "face painting" yang berupa gambar bendera, gambar bola, atau nomor pesepakbola idola sering menerima order dari para fans bola untuk menunjukkan jati dirinya sebagai supporter fanatik. Meskipun Indonesia bukan termasuk peserta piala dunia 2014, namun banyak masyarakat Indonesia yang masing-masing memiliki tim negara terfavorit. Hal ini merupakan celah bisnis yang bagus untuk orang-orang yang terjun dalam usaha jasa "face painting" atau pelukis wajah.

Sumber :
http://www.sukmainspirasi.com

Wednesday, June 11, 2014

Kursus Online Entrepreneur


Menuntut ilmu tidak mengenal usia dan pekerjaan, status ekonomi, lapisan sosial, dan sebagainya. Termasuk bagi para entrepreneur.

Dengan terbukanya dunia Internet, kita dimudahkan untuk mempelajari semua hal secara online. Keberadaan situs-situs online yang bermuatan informasi dan materi belajar yang bermanfaat sangat membantu kita untuk meningkatkan kualitas diri.

Namun, memilih situs untuk belajar secara online tidaklah mudah. Lalu situs-situs apakah yang Anda akan pelajari saat ingin belajar ketrampilan bisnis praktis? Berikut uraian yang akan bisa menjawab pertanyaan Anda sebagaimana disarikan dari Young Entrepreneur Council (YEC).


  1. Mixergy: Anda akan mendapatkan berbagai pelajaran berharga dalam bentuk wawancara dengan entrepreneur-entrepreneur berpengalaman. Mereka dikenal sebagai sosok-sosok yang mengubah wajah industrinya. Setiap pelajarannya dikemas singkat, padat dan mudah diserap. Anda akan menyerap banyak ide cemerlang untuk diterapkan dalam bisnis. Anda bisa menikmati dalam bentuk podcast juga, jika kurang suka membaca.
  2. Hacker News: Bacalah situs ini meski Anda bukan programmer. Kontennya penuh edukasi dan Anda akan menemukan penjelasan dari kegagalan beberapa startup yang bisa Anda pelajari dan hindari. Anda bisa menyelamatkan diri dari jurang kesalahan yang sama.
  3. Startups for the Rest of Us: Di sini, Anda bisa menemukan konten yang dibuat oleh Rob Walling yang berisi tentang saran-saran praktis mengenai strategi bagi entrepreneur yang tidak ingin bisnisnya didukung investor tetapi mau menciptakan bisnis yang berkelanjutan dan menguntungkan.
  4. Udacity: Di situs ini, Anda akan bisa belajar tentang Python. Ada berbagai kuis dan tutorial video yang disediakan para profesor berpengalaman. Semuanya gratis.
  5. B-School: Marie Forleo adalah sosok entrepreneur terkemuka dalam bisnis marketing saat ini. Situs ini memberikan Anda sejumlah materi tentang marketing.
  6. Udemy: Udemy memiliki 10 ribu kursus online gratis tentang ketrampilan bisnis praktis dari pakar-pakar terdepan di dunia bisnis. Ada yang berbayar dan ada yang gratis.
  7. Fireside Chats: Jika Anda sering mengakses video Fireside Chats di situs Pando.com, Anda akan banyak belajar dari wawancara Sarah Lacy dengan berbagai entrepreneur terkemuka AS.


Sumber :
http://www.ciputraentrepreneurship.com

Tuesday, June 10, 2014

Cash Flow Keuangan Usaha


Memiliki bisnis kecil namun tidak juga menunjukan tanda-tanda akan berkembang menjadi besar Yang terlihat malah semakin hari semakin merugi. Mungkin karena cash flow keuangan yang buruk.

Saat menjalankan bisnis kecil, biasanya orang akan fokus pada bagaimana mendapatkan keuntungan yang besar. Mereka lalu sibuk melakukan promosi dan menentukan strategi pemasaran hingga seringkali lupa pada masalah mendasar yang harus dikuatkan dalam bisnis. Yaitu manajemen keuangan.

Dikutip dari kampung wirausaha, berikut aturan manajemen cash flow keuangan untuk usaha menengah dan kecil.

Beli barang secara tunai lalu beli dengan tunai juga. Maksudnya adalah Anda membeli barang dari supplier Anda secara tunai lalu Anda pun menjualnya kembali dengan pembayaran tunai dari pembeli. Hal ini untuk menjaga uang kas Anda berada pada angka stabil.

Beli barang dengan pembayaran sistem tempo lalu jual dengan tunai. Beberapa supplier biasanya memberikan batas waktu pembayaran untuk para distributornya. Jika Anda bisa memeroleh sistem ini tentunya akan sangat menguntungkan. Anda bisa menggunakan uang tunai pembayaran dari pembeli untuk membayar kepada supplier.

Beli barang dengan tempo panjang , lalu jual dengan tunai atau tempo lebih singkat. Misal Anda mendapatkan tempo dari supplier untuk produk yang Anda jual adalah satu bulan, maka jika Anda memperbolehkan pembeli membeli produk dari Anda dengan sistem utang pula, berikan batas waktu pembayaran kurang dari satu bulan. Misal satu minggu. 

Sumber :
http://www.ciputraentrepreneurship.com

Monday, June 9, 2014

Fery Eka Laksmana : Juragan Bebek



Niat untuk berwirausaha bisa muncul kapan saja. Tak peduli usia, asal jeli melihat peluang dan kesempatan, tidak ada salahnya untuk mulai menginjakkan kaki ke lahan bisnis. 

Jiwa untuk berbisnis itu telah dimiliki Fery Eka Laksmana sejak belia. Meskipun tak mengalir darah bisnis dalam keluarganya, Fery mengaku, sejak kecil sudah suka berjualan. Bahkan, ketika menginjak remaja, pria kelahiran Karawang Jawa Barat, 5 Februari 1981, ini semakin jeli membaca peluang bisnis yang terbuka.

Dia mencontohkan, saat sekolahnya mengharuskan penggantian sepatu setahun sekali, tanpa malu, dia mengumpulkan sepatu milik teman-temannya untuk dijual lagi. “Saya jual ke daerah Kosambi,” kenang dia. 

Tak heran, ketika duduk di tingkat empat pendidikan tingginya, atau tepatnya tahun 2002, Fery berani membuka usaha peternakan sapi. Dia menggandeng investor dan menggelontorkan dana Rp 26 juta sebagai modal. “Saya terapkan sistem bagi hasil keuntungan dengan investor,” terang dia.

Kejelian Fery melihat peluang bisnis pun makin terasah. Peternakan sapi yang dekat dengan persawahan dan perkebunan, yakni di Cimalaya, Karawang, memberi ide pada Fery untuk membuka toko pertanian. “Saya melihat lahan pertanian dan perkebunan sangat luas, tapi hanya ada satu toko pertanian,” kata alumnus Fakultas Hukum, Universitas Parahyangan, Bandung ini.

Fery pun segera membuka toko yang menjual alat pertanian dan pupuk. Dia seperti menemukan peruntungannya di bisnis baru ini. Hanya dalam lima bulan pertama, ayah empat anak ini bisa mengejar omzet Rp 600 juta saban bulan. “Bahkan, mengalahkan usaha peternakan sapi yang telah dibangun selama tiga tahun,” seru dia.

Fery bilang, omzet cepat melejit lantaran lokasi tokonya berada di daerah yang tepat. Tak hanya di Karawang, dia pun berhasil mengembangkan penjualan hingga ke Majalengka, Sumedang, Tegal, dan Brebes, pada tahun pertama bisnisnya.

Fery yang waktu itu masih berusia 25 tahun pun menikmati hasil gemilang dari bisnisnya. Dia berhasil membeli rumah, mobil, dan berbagai fasilitas lain dari hasil jerih payahnya sendiri.


Utang menumpuk

Sayang, kesuksesan itu hanya berlangsung singkat. Pada tahun 2007, dia mendapat pengalaman yang tak akan terlupakan di sepanjang hidupnya.

Saat itu, Fery tengah mengirim pesanan lima truk tronton pupuk ke daerah Brebes, Jawa Tengah. Masing-masing tronton membawa sekitar 32 ton pupuk. Dalam perjalanan, rombongan Fery ini ditahan dengan tuduhan membawa pupuk gelap.

Dia dituding tidak memiliki surat-surat lengkap dan menjadi penyelundup pupuk ke daerah Brebes. Nama Fery pun sempat menghiasi headline beberapa media lokal. “Saya bingung kenapa ditahan karena saya tidak merasa melakukan kesalahan,” kata Fery.

Setelah urus sana-sini, akhirnya Fery diperbolehkan keluar dari kantor polisi dan pulang dengan truk-truk kosong. “Pupuk disita sebagai barang bukti. Nilai kerugian saya berkisar Rp 600 juta hingga Rp 700 juta,” kisah dia.

Karena kejadian ini, bisnis Fery bangkrut. Dia lantas menyadari, pengelolaan usaha yang berantakan juga menjadi salah satu penyebab kegagalannya. “Sikap saya ternyata memang belum menjadi pengusaha yang baik, keuangan dan manajemen karyawan juga masih berantakan,” ujar dia. Kebangkrutan itu juga meninggalkan utang hingga Rp 1,2 miliar.

Tak tahan dikejar debt collector, Fery mulai menjual aset-aset yang ia miliki. “Hasilnya bisa menutup setengah dari utang saya,” kenang dia.

Meski sempat stres, Fery bertekad untuk bangkit lagi. Dia keliling Bandung dan berbagai daerah di Jawa Barat untuk mencari peluang bisnis baru. Hingga akhirnya, Fery pun melihat kuliner bebek sedang naik daun di Bandung. “Dari situlah, terlintas ide untuk menjadi pemasok bebek,” tutur pria yang kini berusia 31 tahun.

Dia pun segera berburu
Bebek ke daerah Cilamaya dan membuka los di Pasar Kosambi untuk berjualan bebek. Selain menjual, Fery juga memotong bebek sendiri untuk pembelinya. “Saat itu, dalam pemikiran saya, apa pun akan saya lakukan,” ujar dia.

Dari hari ke hari penjualan bebek terus meningkat karena Fery juga memasok beberapa restoran. Pada tahun kedua, Fery bisa menjual 300 bebek per hari. Dia pun lantas terpikir untuk membuka usaha peternakan sendiri.

Pada Februari 2010, Fery mulai beternak bebek dengan menyewa 150 m2 lahan di Cilamaya. “Lahan itu mampu menampung 100 ekor bebek,” kata dia.

Tak berhenti di peternakan, muncul pula ide untuk membuka resto bebek. “Saya ingin punya nilai tambah, jangan hanya menjadi pemasok saja,” katanya. Mulailah dia melakukan riset soal bumbu berbagai olahan bebek. September 2010, Fery membuka resto bebek pertamanya, Bebek Udig di dekat Universitas Islam Bandung. 

Usaha peternakan Fery terus berkembang. Kini, peternakannya menjual 2.500 ekor bebek per minggu. Dia juga mengembangkan lahan peternakan milik sendiri, hingga 5.000 m2. Selain itu, resto Bebek Udig pun pindah ke kawasan Dago di atas lahan seluas 600 m2. 

Sumber :
http://peluangusaha.kontan.co.id